m e n g s e d i h #1 (ChikAra)

702 30 3
                                    

Ps : gw saranin bacanya pelan pelan aja, maksudnya gmn y wkwk pokoknya bacalah kek lu sedang mengsedih gitu lan wkwk, klo bisa puter lagu mellow biar makin menyayat hati. Oke selamat membaca~~~

××××××××××××××

Ketika malam hari tiba, aku selalu berpikir. Apakah kau sekarang baik baik saja? Apakah perasaanmu padaku masih sama seperti dulu? Rasa rasanya aneh saja akhir akhir ini. Entahlah, apakah perasaanku saja atau memang kenyataannya seperti itu? Huft...

Kurasa, sepertinya dirimu sekarang akan pergi meninggalkanku. Seperti matahari yang akan selalu pergi ketika bulan dan bintang muncul dari tempat persembunyiannya di malam hari.

Takut.

Ya aku takut.

Benar benar takut.

Aku takut ketika itu semua terjadi. Aku takut kehilangan dirimu. Aku takut ketika kau pergi begitu saja setelah kita menjalani ini semua selama ini. Aku takut kehilangan dirimu. Sungguh aku takut ketika semua itu terjadi.

Kenapa?

Karena aku sangat menyukaimu, mencintaimu, dan menyayangimu.

Ketika angin sedang berhembus, di malam hari ini. Dia seakan membisikkan kepadaku bahwa sepertinya kau akan pergi meninggalkan diriku sendiri lagi dan takkan pernah kembali. Dia seakan bilang kepadaku, kau akan pergiii sangat jauh dariku.

Mengsedih :(

Aku bingung.

Kepalaku pusing.

Argghhhh menyebalkannn.

Aku disini masih percaya kepadamu, tapi aku disini juga percaya kata sang angin malam :(

Menyedihkan.

Ini semua membuatku sedih.

Sangat sedih.

Bingung.

Emosi.

Aku selalu menunggumu, di atap gedung ini. Tetapi, kemana saja dirimu selama ini?

Kau tidak datang lagi :(

Hey, dimana dirimu berada sekarang? Sedang apa? Kenapa kau tidak datang lagi? Aku kesepian :(

Aku sudah mencarimu kemana-mana, mulai dari gedung ini sampai ke penjuru kota ini. Tapi, aku tidak menemukan dirimu. Bahkan lampu kamarmu mengisyaratkan bahwa kau sudah tidak berada disana.

Hari hari aku mendatangi apartemen tempat tinggalmu. Ku tanyai orang-orang disana dan selalu saja tak menemui apa yang kuharapkan. Hingga pada akhirnya, aku hanya berada disni.

Di atap gedung ini.

Setiap hari, setiap kali aku mendatangi tempat ini.

Demi menanti.

Mentanti dirimu yang sudah entah berapa hari pergi.

Setiap malam kihabiskan di tempat ini untuk menangisi keadaanku saat ini.

Tidak ada satupun orang yang tahu bahwa setiap hari aku selalu menangisiku ditempat ini, setiap hari.

Apalagi malam ini,  langit pun merasakan hal yang sama sepertiku. Ya, dia menangis malam ini, karena ditingalkan oleh bulan dan bintang.

Langit malam ini menangis begitu deras dan seakan mengisyaratkan kepadaku untuk berteriak memanggil namamu sekencang mungkin.

Dan ya, kulakukan seperti pintanya. Aku berteriak sekeras mungkin memanggil namamu. Aku tak peduli lagi. Meski kau tak akan datang kemari. Meski kau mendengar teriakanku. Aku tak peduli.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 24, 2021 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

One Shoot StoriesTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang