Sujeong menatap televisi dengan tatapan kosong. Hampir setengah hari Taehyung berada di luar. Dia berjanji tidak akan lama, tapi sudah sekitar 8 jam berlalu dia tak kunjung datang. Sujeong menggigiti bibir bawahnya, ia merasa khawatir dengan lelaki itu. Apa yang terjadi diluar sana?
Ia beranjak memakai coat cokelat miliknya kemudian bergegas keluar dari apartment. Ia memberanikan diri keluar untuk menghilangkan penat yang melandanya.
Udara dingin menyambut kedatangannya saat gadis itu membuka pintu kaca lobby menuju luar. Kepulan asap putih keluar dari mulutnya membuatnya sesekali bermain dengan asap putih itu. Ia terkekeh sendiri, kemudian melangkahkan kakinya menuju Sweet and Sour Cafe yang pernah dikunjungi bersama Haneul. Sujeong tersenyum lebar saat melihat Taehyung. Benar, ia melihat sangat jelas sosok Taehyung sedang bersama gadis yang tempo hari bersamanya saat di kedai ice cream. Senyum nya seketika luntur saat Taehyung memeluk gadis itu erat dan menempatkan kepalanya di bahu gadis itu.
Ia teringat dengan perkataan Taehyung semalam.
"Kau hanya boleh melakukan hal ini denganku. Tidak boleh dengan lelaki yang lain! Termasuk Jimin dan Jungkook!" ucap Taehyung saat menciumi Sujeong dan memeluknya erat.
Tess..
Setetes airmata mengalir dipipi tembamnya. Bulir-bulir airmata itu semakin deras membentuk aliran sungai di pipinya.
Sujeong meringis merasakan sakit yang luar biasa di ulu hatinya. Ia terisak saat Taehyung tak melepaskan pelukannya itu. Ia berlari menjauh tak tentu arah.
Mengapa rasanya sesakit ini? Apa ini? Mengapa aku seperti ini?
Sujeong menghentikan dirinya saat menemukan telepon umum dipinggir taman. Ia ingin sekali menelpon Haneul, tapi apa boleh buat dia sama sekali tidak mempunyai koin.
Sujeong akhirnya memutuskan untuk pulang kembali ke apartment.
See? Saat sampai di apartment pun Sujeong tidak melihat keberadaan Taehyung dimanapun. Ia menghela nafas berat, merasakan detak jantungnya yang begitu pilu. Merasakan dadanya yang begitu sesak. Airmata kembali memenuhi pelupuk matanya bersiap untuk keluar dan mengaliri kembali melewati pipi chubbynya. Akan tetapi, ia mengurungkan niatnya saat gadis itu mendengar kedatangan seseorang dari arah depan.
Sujeong menghampiri pintu depan dengan senyum sumringah. Ia fikir Taehyung akan pulang hari ini. Akan tetapi, ia sedikit kecewa saat melihat seseorang yang datang.
Oh Haneul.
Penampilan gadis itu tidak seperti biasanya. Kedua matanya yang membengkak, hidungnya memerah dan juga sebelah kanan pipinya yang memerah membuat Sujeong iba melihatnya.
"Sujeong unnie.." lirihnya berhambur ke dalam pelukan gadis itu. Sujeong bingung saat ia mendengar isakan dari seorang gadis bermarga Oh tersebut. Haneul yang biasanya periang, ceria, kini menjadi sosok yang menyedihkan.
Sujeong membalas pelukan Haneul, mengusap surai milk chocolate nya. Ia menepuk-nepuk pelan bahu gadis itu untuk menenangkan dirinya.
"Hiks..hiks.. I-ini..sungguh berat bagiku.." ucapnya disela-sela tangisannya. Mendengar isakan tangisnya membuat dada Sujeong kembali sesak. Ia tidak mungkin tega melihat Haneul menangis sesenggukan seperti itu.
Sujeong membiarkan Haneul menangis sepuasnya, meluapkan seluruh tekanan yang berada di dalam hatinya sampai tangisannya mereda. Haneul melepas pelukannya kemudian menghapus sisa-sisa airmatanya.
"Ada masalah apa? Kau bisa jelaskan padaku.."
Haneul tersenyum tipis menggelengkan kepalanya pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'm Your Doll
Fiksi PenggemarCast : Kim Taehyung Namja berusia 21 tahun ini berperawakan tinggi, wajahnya tampan, tatapan yang tajam, dan senyum menawan. Ia mempunyai sebuah boneka yang ia beli disebuah toko. Anehnya, toko itu menghilang setelah ia membawa boneka itu pulang. Ry...
