Esoknya ia bercerita kalau Matahari memaafkannya. Jauh dari yang ia bayangkan sebelumnya, kalau Matahari akan menjauh, melupakannya, dan meninggalkannya.
Hujan saat itu tersenyum cerah. Seperti sinar mentari. Senyuman yang ia dapatkan dari Matahari.
Bahkan, ia berharap sepanjang hari ini, biarlah sinar matahari yang terik. Ia berharap, hujan tidak akan mengganggu sinarnya.
Hujan rela kalau hari ini tidak turun hujan, karena hatinya yang senang. Walaupun kemarin ia sangat berharap rintik-rintik akan datang.
Hujan begitu ceria. Aku terkikik membayangkan ia kemarin yang begitu muram, putus asa, dan menangis tersedu-sedu. Begitu cerahnya ia hari ini. Beberapa orang yang melihat wajahnya pasti akan ikut tersenyum. Bahkan, hatiku ikut senang juga. Rasanya angin berhembus seperti membelai. Sangat menyejukkan.
Aku harap hubungan Hujan dan Matahari bisa selalu baik.
Aku ingin bermimpi, andai saja—kalau rintik hujan bisa menyegarkan sinar matahari di saat yang bersamaan.
