eleven

174 0 0
                                    

Raya membuka pintu gerbang dengan hati hati. Lalu berjalan masuk kedalam rumah dengan hati hati pula.

" RAYA ." mamah berteriak dari lantai dua.

" kamu bikin mamah khawatir kamu nggak papa kan sayang.!" Mamah memeluk Raya lalu menciumknya.

" kemana aja kamu hah? Kamu kenapa bandel sih sekarang suka nginep dirumah orang nggak ngasih tau mama?" Mamah mencubit dan menjewer Raya.

" aduh mamah sakit. Iya maaf maaf mah. Nggak diulangin lagi deh ampun mah ampun." Raya memohon kepada mamahnya.

" muka kamu kenapa ini?" Mama memegang luka dipipi Raya.

" gini mah aku keserempet motor pas mau nyebrang trus luka luka. Aku takut pulang jadi aku nginep ditempat fika deh. Maaf ya mah." Raya memasang puppy eyesnya.

" kenapa kamu takut? Mamah ini kan mamah kamu. Sekalipun kamu berbuat nakal pun kamu tetep anak mamah. Nah sekarang kamu luka gini bukannya pulang malah nginep ditempat orang. Padahal mamah bakalan rawat kamu kalo kamu luka. Mamah takut kehilangan kamu." Mamah memeluk raya erat dan mencium puncak kepala Raya.

" aku Raya nggak akan pernah ninggalin mamah." Raya mencium pipi mamahnya.

" yaudah kamu mau mandi apa makan ?" Tanya mamahnya.

" aku mau tidur boleh nggak mah?"

" boleh, tidur yang nyenyak ya nanti kamu bangun mamah masakin makanan kesukaan kamu." Mamah membelai pipi Raya.

" makasih mamah." Raya mencium pipi mamahnya dan menuju kamarnya.

Setelah meletakkan tasnya dan mencharge handphonnya Raya memilih berbaring di atas kasurnya.

Raya kembali ingat saat tadi kejadiaan di mobil. Iya itu beneran mobil Alan.

Dan disana ada Alan dan Alisha mereka ciuman. Raya hanya menangis jika ingat pemandangan  tadi.

Dering handphone Raya berbunyi. Saat mengecek ternyata Alan menelpon.

Raya mendiamkannya tak ada niat untuk berbicara dengan Alan.

Tak lama terdengar perbincangan dilantai bawah. Raya yakin itu adalah Alan.
Dengan cepat Raya meraih pintu kamarnya lalu menguncinya.

Gagang pintu bergerak

Terbukti ada seseorang yang berusaha membuka pintunya.

Tok tok tok

" Raya ada Alan kamu udah tidur ya ?" Mamah masih mengetuk pintu kamar Raya.

" Raya Raya." Panggil mamah.

"  udah tante mungkin Raya udah tidur nggak papa nanti aku balik lagi aja." Terdengar suara Alan.

" yaudah nanti aja ya Alan. Lagian tumben banget Raya ngunci pintu kamar."

" tante aku pulang ya!" Pamit Alan.

" yaudah nanti balik lagi aja ya!" Titah mamah Raya .

Dan hanya diangguki oleh Alan.

" maaf, gue nggak akan pernah siap ketemu sama lo." Raya terduduk didepan pintu.

***

" gimana sayang tidurnya ?" Raya menghampiri mamahnya yang duduk didepan televisi.

" emmm enak aku seger banget sekarang. Mah aku minta maaf banget ya udah bikin mamah khawatir." Tangan Raya menggengam tangan mamahnya.

" mamah maafin kamu kok tapi janji ya jangan kaya gitu lagi mamah mohon. Yang mamah punya sekarang cuma kamu. Mamah nggak mau kehilangan kamu." Mamah memeluk Raya dan menangis.

IkatanTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang