1. Musibah yang indah

2.2K 137 1
                                        

Aku memandanginya dari kejauhan, terlihat dia sedang asik bercanda dengan teman-temannya, dia terlihat begitu bahagia. Tanpa sadar aku ikut tersenyum karnanya. Jerin

"Jangan diliatin terus. Mata lo mau copot noh" celetuk Karin yang sadar akan apa yang kupandangi sedari tadi.

"Gue mandangin bakso kok.."

"Bakso tuh dimakan bukan dipandangin." 

"Bilang aja lo laper"

"Nah bagus kalo langsung peka!" jawab Karin sambil menyeringai.

Kita akhirnya memesan bakso pak Tum dan duduk di meja paling pojok. Meja paling pojok ini adalah meja yang dekat dengan meja senior-senior kelas 12 yang suka bikin konser dikantin.

"TERIMAKASIH KALIANNN BARISAN PARA MANTANN"

"DAN SEMUA YANG PERGIIII TANPA SEMPAT AKU MILIKI"

Segerombolan kelas 12 bernyanyi didalam kantin. Dipikir kantin ini tempat konser apa. Aku melirik ke arah sana sekilas

"Liatin abang yaa"

"Liatin gue nih kayaknya"

"Piwitttt"

Mereka sangat berisik, baru dilirik dikit udah heboh. Dasar cowok buaya.

"Sombong dia cuy, yang disebelahnya aja"

Yang disebalahnya aja, yang mereka maksud adalah Karin. Aku melihat ekspresi jengkel di wajah Karin haha.

"JERIN!" Teriak seorang cewek.

Sontak aku menoleh kesana lagi. Mata kami bertemu, 2 detik. Yah 2 detik..

"Hai beb" kak Edo menyapa cewek yang memanggil kak Jerin barusan.

"Apaansi. Jerr pulang gue nebeng lo yayayayaya!" dia mengabaikan kak Edo dan berlagak sok imut di depan kak Jerin.

"Gak bawa motor" jawab Kak Jerin singkat.

Anjir aku jadi nguping

"Motor gue kosong moz" goda kak Edo.

"Gak nanya." Kak Moza mengabaikan Kak Edo lalu beranjak pergi. 

Aku tersenyum puas dalam hati mengetahui Kak Jerin tidak menumpangi kak Moza. Waktu istirahat hampir selesai, aku dan Karin menghabiskan bakso dengan lahap dan kembali ke kelas.

*DI KELAS*

"Bu Nuril gak masuk woi!" Teriak salah satu teman kelasku.

Kelas kembali heboh, termasuk aku dan Karin. And,

Tiba-tiba Handphoneku bergetar menandakan ada pesan masuk.

From: Bunda

Nak, pak Jono gak bisa jemput hari ini. Kamu pulang naik angkot dulu ya sayang.

Raut wajahku langsung berubah ketika membaca pesan dari bunda. Aku paling anti naik angkot, sempit, panas, banyak om-om genit, banyak asap rokok. Dan..aku paling benci sama asap rokok.

"Malesin ah bunda"

"Kenapa arinaaaku, muka lo butek gitu kayak bulu ketek yang belom dicukur." tanya Karin yang sekaligus mengejek.

"Gue pulang naik angkot." Jawabku dengan raut wajah muram.

"Lah pak jono?"

Love In SilenceCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang