Eleven

630 39 0
                                    

Hal pertama yang menyambut Jungkook pas dia membuka pintu cupboard ibunya ialah sebuah pintu lain. Dengan jantung yang tidak berhenti berdetak kencang, Jungkook memutar knop pintu itu.

"Uhukk uhuk"

Jungkook menutup hidungnya, kamar itu sudah lama tidak disentuh, sangat kotor. Tangannya bergerak secara acak di dinding kamar itu untuk mencari saklar lampu dan gotcha. Cahaya remang-remang menerangi kamar itu.

"Apa semua ini?"

Kertas-kertas berserakan, foto orang-orang yang tidak Jungkook kenali menempel di dinding kamar itu dengan cross merah di setiap foto kecuali satu foto.

"Kim Yugyeom? Ini bukan perampok sialan itu?"

Kepala Jungkook langsung berdenyut nyeri memikirkan semua yang ditemuinya.

"Apa semua ini?!"

Jungkook membaca semua kertas yang ada di atas meja, satu-persatu dan semuanya berisi maklumat lengkap semua wajah yang ada di foto di dinding kamar.

"Kenapa semuanya bermarga Kim?! Apa maksud semua ini?!"

Dengan emosi yang memuncak Jungkook merobek semua kertas-kertas itu dan keluar dari kamar itu.

ParkBunnyLuna

Yugyeom duduk manis di bangkunya, Jimin masih memerhatikannya melalui kaca yang menjarakkan ruangan Yugyeom dan ruangan  Jimin.

"Jiminnie"
"Hyung"

Jimin memeluk kekasihnya.

"Kookie mana?"
"Kookie ke Busan, ada urusan"
"Oh, kau sudah makan siang? "
"Belum hyungie"
"Kajja makan siang"
"Kajja"

Pasangan kekasih itu keluar dari ruangan Jimin bareng. Meninggalkan Yugyeom yang masih diam.

ParkBunnyLuna

Di dalam kereta, Jungkook masih memikirkan soal kertas dan foto yang ditemukannya.

"Aku harus menanyakan ini padanya"

Jungkook mengepalkan tangannya sampai buku-buku jarinya memutih.

1877
Taehyung tidak melihat Juhyeon seharian. Dia sangat bersyukur, bisa kepada dari yeoja genit itu menurut Taehyung. Taehyung mencari boxnya, lalu membukanya tapi isinya mengagetkan Taehyung.

"A-apa ini?"

Taehyung membuang semua barang-barang milik Juhyeon dan lukisan wajahnya.

"Yeoja itu, akan ku beri pelajaran padanya"

Taehyung merobek semua lukisan wajah Juhyeon dan surat-surat miliknya.

"Sida-sida Jang, panggil Juhyeon kemari"
"Baik tuanku"

Aura Taehyung semakin memekat, kepalan tangannya semakin kuat.

"Tuanku memanggil saya?"
"Juhyeon-ssi, jelaskan padaku, apa maksudmu membuang semua barang di dalam box ini dan menggantikannya dengan barangmu?"
"Tuanku milik saya, saya tidak suka kalau ada orang lain yang menyentuh milik saya"

Brak!
"Kau, kau kurang ajar sekali"

Taehyung menggebrak meja kasar.

"Aku bukan milikmu sialan, dan aku mencintainya bukan dirimu"
"Akhh tuankuh"

Taehyung menjambak kasar rambut Juhyeon.

"Kau, aku tidak sudi menikahimu jalang, kalau bukan karna ayahku, aku tidak sudi memandangmu"

Taehyung melempar tubuh Juhyeon ke lantai.

"Keluar sekarang!!"

Juhyeon berlari keluar dengan air mata membasahi pipinya. Taehyung mengacak surainua kasar dan menjambaknya.

"Jungkook, hikss Jungkook"

2016
Jungkook memegang dadanya yang berdenyut sakit. Airmata jatuh membasahi pipinya.

"Taehyung? Hiks Taehyung? Kau baik-baik saja"

Jungkook dapat merasakan Taehyung yang kesakitan dan kemudian rasa sakit itu hilang. Jungkook membersihkan noda air mata dipipinya.

"Taehyung... "

TBC

Heheheheh hye guysssss maafkan typonya ya? Voment juseyo~~

Joseon Prince And Mr. PoliceWhere stories live. Discover now