"Yah, mana sih ni angkot? Giliran gue nunggu engga ada? Maunya apa, sih? Mana udah mendung gini lagi," Gerutu Neva yang sudah lebih dari setengah jam yang lalu menunggu angkot yang tidak datang-datang. Dan, terpaksa hari ini Neva pulang sendirian karena Aira sedang ngapel. Sedangkan, Aisyah dan Maudy sedang ada kerja kelompok.
"Mau bareng ga, Nev?" Suara tersebut langsung terdengar cukup jelas ditelinga Neva. Neva langsung menatap orang orang tersebut. Andran, kini Andran yang ada dihadapan Neva. Neva langsung tersenyum tipis sesaat. "Mau, bareng engga? Malah ngelamun! Udah mendung,"
Neva langsung tersentak hebat dan langsung memulai membuka suara. "Emh--- engga usah. Ini, udah nunggu angkot, paling bentar lagi juga dateng." Sahut Neva.
"Udah, engga apa-apa. Engga usah takut diboncengin gue. Gue engga akan ngebut-ngebut kok. Udah, ayo?" Andran mencoba mengajak Neva kembali.
Neva langsung menggelengkan kepalanya. "Engg---engga. Gue, tungguin angkot aja. Engga apa-apa kok, lo duluan aja," Sahut Neva.
"Udah cepet. Gue maksa ini mau hujan solanya udah mendung. Daripada nanti lo pulang basah kuyup, mending bareng gue aja." Ajak Andran sembari terus-terusan menatap Neva. "Udah ayo, nih." Andran menyerahkan helm kepada Neva.
"Ya---yaudah," Neva langsung mengambil helm yang diberikan oleh Andran dan langsung memakai nya. Lalu, menaiki motor Andran.
Andran langsung mengendarai motornya dengan kecepatan rata-rata. Cuaca Kota Bandung hari ini cukup mendung awan-awan sudah mulai berubah menjadi abu-abu. Pertanda, bahwa hujan akan segera turun. Dan, gerimis mulai turun di Kota Bandung ini dan lama kelamaan hujan semakin besar.
"Nev! Neva! Lo ambil jas hujan gue di dalem tas dibagian yang depan, kalau ga salah gue bawa. Udah cepetan lo liat!" Teriak Andran sembari mengendarai motornya dengan kecepatan yang sudah diatas rata-rata.
Neva yang disuruh langsung mengambil jas hujan milik Andran yang berada didalam tas nya tersebut. "Ini, gue pakein ke lo gimana Ndran?" Tanya Neva.
"Bukan gue yang pake! Lo yang pake! Udah cepetan langsung pake! Engga usah banyak ngomong! Ini hujan udah gede! Gue udah pake jaket!" Sahut Andran.
"Ta---tapi"
"Udah cepetan Neva pake, ini hujan gede gausah fikirin gue! Buruan!" Teriak Andran.
Neva langsung memakai jas hujan tersebut. Memang, hujan di Kota Bandung saat ini sangat besar. Tiba-tiba Andran menghentikan motornya dipinggir halte. Andran dan Neva langsung menuruni motor tersebut. Andran dan Neva langsung menduduki halte tersebut tanpa membuka helm atau jas hujan dan jaket.
"Nev, lo gapapa, kan?" Tanya Andran sembari menatap Neva. Dan Neva langsung menggelengkan kepalanya.
"Gue, pesenin teh ya. Itu disebelah ada warung," Andran langsung berdiri dan meninggalkan Neva.
Tak lama kemudian, Andran datang membawa dua gelas teh tawar dan langsung memberikan satu gelas kepada Neva. Dan, tanpa apa-apa lagi Neva langsung meminum teh tersebut. Namun, Neva langsung memuntahkan teh tersebut karena Neva lupa bahwa air teh tersebut panas. Andran langsung tertawa terbahak-bahak. "Tenang Nev, emang dingin banget ya? Sini mau gue peluk ga?" Goda Andran sembari tersenyum. Neva langsung menggelengkan kepalanya sembari meniup-niup teh tersebut.
******
Setalah Andran mengantar Neva pulang, dijalan Andran selalu membayangkan wajah Neva. Neva dan Neva yang terpintas. Tidak sengaja saat Andran akan belok dia menabrak seorang perempuan sampai perempuan itu terjatuh. Andran kaget dan langsung menuruni motor nya dan melepas helm nya. Dan langsung menolong perempuan tersebut. Sambil membantu memberdirikan perempuan tersebut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Andran [COMPLETED]
RandomGimana jadinya kalau cowok terabsrud deketin cewek yang baik-baik, banyak kisah ngakak mereka disini, baca! "Yaudah gue minta maaf ya?" Tanya Andran. "Kenapa lo minta maaf sama gue?" Neva bertanya balik kepada Andran. "Ya karena gue udah berantem."...
![Andran [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/103362878-64-k915258.jpg)