넷 (네)

328 38 2
                                    

Setelah beberapa tahun menuntut ilmu di negeri sebrang, akhirnya hari ini Im Joo Hwan kembali ke tanah kelahirannya -Seoul-

Im Joo Hwan adalah anak terakhir dari tiga bersaudara Im, selama 8 tahun Joo Hwan bersekolah di LA dari semenjak ia duduk di bangku sekolah menengah atas hingga mendapat gelar sarjana.

Karena kepulangannya, keluarga Im membuat sebuah pesta penyambutan untuk Joo Hwan.

Terlihat seluruh keluarga Im (Nyonya Im, ChangJung beserta keluarganya dan Jaebum beserta Hye Won dan Nayeon)  berkumpul di ruang tengah menunggu kedatangan Joo Hwan

Dan akhirnya setelah menunggu 1 jam, Joo Hwan memasuki kediaman keluarga im.

"Selamat datang kembali Joo Hwan" seru semua orang pada joo hwan, joo hwan pun merasa terharu akan sambutan keluarganya.

"Gomaweo, eomma, hyung" ucap joo hwan memeluk ibu dan kakak-kakaknya.

Penyambutan dilanjutkan dengan acara makan-makan, meja makan keluarga Im sudah di penuhi oleh makanan-makanan khas korea selatan, dari mulai makanan ringan sampai makanan berat, semua tersedia di meja makan.

Sesaat keluarga besar ini seperti tak memiliki masalah, tapi coba lihatlah kedua pria itu memandang keluarga jaebum dengan pandangan yang sulit di artikan, mereka adalah Im Chang Jung dan Im Joo Hwan. Apa mereka iri dengan keharmonisan keluarga Jaebum? Atau ada sesuatu antara kakak beradik itu? Ntahlah hanya mereka yang tau.

"Appa kapan kita pulang?" Bisik nayeon bertanya pada jaebum. Sejak awal nayeon sudah merasakan ketidak sukaan kedua pamannya itu pada dirinya, sehingga membuat nayeon sangat tidak jaman berada di rumah besar ini terlalu lama.

"Sebentar lagi ya sayang" sahut jaebum menuawab pertanyaan nayeon dengan berbisik.

"Jangan lama-lama ya appa, aku sudah mengantuk" balas nayeon, alasan yang sangat pas, memang waktu sudah menunjukkan pukul 21.00 KST jadi jaebum tak akan curiga jika nayeon berbohong.

"Iya sayang" jawab jaebum.

Untuk meyakinkan sang ayah bahwa dirinya benar-benar telah mengantuk, nayeon beberapa kali menguap kan mulutnya seperti orang mengantuk, dan juga menyandarkan kepalanya di dada bidang sang ayah, nayeon itu manja, sangat manja malahan.

Nayeon melirik sepupunya -Soojung- yang sedang bermanja-manja dengan sang nenek, jujur didalam hatinya sangat iri pada soojung, dari awal memang neneknya sangat menyayangi soojung berbeda dengan dirinya yang dari awal sudah di benci dan tak diinginkan. Tapi kini, saat neneknya mulai mau menerima nayeon, nayeon malah sulit menerima sang nenek. Ini bukan salah nayeon, salahkan lah dirinya sendiri kenapa membuat nayeon takut dan tak nyaman berada di dekatnya.

"Jaebum, sepertinya nayeon sudah mengantuk. Lebih baik kau dan hye won membawa nayeon ke kamarmu, malam ini kalian menginap saja" ucap nyonya im yang memperhatikan nayeon.

"Eomma benar, lebih baik kalian menginap saja" sahut Joo Hwan membenarkan ucapan sang eomma.

Jaebum menatap sang anak yang ternyata karena aktingnya nayeon jadi benar-benar terlelap, kemudian jaebum mentapa sang istri meminta pendapat menggunakan tatapan matanya, dan dibalas sang istri yang mengisyaratkan terserah padamu saja.

"Baiklah eomma, kami akan menginap disini. Kalau begitu kami ke kamar dulu" ucap jaebum kemudian berjalan menuju kamar yang pernah iya tempati dengan menggendong nayeon dan juga hye won yang mengekor

***

Pagi menjelang, saat semua anak kecil enggan bangun Nayeon malah sebaliknya, ia sangat bersemangat pagi ini. Ntah apa yang ia inginkan sehingga ia bersemangat seperti ini.

Trauma (외상)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang