Setelah lima bulan berlalu sejak kepergian yein dan dabu, nayeon menjadi anak yang pendiam, kesibukan nayeon semenjak kepergian yein itu hanya memberi makan dubu, mengajak dubu curhat, sekolah, dan membaca buku-buku yang nayeon miliki.
Mulai hari ini nayeon akan dititipkan pada orangtuan dari ibunya, ntah sampai kapan nayeon dititipkan, mungkin nayeon akan diambil saat liburannya selesai.
Selama perjalanan, nayeon hanya diam saja. Nayeon di antar oleh ayahnya saja, sementara sang ibu tidak ikut karena takut terjadi sesuatu dijalan, mengingat sang ibu akan segera melahirkan.
"Eomma aku titip nayeon ya" ucap jaebum pada ibu mertua, setelah sampai di rumah mertuanya.
"Tenanglah, nayeon aman disini" sahut nyonya jeon sambil mengusap kepala nayeon yang masih terdiam
"Kalau begitu, jaebum langsung pulang ya eomma" ucap jaebum izin pulang dan memberi hormat
"Jagalah anak eomma dengan baik jaebum" sahut nyonya jeon.
Disinilah nayeon sekarang, dulu nayeon selalu menginginkan bertemu dengan keluarga ibunya, namun sekarang rasanya semua itu sirna, nayeon merasa di buang ke sini oleh orangtuanya.
"Nay, halmeoni tidak mempunyai kamar kosong lagi, jadi tidak apakan kau sekamar dengan Do Yeon?" Tanya neneknya
"Tidak apa halmeoni" jawab nayeon, mengikuti neneknya menuju kamar yang akan ia tempati.
"Nah ini kamar Do Yeon" ucap nyonya jeon membuka pintu sebuah kamar, terlihat tempat tidur bertingkat sederhana, dan juga isi kamar yang tidak terlalu banyak dan tidak terlalu mewah.
"Biasanya Do Yeon, tidur di bawah. Jadi nayeon tidur di atasnya ya" lanjut nyonya jeon
"gomapseumnida" jawab nayeon
"Halmeoni tinggal ya, nayeon istirahat dulu saja" ucap sang nenek dan segera keluar.
Nayeon memperhatikan kamar sepupunya yang sangat beda jauh dari kamar miliknya, semuanya sangat sederhana dan lumayan berantakan. Karena tak ingin membuat sepupunya tak nyaman akhirnya nayeon memutuskan membawa kopernya ke tempat tidur yang lumayan besar.
Dengan bersusah paya nayeon menaikkan kopernya itu. Nayeon meletakkan kopernya di pinggir tempat tidurnya. Membuka kopernya dan mengeluarkan bantal dan boneka kesayangannya.
"Yein, akhirnya aku bisa mengunjungi keluarga ibuku, tapi entah kenapa rasanya aku seperti di buang" curhat nayeon pada foto dirinya dan yein.
"Sebentar lagi adikku akan lahir makanya aku di buang kesini, menyedihkan sekali ya hidupku" lanjut nayeon lalu merebahkan tubuhnya.
Air matanya mulai mengalir, nayeon memeluk foto dirinya dan yein.
"Yein, aku membutuhkan mu sekarang" ucap nayeon
"Semenjak malam itu, mereka mulai mengacuhkan ku, hingga hari ini mereka membuangku kesini" lanjutnya, air matanya pun makin deras mengalir. Banyak hal yang nayeon pikirkan saat akan pergi meninggalkan rumahnya, mulai dari ia tak mengenal seorang pun di rumah neneknya, ia tak pernah berpisah dari orangtuanya, anaknya saja diacuhkan apalagi kelinci milik nayeon, nayeon tak ingin dubu mati meninggalkan dirinya sendiri, hanya dubu yang nayeon punya sekarang.
Karena lelah menangis pun nayeon tertidur masih dengan memeluk selembar foto.
Waktu berlalu begitu cepat, tak terasa sekarang sudah malam, nayeon sudah cantik dengan baju tidurnya.
"Nay ayo makan malam dulu" panggil neneknya dari balik pintu
"Iya" sahut nayeon dan segera menghampiri neneknya dan mengikuti neneknya menuju meja makan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Trauma (외상)
Short StorySeorang gadis kecil yang harus tumbuh dalam ketidak harmonisan keluarga ayahnya lambat laun merubahnya dari gadis kecil yang sangat ceria menjadi gadis remaja yang sangat pendiam dan tertutup tak ada yang dapat menjangkau kehidupan gadis itu, meski...