열하나

367 32 1
                                    

Hari senin, hari yang sangat tidak di sukai oleh anak-anak sekolah, terlalu banyak tugas, terlalu malas bangun dari singgah sananya -kasur-, terlalu malas untuk upacara, intinya senin itu adalah hari termalas.

Setelah kejadian di pantai tiga hari lalu, nayeon jadi berpikir.
"Apa mungkin aku.bisa menjadi nayeon yang seperti dulu?"
"Apa mungkin aku bisa kembali bahagia?"
"Apa mungkin aku tidak akan kehilangan?"
"Apa mungkin mereka tidak akan pergi?"
"Apa mungkin? Apa mungkin? Apa mungkin?"

Pertanyaan-pertanyaan yang di tujukan untuk dirinya sendiri, membuat nayeon semakin dilema, bagaimana tidak, setiap nayeon membayangkan kebahagiaan dirinya, kenangan buruk selalu menghancurkan bayangan kebahagiaan nayeon.

"Pagi nay" sapa seseorang saat nayeon hendak menuju halte, tapi karena nayeon yang sibuk dengan pikirannya sendiri, nayeon tidak menyadari keberadaan orang itu.

"Yaa! Im Nayeon!" Sentak orang itu membuat nayeon tersadar dari lamunannya.

"Yaaa!! Park Jinyoung! Bisakah kau tak usah berteriak!" Balas nayeon sedikit berteriak karena kaget.

"Yaa, kenapa kau malah marah padaku?" Tanya orang itu yang tak lain adalah park jinyoung

"Bagaimana aku tidak marah, kau tiba-tiba muncul dihadapanku dengan berteriak seperti itu" jelas nayeon dengan nada yang sedikit menurun

"Mwo? Yaa, ini salahmu bukan salahku, aku sudah menyapamu dengan baik, tapi kau mengacuhkanku dan sekarang kau menyalakan ku" ucap jinyoung tak terima.

"Kau ini jahat sekali im nayeon" lanjut jinyoung mengejar nayeon yang telah berjalan mendahului jinyoung

"Yaa! Im Nayeon" teriak jinyoung karena nayeon yang tidak mendengarkan ucapannya

"Bisakah kau tidak teriak-teriak? Gendang telingaku bisa pecah kalau kau teriak terus park jinyoung" jelas nayeon dengan menutup kedua telinganya.

"Mwo?" Kaget jinyoung dengan ucapan nayeon

"Nayeon" panggil seseorang. Nayeon yang merasa terpanggil pun mencari siapa yang memanggilnya.

"Jussi" ucap nayeon tanpa bersuara dan kaget, sebab nayeon tau siapa yang memanggilnya tadi, seseorang yang sangat dia takuti tengah melambaikan tangannya ke arah nayeon dari dalam mobilnya.

Nayeon segera berdiri dan memasuki bus dengan tergesah-gesah, ia tak mau bertemu dengan orang yang ia sebut jussi tadi.

"Siapa laki-laki itu? Kenapa kau sepertinya takut sekali" ucap jinyoung pada nayeon yang melihat perubahan wajah nayeon saat melihat orang itu.

"Dia kakak dari appaku, dia orang yang sangat jahat, aku takut sekali padanya" balas nayeon tanpa sadar bercerita pada orang asing.

"Jahat?" Tanya jinyoung dengan wajah bingung. Nayeon menatap jinyoung dalam.

"Aah, lupakan saja" seru nayeon, nayeon tak ingin seorang pun tau masa kelam nayeon.

***

Sesampainya di sekolah nayeon menjadi tak bersemangat, nayeon teringat bagaimana dulu ahjussinya itu menghina dirinya, melarangnya bermain dengan anaknya, semua kejadian itu kembali terputar di otak nayeon.

"Yein aku takut" ucap nayeon dalam hati yang tanpa nayeon sadari setitik air mata berhasil lolos dari mata nayeon.

"Apa yang terjadi? Kenapa kau ketakutan dan menangis?" Tanya jinyoung khawatir, ya jinyoung memang dari tadi memperhatikan nayeon, dan saat nayeon meneteskan air matanya dengan sigap jinyoung menghampiri nayeon.

Trauma (외상)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang