Bel istirahat kedua tak lama berbunyi, Nasya segera membereskan buku-bukunya dan memasukannya kedalam tas. Nasya niatnya ingin pergi menuju perpustakaan, karena cuman disana tempat yang paling tenang jauh dari kebisingan,
Tapi Nasya mengurungkan niatnya saat melihat kanadhir yang sudah berdiri diambang pintu, Nasya kembali duduk ditempatnya tidak ingin melihatnya, kalau ia bertemu dengannya pasti ia cuman ingin menanyakan 'bagaimana lombanya?'padahal ia sudah tau hasilnya.
Terlihat akasa yang ingin bergegas keluar bersama teman-temannya itu, inginnya kekantin bareng Akasa tapi nggak usahlah
"Cari siapa Lo"
"Cari jodoh","ya cari Nasya lah masa gw nyari Lo,"
Akasa yang sudah geram mendengar perkataan nadhir yang lama-lama mencari-cari masalah itu
"Maksud Lo apa, nyari Nasya!?,"
"Gw mau kekantin sama dia lah urusan lo apa?, Kenapa mau marah? Ngira pacarnya direbut dan yang Lo tau Akasa Lo bukan pa-car-nya nasya!"
Brug!!!
Akasa menarik kerah baju nadhir, nadhir yang tersungkur itu ditarik bangun kembali oleh Akasa
"Coba Lo ulangin lagi"
"L-lo bukan pa-car-nya Nasya!"
Brug!!!
"Lama-lama Lo mulai lupa gw siapa hah!!!mulai berani cari ribut sama gw, seharusnya Lo belajar dari anak-anak yang gw buat masuk rumah sakit, dan Lo selanjutnya"
Brug!!
Akasa yang mulai tidak bisa dikendalikan itu akhirnya meninju wajah nadhir bertubi-tubi hingga darah segar mengalir di sudut bibir nadhir itu, tapi tak membuat Akasa berhenti meninjunya.
Nasya yang ada didalam kelas itu tidak menyadari akan perkelahian Akasa dan kanadhir, ia sibuk dengan ponselnya dan mendengarkan musik melalui earphone nya itu.
Untunglah ada guru yang lewat dan melihat pertikaian mereka dan melerainya, mereka segera dibawa keruang BP disekolahnya itu.
-oOo-
Nadhir yang sedari tadi hanya terdiam menahan rasa sakit diwajahnya itu, sudah duduk dikursi ruang BP, tak menyangka bahwa ia akan disini padahal dari kelas X ia tidak pernah ketempat ini ruang BP
Akasa yang terlihat santai menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh guru BP itu ya gimana nggak santai itu bukan satu atau dua kali ia kesini tapi mungkin sudah puluhan kali sampai-sampai guru BP pun menyerah berurusan dengan Akasa.
"Jadi kenapa kalian berkelahi disekolah, ingat ini sekolah kalo kalian mau ribut-ribut macam tadi silahkan tapi jangan disekolah diluar area sekolah"ucap guru BP itu,"jadi kenapa kalian berkelahi?"
"Jadi gini pa-"ucapan Akasa terpotong karna guru BP itu langsung berbicara
"Saya nggak nanya kamu saya nanya nadhir,","jadi kenapa nadhir?"lanjutnya
Nadhir yang hanya bisa terdiam diri belum bisa berkata apa-apa karena ia belum bisa menerima bahwa saat ini ia ada di ruang BP
"Percuma pak nanya orang bisu kayak dia"
Nadhir hanya terdiam lagi belum bisa membela dirinya saat Akasa berkata begitu
"Mending saya aja pak yang ngomong. Gini pak dia ini emang dasarnya nyari ribut, jadi y-"
"Saya tidak butuh alasan lagi dari kamu Akasa. Saya tuh bingung ya Akasa gimana ngasih hukuman biar kamu kapok, ck!bingung bapak. Yasudah bapak scors kamu begitu juga nadhir selama 3 hari"
Akasa yang mendengar akan hal itu bergembira dihatinya berarti ia nggak usah cari-cari alasan buat bolos lagi
Lain dengan nadhir yang seperti disambar petir ditengah-tengah siang bolong, pertama masuk BP dan hukumannya di scors tiga hari.
"Makasih pak" Akasa segera keluar dari ruang BP itu dan berjalan kekelas mengambil tasnya dan otw balik.
Nadhir yang saat ini masih berdiam diri berharap guru BP itu mencabut hukumannya namun sia-sia.
-oOo-
Akasa mengambil tasnya dan melihat Nasya yang asik bermain ponselnya itu
"Nas gw balik"
Nasya yang menyadari akan akasa terlihat bingung dan melihat jam tangan yang melingkar manis di tangan kirinya itu
"Ini baru jam istirahat belum jam pulang, "
"Gw di scors sama guru, Jan kangen ya nas, tapi tenang aja nanti lo minta Id Line gw ke Alya, Alya punya ko"
Akasa segera meninggalkan Nasya dikelas. Terlihat Nasya yang bingung itu kenapa Akasa di scors hanya bisa menggelengkan kepalanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
N A S Y A
Fiksi RemajaTentang seorang perempuan polos, yang dicintai oleh dua orang lelaki yang mempunyai sifat dan latar belakang yang sangat berbeda.
