FIFTEENTH : Disappointed

723 37 0
                                        

Gagal.

Nasya belum lulus seleksi, kenapa?padahal nasya sudah berusaha agar ia lulus tapi sia-sia, Nasya juga termasuk murid yang lumayan pandai disekolah dulunya itu. Apa Mungkin Nasya kurang beruntung.

"Gimana Nasya?"

"Gagal Bu,"Nasya yang berubah raut mukanya terlihat sedih dan kecewa akan hasilnya itu.

Nasya segera pergi dari ruang guru lalu menuju kekelasnya

-oOo-

"Nasyaaaa"teriak Alya sambil berlari menuju Nasya yang sedang berdiam diri di tempat duduknya itu

"Gimana Lo lulus kan?"

Nasya hanya terdiam

"Nas?ko Lo diem sih, kan gw nanya Lo lulus kan?"

"Enggak, gw belum lulus"

"K-ko bisa?"

"Gw juga nggak tau padahal gw tuh udah berusaha, setiap hari belajar mahamin materi. Tapi gw belum beruntung ya "

"Sabar nas, gw yakin Lo tuh sebenernya lulus tapi mungkin bener kata Lo, Lo belum beruntung"

"Iya makasih Ya ya Lo emang sahabat terbaik gw"..

"Iya-iya".

Tak lama Akasa datang dan duduk di samping Nasya

"Lulus seleksi nas?"

Akhirnya Akasa ngomong juga, berarti ia sudah tidak marah lagi pada Nasya, syukurlah.

"Gw belum lulus seleksi"

"Ko bisa?terus si nadhir?"

"Kalo kanadhir lulus"

'peluang gw nih buat bikin perhitungan ke nadhir'batin Akasa

"Kalo kata gw ya nas, ini tuh cuman akal-akalan si nadhir aja"

"Ya nggak mungkinlah akasa, ka nadhir itu orangnya baik nggak mungkin lah dia kayak gitu."

"Lo nggak ngerti mending Lo balik Sono ketempat asal Lo, ganggu banget jadi orang"

Terlihat alya segera bergegas menuju tempat duduknya. Daripada ia tanggepin malah ribet urusannya

"Tunggu, m-maksud nya gimana sih, akal-akalan?"

"Ya gitu dia cuman pengen buat Lo kecewa aja nas, secara Lo anak baru terus tiba-tiba ngajak Lo lomba alasannya gantiin orang yang biasanya ikut lombalah, padahal mah fake, dia tuh nggak mau Kesaing pinternya sama Lo Dari muka Lo kan keliatan banget kalo Lo cantik, m-maksud gw pinter"

Nasya berfikir, ada benarnya juga yang dikatakan Akasa apa mungkin kanadhir hanya ingin membuat Nasya malu dan kecewa.

"Tapi?"

"Tapi, apalagi sih nas udah jelas-jelas kayak gini"

Tak menyangka sebenarnya bahwa kanadhir akan seperti ini, seseorang yang selalu membuat nasya tersenyum karenanya, ternyata adalah seseorang yang membuatnya kecewa,

munafik satu kata yang bisa mewakili untuknya, kini nasya akan membuat jarak agar tidak terlalu dekat dengan ka nadhir karena ia takut Kesaing kan? Padahal tak ada niat sama sekali untuk menyainginya, toh nasya dan kanadhir berbeda kelas apa gunanya untuk menyainginya.

Pantas saja ia terlihat selalu sendiri, mungkin karena sifatnya ini yang membuat teman-temannya menjauhinya.

-oOo-

N A S Y A  Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang