Buku sudah, alat tulis sudah, dompet sudah, charge sudah, earphone sudah, hhm ah aku juga lebih baik membawa ipod. Oke tinggal ponsel dan semuanya beres.
"Taehyeon-ah, ayo cepat turun" teriak bibi Maria, dia memanggilku Taehyeon? Bukannya Jessica. Berarti di rumah sedang ada tamu.
"Sebentar Imo, aku hampir selesai" ucapku lalu mengecek tampilanku
Saat aku turun dari lantai atas ternyata ada seseorang yang berbicara dengan Bibi Maria, siapa?
"Yugyeom? sedang apa kau disini?" tanyaku kaget siapa yang bertamu di rumahku sepagi ini
"Menjemputmu, apa lagi?" ucapnya tanpa rasa bersalah. Sial.
"Imo sudah membungkuskan sarapan pagimu, jadi jangan lupa sarapan di mobil atau setibanya kau di sekolah" ucap Bibi Maria memberiku kotak bekal berwarna hitam
"Mobil siapa?" tanyaku refleks
"Mobilku, aku membawa mobil hari ini karena sesuai perkiraan cuaca hari ini akan hujan lebat. Ayo pergi" ucapnya
Setelah berpamitan pada Bibi Maria, akupun mengikuti Yugyeom sampai mobil yang katanya mobilnya.
"Kau tidak perlu menawariku tumpangan ke sekolah" Desisku sambil membuka kotak bekalku
"Aku tidak menawarimu, aku mengajakmu. Walaupun kau menolak aku akan tetap memaksamu" ucapnya tanpa rasa bersalah
Sandwich buatan Bibi Maria memang enak, akupun memakannya sebelum sampai di sekolah.
"Kau mau? Kau terlihat mencuri pandang ke arah makananku sejak tadi" sindirku pada Yugyeom
Dia hanya tersenyum karena ketahuan.
"Ini" aku memberikan sepotong sandwich padanya
"Aku sedang menyetir Taehyeon" ucapnya
"Lalu?"
"Masukkan saja langsung ke mulutku" ucapnya lalu akupun memasukkan sepotong sandwich itu ke mulutnya
Dia terlihat menyukai sandwich itu.
Kami tentu saja tidak telat ke sekolah, kami sampai beberapa saat sebelum bel masuk berbunyi.
Saat kami berdua turun dari mobil, kurasakan seperti sedang berjalan di red carpet gala premiere. Aku berasa seperti seorang artis yang mengejutkan orang-orang dengan gaun yang dipakai.
Yahh.. Siapa juga yang tidak terkejut, seorang Yugyeom bisa punya seorang teman.
Minju dan Daena tidak menegur atau berbicara padaku, mereka hanya curi-curi pandang padaku. Apakah mereka marah padaku atau apa?
"Nanti jangan pulang duluan" ucap Yugyeom sebelum meninggalkan kelas saat waktu istirahat
Setelah beberapa menit Yugyeom pergi, Minju dan Daena langsung berjalan cepat ke arahku.
"Kau jadian dengan Yugyeom?" tanya Minju was-was
"Tidak"
"Tapi kau datang bersamanya" ucap Daena
"Rumahnya dekat dengan rumahku" ucapku lagi
"Benarkah?" tanya Minju memicingkan mata
"Tentu saja Minju, aku tidak mungkin berbohong pada kalian" ucapku lagi
"Sayang sekali kupikir kalian benar-benar jadian, jika iya aku sangat senang sekali" sambung Daena dengan nada pura-pura kecewa
" eh?"
"Kalau kau pikir semua orang beranggapan kalau Yugyeom bukan anak yang baik, jawabannya YA, Semua orang di sekolah ini berpikiran begitu. Tapi semua orang juga beranggapan bahwa Yugyeom adalah laki-laki terseksi di sekolah ini. Dia juga tampan, kaya, cerdas, juga seorang atlet. Zaman sekarang laki-laki yang berkesan bad boy seperti Yugyeom adalah the most wanted darling" ucap Minju
"Tapi kenapa tadi kalian tidak berbicara denganku?" tanyaku heran
"Taehyeoni, walaupun kami mengagumi dan memuja Yugyeom. Kami juga takut padanya, kami tidak ingin mencari secuil masalah dengan orang seperti Yugyeom kalau kami ingin baik-baik saja" sambung Daena
Huhh.. Astaga kupikir mereka marah padaku.
***
"Ayo pulang" Ajak Yugyeom saat jam pelajaran telah berakhir
Beberapa hari belakangan ini kelas kami memiliki beberapa pelajaran tambahan hingga kami selalu pulang telat. Puncaknya hari ini, kami pulang pukul 1 pagi karena ada try out masuk Universitas dalam 2 minggu depan. Ughh.. Syukurlah besok hari minggu.
Dan karena suatu hal yang pasti yaitu aku tidak akan sempat naik bus jadi aku selalu saja pulang bersama Yugyeom yang selalu membawa mobil. Hal itu membuatku hemat, tapi banyak yang mengharapkan hal buruk padaku.
Seperti cepat jadian dengan Yugyeom, aku heran dengan murid-murid di sekolahku yang sangat suka mencocok-cocokkan murid dengan murid lainnya.
Saat aku tiba di rumah aku langsung pergi ke kamar mandi untuk berendam nyaman, aku tidak pernah bisa tidur tanpa mandi. Itu adalah suatu pantangan besar untukku jika tidur tanpa mandi.
Selesai mandi ternyata sudah hampir jam 3 subuh, hoammm... Aku sangat mengantuk.
Baru saja aku mempersiapkan diri sebelum tidur yaitu merenggangkan badan, ponselku berbunyi. Duhh siapa yang menelponku subuh-subuh begini?
"Yeoboseyo?" ucapku tanpa melihat id caller sang penelpon
"Jessica Honey ini aku Ryn" ucap suara diseberang sana
"Mommy" tegurku halus, dia selalu saja bertingkah jika kami ini adik kakak jika sedang teleponan
"Hahahaha... Hhm sayang kau harus bangun sebelum jam 10 pagi besok, Heejoon akan mengantarmu ke Bandara Internasional Incheon. Sebenarnya aku berat mengatakan hal ini padamu nak, ini bukan misi okay. Hanya saja bentuk perlindungan pada keluarga. Kau tau sepupu Mommy yang idol itukan? Angel Cameron. Nah Grupnya akan melaksanakan comeback dan juga anniversary grup yang ke 17 tahun Minggu depan. Tapi karena banyak haters yang tidak suka, mereka melakukan segala hal mulai dari teror ke anggota GT2Y. Tugasmu dan Jeremy hanya menjaga dan menyingkirkan bahaya saja" Jelas Mom panjang lebar, Tante Angel yah aku memang pernah bertemu dengannya beberapa kali
"Tapi kenapa aku akan ke Bandara?" Biasanya idol Korea akan comeback di Korea
"Mereka ingin menyelesaikan syuting MV yang tertunda karena haters. Kau harus menemani mereka ka Thailand. Jeremy sudah di pesawat untuk ke Thailand" jelasnya lagi
Akhirnya aku mendapat liburan juga.
"Tapi Mom bagaimana dengan sekolahku?"
"Itu sudah diurus sayang, lagi pula Mom yakin tidak sekolah setahunpun kau akan tetap bisa mengerjakan soal ujian itu" ucap Mommy
"Okay baiklah. Jadi biarkan aku tidur dulu"
"Baiklah my love. Sleep well Honey. Mom Loves you"
"I love you too Mommy"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Gangster Girl
FanfictionJessica Levine AKA Kim Taehyeon Perjalanan hidup Jessica sembelum menjadi pimpinan Gangster Korea Selatan. Spoiler: Laki-laki itu berusaha bangkit lalu mencoba memukulku, tapi pukulannya tidak mengenaiku dan aku langsung menendang tulang keringny...
