17

3.9K 240 12
                                        

"Kau siap Jess?" tanya Raffael, kami akan masuk sebuah kasino terbesar sekaligus paling berbahaya di Korea.

"Aku siap kapan saja"

Ini sudah jam 10 malam, tapi sepertinya makin larut jadi makin ramai. Menggandeng Raffael adalah bagian dari skenario.

"Selamat Malam, ada yang bisa saya bantu tuan dan nona?" tanya seorang berpakaian sama dengan pegawai lain padaku dan Raffael yang baru saja memasukki Kasino mewah ini

"Saya ingin mencoba sebuah permainan yang menguntungkan. Ini kali pertama saya bermain di Kasino Korea" ucapnya

"Tentu saja tuan. Tapi bukankan nona?"

"Kim Taehyeon. Saya belum cukup umur yah?" kataku memelas ,"sayang? bagaimana ini?" tanyaku tepatnya berpura-pura pada Raffael

"Dia bersama saya. Apakah tidak boleh?"

"hmm.. Tidak. Maaf. Saya hanya mengira jika Nona bersama tuan Yugyeom. Tuan Yugyeom sering kesini beberapa kali setiap minggu" ucapnya

Yugyeom? Sering kesini? Bisa jadi masalah jika aku bertemu dengannya hari ini.

"Jangan percaya gosip buruk seperti itu. Dia adalah tunangan saya. Kami akan menikah setelah dia menyelesaikan sekolahnya" suara Raffael terdengar dingin dan menusuk

"Maafkan saya. Silahkan lewat sini" ucapnya

Kamipun mengikuti langkah kakinya hingga sampai di sebuah bagian gedung yang dipenuhi puluhan pria yang sedang berkonsentrasi pada permainannya, ada juga yang hanya duduk di mini bar. Dan jelas mereka semua di dampingi perempuan, ada yang memang terlihat bersama dan ada yang sengaja disediakan pihak kasino.

"Woah Raffael, kau juga mencoba Kasino di Korea? kupikir kau tetap ingin berada dipuncak" ucap seorang laki-laki yang mungkin berusia seperti Joy pada Raffael.

Apa Raffael mengenalnya?

"Aku bosan di Jepang tidak ada yang mengalahkanku Orlando" ucap Raffael, dia Orlando? Jadi dia yang akan jadi misi kami kali ini.

"Bukannya dia-"

"Kim Taehyeon" ucapku menyambut uluran tangannya

"Aku lebih suka memanggilmu Jessica, Jessica lebih cocok untuk wanita seksi sepertimu" balas Orlando, "Oh maaf jika kau bingung. Aku sepupunya Yugyeom. Pria yang terjerat skandal denganmu" lanjutnya

"Aku tidak peduli. Tolonglah dia milikku, Orlando" kata Raffael dengan nada dingin dan menakutkan

"Haha. Itu hanya skandal Raffael. Ayolah jangan buat moodmu buruk disini. Ayo main"

Setelah itu aku hanya menemani Raffael bermain berbagai permainan yang ada di Kasino ini dengan mudah.

"Aku harus ke toilet sebentar" bisikku pada Raffael, dia hampir saja meninggalkan permainannya jika tidak kucegah "Tidak perlu. Aku bisa sendiri Raff" ucapku membuatnya mengangguk

Aku rasa pakaian in terlalu minim untukku, tapi tidak mungkin aku memakai switer ke kasino kan? Ke toilet hanya untuk mengecek penampilanku saja, aku tidak merasa ingin buang air sekarang.

Lipstik merah di bibirku sangat bukan aku sekali, apalagi pakaian ketat dan super minim yang aku gunakan sekarang. Benar-benar tidak nyaman. Tapi, demi misi, aku harus membiasakannya.

Saat fokus membenahi tasku, aku sampai tidak sengaja menabrak seseorang.

"Eum.. maafkan ak-"

"Hyeona? apa yang kau lakukan disini?"

Rupanya pria yang kutabrak adalah Yugyeom.

"Bukan urusanmu. Yang jelas aku minta maaf dan sekarang aku akan pergi" ucapku lalu segera pergi tapi dia menahan tanganku

"Ikut aku" tidak ingin mencari perhatian, aku langsung mengikuti Yugyeom entah kemana

Kami naik ke lantai atas, disini lebih sepi daripada di bawah. Baru saja ingin bertanya, Yugyeom langsung berbalik dan menciumku.

Karena badannya cukup besar, jadi butuh sedikit waktu hingga aku menyingkirkannya.

"Apa yang kau lakukan? kau bajingan gila" ucapku membentaknya, syukur lipstik yang kupakai adalah water and kiss proof.

"You are to damn hot!! Kenapa kau kesini dengan pakaian seperti itu?" balasnya membentak

"Itu bukan urusanmu!"

"Itu urusanku Hyeona. Kau pacarku! Kau ingat? Dan kau bahkan tidak ada kabar beberapa waktu ini!! Kenapa aku sulit menghubungimu? Kenapa?" Teriaknya padaku, kedua tangannya mengurungku dengan dinding

"Aku jelas bukan pacarmu Yugyeom. Aku kesini bersama seseorang. Lepaskan aku" ucapku pelan

"Bersama siapa heh? Jangan membodohiku"

"Bersama kekasihku tentunya. Dia sedang bersama Orlando, sepupumu, kalau kau tidak percaya"

Kami berjalan beriringan namun aku tetap mempertahankan jarak.

"Aku pikir kau hilang sayang" sambut Raffael dengan raut khawatir dan merubah menjadi kesal karena melihat dengan siapa aku datang "Sini" tariknya lalu memeluk pinggangku

Sepertinya akan ada perang yang akan terjadi diantara mereka berdua.

"Sayang?" ucap Yugyeom seperti mengejek

"Ada yang salah jika aku memanggil tunanganku begitu?"

"Tunangan? Aku tidak yakin kalian bertunangan?"

"Awalnya kami memang merahasiakannya karena kami terlalu muda. Tapi, melihat banyaknya skandal yang tidak benar antara anda dan Taehyeon. Aku lebih merasa aman jika menjaganya langsung seperti ini" Setelah berucap seperti itu, Raffael mencium pelan bagian kiri telinga lalu turun ke leher belakangku.

Aku rasa Raffael juga tidak ingin kalah dengan Yugyeom. Dengan menunjukkan segala kemesraan kami.

"enough" ucap Yugyeom

Hampir saja terjadi perkelahian jika Orlando tidak melerai.

"Yugyeom! Stop it. Jangan ganggu ketentraman kasino ini"

"Lebih baik kita pulang saja, aku ingin mencoba beberapa hal baru denganmu saat di rumah nanti"

Akhirnya kami tidak bisa menjalankan misi dengan rencana karena Yugyeom, dia benar-benar merepotkan.

"apakah dia selalu merepotkanmu seperti itu?" tanyanya, "hhm" jawabku dengan anggukan pelan

"Dia menyusahkan saja"

The Gangster GirlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang