5

4.5K 303 6
                                        

Setidaknya aku tidak akan memalukan siapapun dengan tampilan ini.

Karena kata mommy aku akan menjaga grup idol yang terkenal, aku juga harus berpenampilan bagus hingga tidak memalukan dan tidak merusak penyamaran.

Aku diberitahu Heejoon Ahjussi jika aku akan berpura-pura menjadi Fashion Stylish, dan Jeremy akan berpura-pura menjadi Assistant Manager.

Karena itu aku menggunakan baju crop tee berwarna putih, dilapisi jaket jeans hitam oversize, dan rok pendek yang tidak lebih panjang dari jaketku berwarna hitam. Aku juga menggunakan boots hitam selutut. Untuk riasan aku jelas tidak memakai hal-hal berlebih, hanya bedak tipis dan liptint. Aku membawa koper kecil, bag pack hitam ohh dan jangan lupa sunglasess.

Sesampainya di Bandara aku langsung naik ke pesawat, kata Heejoon Ahjussi klienku sudah berada di dalam pesawat.

Kami duduk di kursi VIP, tidak terisi penuh hanya 9 Anggota GT2Y, aku, mungkin manager mereka, dan 5 orang asing. Mereka tidak menyadari kehadiranku, Tanteku Angel juga mungkin tidak mengenaliku. Itu lebih baik.

Setelah beberapa jam akhirnya kami sampai di Thailand, udara sejek langsung menerpa tubuhku. Setidaknya disini tidak dingin seperti Korea.

Aku turun setelah mereka turun, aku akan mengawasi dari belakang. Sialnya para penggemar mereka yang entah tau dari mana informasi kedatangan mereka mengerubuti mereka di bandara, tapi mereka dijaga oleh belasan body guard. Setidaknya mereka akan keluar dari sini dengan aman.

Jeremy sudah terlebih dulu ada di Thailand, untuk alasan keamanan para member dan staf yang ikut akan tinggal di rumah kami yang ada di Thailand. Aku berasa pulang ke kampung halaman, karena aku tumbuh dan besar disini bersama Jeremy.

"Jessica, ohh Dear aku merindukanmu" ucap Jeremy langsung berlari dan memelukku ketika menjemputku di Bandara

Menenggelamkan kepala diantara leher Jeremy adalah salah satu hal yang kusuka sejak dahulu, dia adalah Laki-laki yang paling kusayang dimuka bumi ini. Bukannya aku tidak sayang pada Daddy dan kakak sulungku, tapi ikatan saudara kembar itu sangat erat.

"Kau makin tinggi Jer" ucapku terkekeh setelah melepas pelukan, Jeremy benar-benar tinggi. Tingginya mencapai 187 cm, dia sudah hampir sama tinggi dengan Daddy dan Kak Joy.

"No I Love you? No Kiss?" tanyanya dengan nada kecewa

"I love you so much Jeremy" ucapku terkekeh lalu mencium kedua pipinya lalu keningnya saat dia sedikit menunduk

Aku tidak peduli menjadi pusat perhatian di Bandara ini asalkan aku bisa melepas rinduku dengan kembaranku ini.

"Ayo pulang" Ajaknya

Bandara cukup dekat dari rumah kami, karena itu tidak butuh waktu lama hingga sampai bandara.

Saat tiba di rumah, ada 2 mobil van putih yang terparkir di depan rumah. Syukurlah tidak menghalangi gerbang. Rumah kami di Thailand memang sedikit tertutup, banyak pengawalan di rumah ini. Hal itu karena saat kami tinggal disini, Grandpa Kevin dan Grandma Hyena tinggal disini juga. Mereka cukup berpengaruh di wilayah Asia, tapi sekarang mereka pindah ke Incheon.

Saat Jeremy selesai memarkirkan mobilnya, seorang pengawal berbicara sesuatu padanya.

"Angel Ahjumma sudah ada di depan sepertinya" ucap Jeremy

"Berarti mobil yang didepan itu adalah mobil mereka Jer"

Setelah dapat konfirmasi dari Jeremy, kedua mobil itupun diizinkan masuk oleh penjaga gerbang.

"Ehh, bukannya kau yang tadi di pesawat?" tanya tante Angel padaku

"Ya. Aku Jessica" ucapku

"Aku Jeremy"

"Angel-ah mereka sepupumu?" tanya salah satu member lain

Sedangkan tanteku masih terpaku denganku dan Jeremy, apa yang salah?

"Jessica, Jeremy? Apakah itu benar-benar kalian?" yakin tante Angel

"Ya itu kami, memangnya siapa lagi" jawab Jeremy

"Mereka adalah Sepupuku" ucap Tante Angel menggunakan bahasa Korea

"Aniyo. Angel Ahjumma, bersikap jujurlah" ucapku, aku juga tinggal di Korea sekarang

"Woah Daebak. Mereka sangat lancar berbahasa Korea" ucap yang lain

"Uri Eomma adalah orang Korea, aku juga tinggal di Korea sekarang" jelasku

"Jessica-ya, jangan panggil aku Ahjumma sayang. Aku ini belum terlalu tua. Bagaimana kalau Eonni" bujuk tante Angel

"Heii, bukannya itu tidak boleh" sambung Jeremy

"Tidak apa-apa. Supaya orang lain juga tidak tau kalau kalian itu keluargaku. Kaliankan akan menyamar jadi stafku"

Setelah sedikit berbincang-bincang akhirnya mereka masuk ke kamar mereka masing-masing. Mereka cukup cerewet walau sudah tidak muda lagi.

Yang tertinggal di ruang tamu adalah managernya, Jisoo-ssi. Dan Seorang Fashion Stylish yang asli, 2 orang Make up artist, 1 Hair Stylish serta aku dan Jeremy.

"Apakah kalian benar keponakannya Angel?" tanya Jisoo-ssi

"Ya, Ibu kami dan Angel Ahjumma adalah sepupu" ucap Jeremy

"Apakah kalian sudah bekerja?"

"Kami masih SMA" jawabku

"Tidak heran lagi kenapa Angel memiliki tinggi seperti itu. Melihat kalian! Aku sudah yakin itu ada di darah kalian"

Kami berbicara tentang jadwal mereka selama di Thailand dan nanti di Korea, jadwal mereka ternyata cukup padat melebihi jadwal sekolahku.

Seorang maid datang memberitahukan jika ada seseorang yang ingin bertemu denganku menggunakan bahasa Thailand, akupun membalasnya dengan bahasa Thailand membuat Managernya Tante Angel sedikit kaget.

"Apakah kalian bisa berbahasa Thailand?" tanyanya terkejut

"Tentu saja. Kami sekolah disini hingga SMP" Jawab Jeremy, aku berjalan keluar ingin melihat siapa yang mencariku.

Jarak dari rumah utama ke gerbang memang cukup jauh, sebenarnya aku bisa saja melihat lewat cctv tapi aku sempat melupakan hal itu ketika aku sudah setengah jalan.

"Nona Muda" sapa penjaga gerbang menunduk padaku

"Ada 2 orang laki-laki yang ingin bertemu dengan Nona Muda" ucap penjaga yang lain

Akupun melihat keluar gerbang melalu pos yang ada disamping gerbang.

"Tenten? Shone?" ucapku bersemangat, mereka adalah sahabatku. Kami satu sekolah, dan memiliki hobi yang sama yaitu sesuatu yang berhubungan dengan komputer.

"Kupikir Beer berbohong saat melihatmu di mobil" ucap Tenten menyebut nama kakak tampannya, dia juga tampan loh.

"Kau! Kau jahat sekali pergi tanpa pamitan pada kami! Kau juga tidak mengabari jika akan datang" omel Shone

"Maafkan aku, tolong jangan marah padaku" ucapku dengan membujuk mereka menggunakan aegyeo kalau kata orang Korea

"Sudahlah. Aku ingin banyak berbincang denganmu Jessica" ucap Shone

"Aku tidak bisa keluar rumah. Bagaimana kalau di dalam saja, aku baru saja sampai. Aku masih jet lag" ucapku hingga mereka tidak bisa menolak

The Gangster GirlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang