14

2.4K 72 6
                                        

"kemana Lizzy? kenapa belum sampai juga? padahal kan jarak hotel dengan restoran ini cukup dekat. bahkan berjalan kaki saja tidak sampai 5 menit." ucap cam yang khawatir dengan Lizzy karena tak kunjung muncul di restoran ini. Cam sudah menyiap kan fasilitas mewah di restoran ini lengkap dengan makanan terbaik di restoran ini. tak lupa ia memakai tuxedo yang ia pinjam dari nash karena tak mungkin ia kembali ke kamarnya karena ia ingin mensurprise-in Lizzy.

karena tak kunjung muncul, ia pun menelepon bodyguardnya.

"jemput istriku di kamar 301." kata Cam kepada Bodyguardnya.

setelah 15 menit, deringan tanda telpon masuk muncul di ponsel Cam. dengan sigap ia mengangkat telpon itu.

"maaf Tuan, nyonya Lizzy tak ada di kamarnya." ucap bodyguard itu kepada cam.

serasa di timpa batu besar, segera ia berlari menuju hotel dan menaiki tangga menuju kamar nya. disana ia mendapati boydguard itu sedang mengetuk kamar Lizzy namun tak kunjung terbuka.

"minggir kalian!" ucap Cameron.

segera ia mengetuk kuat pintu kamarnya. namun tak ada jawaban.

"Liz.. aku tau kamu di dalam. aku mohon keluar lah. jangan membuat aku khawatir." kata cam.

tak lama kemudian, beberapa anggota Magcon segera naik ke kamar Lizzy karena mereka mendapat pesan dari Cam.

tak ambil pusing, cam segera mendobrak pintu kamar itu. ga peduli pintu itu rusak atau engga, rugi atau engga, karena ia sekarang sedang memikirkan Lizzy. setelah pintu itu terbuka, ia tak mendapati sosok Lizzy. bahkan di kamar mandi juga.

ia mengusap wajahnya kasar karena merasa dirinya tak becus menjadi suami.

"TUGAS KALIAN APA HAH?! MENGAPA KALIAN TAK MENJAGA LIZZY?!" teriak Cam kepada bodyguardnya.

"maafkan kami Tuan. tapi nyonya Lizzy yang menyuruh kami tidak usah terlalu menjaganya." kata salah satu bodyguard itu kepada Cam.

"JADI?  KALO MISALNYA LIZZY NYURUH KALIAN LOMPAT DARI ATAS SINI KALIAN MAU JUGA?! IYA?! JAWAB!!" teriak Cam yang hanya dijawab dengan tundukan bodyguardnya.

semua terdiam. Cam pun menangis di pinggiran kasur. Nash pun menghampiri Cam dan mengusap punggung cam pelan seraya menenangkannya.

"kami akan membantu mu mencari Lizzy." kata Nash. ia pun mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar, kemudian keluar kamar untuk mencari barang yang mungkin terjatuh waktu Lizzy menghilang.

dan dugaannya tepat, ia mendapati ponsel Lizzy yang tergeletak di lantai lorong hotel itu. segera nash bawa kepada cam.

"ini. aku menemukan ponsel Lizzy." kata nash menyerahkannya kepada Cam.

Cam pun menerimanya dan mengecek log panggilan terakhirnya namun ternyata panggilan terakhirnya hanya dengan mertuanya. tak ambil pusing, segera ia membuka sms terakhir yang Lizzy terima. hanya dirinya, mertua nya dan beberapa nomor tak dikenal. ia segera membuka pesan tersebut dan mendapati bahwa Lizzy sedang di teror oleh seseorang.

cam mengepalkan tangannya kuat sehingga memunculkan urat kekar di tangannya. timbul keemosian di matanya. segera ia menelepon seseorang yang ia yakini bisa membantunya untuk memecahkan masalah ini.

"nash bilang ke manager kita untuk mengundurkan Magcon Tour Eropa. aku ingin kita fokus ke masalah Lizzy." ucap Cam setelah menelepon seseorang.

"baiklah cam." kata Nash dan segera menelepon ke manager mereka.

dilain tempat

seorang perempuan dengan keadaan yang sangat berantakan, terduduk disuatu kamar dengan keadaan mulut terlakban dan kaki serta tangannya terikat dengan tali belum sadarkan diri karena ia mengalami benturan kuat di area kepalanya.

gerombolan lelaki tegap dengan seorang perempuan menggunakan cadar dan kacamata hitam memasuki kamar yang ditempati oleh perempuan naas itu. banyak kalian yang bertanya-tanya siapa perempuan naas itu. ya, dia adalah Lizzy. segera perempuan bercadar itu menampar perempuan naas itu untuk menyadar kan dia.

PLAK!

satu tamparan berhasil menyadarkan Lizzy. ia menyipitkan matanya karena silaunya lampu yang berlomba-lomba memasuki bola matanya. Lizzy tak melihat jelas siapa perempuan yang ada di depan matanya itu. karena perempuan itu memakai cadar dan kacamata hitam. Lizzy mengedarkan pandangannya ke sekitar dan mendapati lebih dari 10 orang lelaki tegap sedang mengawasi dirinya.

sekali hentakan jambakan dilakukan oleh perempuan bercadar itu kepada Lizzy. Lizzy menangis menahan sakit karena jambakan itu.

"asal kau tahu, kau  adalah seorang perempuan yang tak tahu diri karena telah merebut kepunyaan orang lain." kata perempuan itu sambil menjambak Lizzy.

Lizzy pun tak bisa menjawab karena dirinya sangat pusing akibat benturan yang belum pulih ditambah jambakan perempuan bercadar itu. ia merasa kepalanya akan pecah karena pusing.

"kau itu tak tahu malu karena dengan beraninya menikahi lelaki perempuan lain tanpa sepengetahuan dirinya." kata perempuan bercadar itu sambil menjambak lebih kuat lagi kepada Lizzy.

dengan tanggapan yang sama Lizzy tak bisa menjawab karena ia amatlah pusing dan sulit mencerna perkataan lawan bicaranya.

"asal kau tahu saja Lizzy, aku akan membuat dirimu lebih menderita dari ini jika kau tak menyerahkan cam kepadaku!" kata perempuan bercadar itu kepada Lizzy melepaskan jambakannya dan menyisakkan beberapa helai rambut yang tertarik akibat jambaka perempuan itu.

Lizzy sedikit mencerna perkataan perempuan itu dan berusaha menjawab dengan susah payah.

"ka--kamu jo-jo--joey bukan? as--as--asal k--ka--kau tahu sa--ja. Cam tak a--ka--akan kem--ba--li pa---da--padamu. karena ia a-ad--adalah su--sua--suami-ku." ucap Lizzy tertatih tatih.

perempuan bercadar itu geram melihat Lizzy.

"KAMU LIHAT APA YANG BAKAL AKU PERBUAT UNTUKMU KARENA KAU SUDAH BERKATA SEPERTI ITU PADAKU!!." ucap perempuan itu kepada Lizzy.

Lizzy terkekeh melihat perempuan itu dan sekarang ia tak takut lagi dengan Joey. malahan, ia merasa tertantang untuk menghadapi joey. ia juga yakin bahwa Cam sekarang sedang berupaya menolongnya.

"AWAS KAU LIZZY!" ucap perempuan itu seraya pergi keluar diikuti bodyguardnya.

"coba saja kalau bisa. dasar ular kau!" kata Lizzy tak kalah berani.

setelah itu, tinggalah dirinya seorang di kamar itu. ia mau mencari tasnya dan berusaha menelepon dengan ponselnya. namun, tas nya tak ada dan ia baru ingat bahwa ponselnya terjatuh saat ia di sergap oleh 2 bodyguard joey.

gimana caranya aku bilang ke cam? ujar Lizzy dalam hati.

noh. gue kasih 2 part sekaligus noh. bahagialah kalian.

Married With Him ? (Cameron Dallas)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang