3

7.3K 241 4
                                        

Entah kenapa gue ngerasa aneh hari ini. Masa, mom gue nyuruh gue buat kerumah sebelah untuk ngantar kue sekaligus ngundang makan malam sih? Kenapa ga mom aja sih? Kan gue sekarang mau meeting di kantor tentang Tour gue sama MAGCON. Aelahh. 

"Cameron, nak. Tolong antarin ini kue ya kerumah tante Raya ya, sama tolong titip salam buat datang ke acara makan malam nanti ya. Biar hubungan tetangga kita bisa lebih dekat lagi. Bisa kan sayang? " Kata mom gue.

"Iya mom. Bisa. Tapi untuk apa sih makan malam segala. Repot tau mom. Baru kenal juga." Kata gue cemberut. "Sudahlah. Sekali-sekali nurut kata mom kenapa? Kalo tadi ada Sierra, boleh. Ini kan kakak kamu udah nikah. Jadi tinggal kamu anak mama. Masa mama ga boleh minta tolong? Ayok dong sayang. Ya " kata mom gue.

 Gue pun memberi wajah cemberut sambil mengambil kue tadi dan pergi kerumah sebelah. "Hati-hati cam" kata mom gue sambil melambaikan tangan nya.

 "Allright mom". Kata gue sambil melajukan mobil gue kerumah sebelah dan sekalian pergi ke kantor. 

TOK!!TOK!!TOK!! 

"TANTE, TANTE RAYA. INI SAYA CAMERON DARI RUMAH SEBELAH" Kata gue setengah teriak.

"Sebentar!!! Lo?? Kok lo?? Ngapain kesini??" Kata seorang gadis yang katanya bernama Lizzy yang kemaren datang ke rumah ku. Ingatkan?

 "Eh, gue kesini mau ketemu mom lo, bukan lo. Mau kasih ini kue dari mom gue. Mom lo ada? " Kata gue sewot. 

"Ada kok. Entar ya." Katanya. Kemudian datanglah seorang wanita paruh baya dengan kulit yang terbilang masih awet muda. 

"Oh nak Cameron. Kenapa ya?" Kata tante Raya.

"Ini tante, tadi ibu saya ingin memberi kue kepada tante katanya sebagai ucapan terima kasih atas surat semalam. Dan oh iya, ibu saya juga ingin mengajak tante dan sekeluarga untuk makan malam di rumah saya. Apakah tante bisa?" Kata gue panjang lebar. 

"Ohh. Tentu bisa. Masuk dulu nak. Jam berapa ya?" Kata tante Raya. 

"Oh tidak usah tante. Lagian saya ingin berangkat ke kantor kok. Hmm, jam 7 tante. Semoga tante bisa datang. Selamat pagi tante." Kata gue sambil pamit pergi mau ke kantor. 

"Ehh tunggu dulu Cameron. Lizzy, sayang cepat turun. Cameron, apakah kantor mu di jalan Florida Street? Kalo iya, bolehkan kamu antar Lizzy ke kantornya. Soalnya sepertinya dia terlambat." Kata tante Raya.

 Aelahh. Kalo bukan karna tetangga, gue juga malas ngantarin tuh bocah.

Gue pun anggukin kepala gue menandakan kantor gue memang dekat sama. 

"Apasih mom? Manggil-manggil? "Kata Lizzy. 

"Lizzy kamu diantar Cameron ya, kantor Cameron juga didekat kantor kamu. Kalo perlu, amu pulangnya sama Cameron juga. Soalnya kakak kamu lagi ada urusan mendadak sama dad di LA." Kata tante Raya. 

Lizzy pun syok mendengar nya. Kemudian menganggukan kepalanya dan kemudian mencium tangan ibunya dan memasuki mobil gue. Gue pun pamit pergi kepada mom Lizzy dan melajukan mobil gue dengan cepat.

 "Ehh, lo nanti pulang jam berapa? Biar gue tau jemput lo. Dan dimana kantor lo? " Kata gue singkat kepada Lizzy. 

"Jam 4. Tuh, belok kanan langsung nyampe." Kata Lizzy ga kalah singkat. 

Dan gue pun belok ke kanan dan memberhentikan mobil. Kemudian dia, langsung pergi dan mengucapkan terima kasih. Gue pun menggeleng kan kepala sambil melajukan mobil ke kantor gue.

~~

Ini udah jam 3.50. Berarti 10 menit lagi, Lizzy pulang. Gue pun mempercepat laju mobil gue kearah kantor gue. Dan langsung masuk ke pekarangan kantornya Lizzy. Wow. Satu kata yang ku ucapkan saat melihat seragam Lizzy yang berbeda diantara karyawan yang lain dan bisa kusimpulkan kalo Lizzy adalah seorang CEO dari KEENAN GROUP. Wanita yang cukup sukses di usia muda nya. Dan gue terpukau.

Apaan sih cameron!! Lo kan benci sama dia. Aelahh. 

Dan tak berapa lama, Lizzy memasuki mobil ku dan mengucapkan hi pada gue yang gue balas dengan hi juga. Dan gue pun membawa pulang Lizzy dengan selamat. Dan tak lupa makan malam.

~~

Makan malam pun dimulai. Mom gue maupun mom nya Lizzy. Suasana khidmat pun terjadi sampai mom gue berkata,

"malam ini, aku ingin membicarakan tentang kalian berdua. Iya kan Raya? " Kata mom menunjuk kerarah gue dan Lizzy dan mengedipkan mata ke tante Raya dan tante Raya pun menganggukan kepalanya. 

"Apaan mom? Jangan membuatku dan Lizzy penasaran" kata gue kepada mom. 

"Kami ingin kalian bertunangan dalam waktu 1 minggu lagi. Kemudian minggu depannya, kami ingin kalian menikah." Kata mom tenang. 

Lizzy yang mendengarnya pun tersedak saat dia makan sosis bakar. 

"Apa?!?! Maksud mom menikah? Aku dan Lizzy? Menikah? Oh, mom. Kami berpacaran saja belum. Dekat aja belum. Dan tidak tau satu sama lain. Dan mom mau kami bertunangan selama 1 minggu kedepan?" Kata gue dengan emosi.

"Tenang dulu cam. Untuk itu, kami memberi kalian waktu 1 minggu untuk saling mengenal. Dan untuk mu cam, setiap pergi dan pulang kamu menjemput Lizzy ya." Kata mom. 

Oh mom, ini bukan zaman siti nurbaya. 

Aku pun menganggukan kepala ku dengan berat. 

oh Tuhan ini mimpi buruk.

23 juli 2016

Married With Him ? (Cameron Dallas)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang