part 5

2.9K 190 18
                                        

Akhirnya bisa lanjut juga. Karena musim paceklik, kuota sampe kering kerontang 😂😂😂.
Happy reading buat yang setia nunggu. Ada sedikit surprise, semoga pada engeh. 😉😉

Fiona baru saja berendam air hangat, rasa lelahnya terasa hilang setelah seharian ini bekerja dengan Fidel. Ia tidak hentinya memikirkan kode brangas itu. semua pekerjaannya akan lebih mudah jika ia bisa membukanya. Ia tidak perlu menikah dengan Fidel, laki-laki itu tidak akan kecewa terlalu lama. Yang pasti setelah ia mendapatkan apa yang di cari bos, ia bisa pergi kemana pun ia mau. Dan bos sudah berjanji akan melepaskannya.

Tapi, apakah ia sanggup hidup tanpa Fidel?

Entah kenapa pertanyaan itu tergelitik di hati Fiona, ia seakan ingin menangis jika mengingat itu. Tapi, ia yakin itu tidak akan sulit. Setelah ia pergi, ia akan mendapatkan laki-laki lain, dan ia akan bahagia.

Tapi, apa mungkin ada yang sebaik Fidel?

Fiona menggelengkan kepalanya, ia tidak boleh lemah. Semuanya sudah ia siapkan dan semuanya sudah ia atur. Setelah pekerjaan ini selesai ia bisa pergi kemana pun ia inginkan. Tanpa ada siapapun yang bisa mengganggunya. Tanpa ada siapapun yang bisa mengancamnya. Tanpa ada siapapun lagi dalam hidupnya. Hanya sendiri. sama seperti waktu ia lahir.

Fiona duduk si kasur besar di kamarnya, dengan pakaian tidur selutut yang di kenakannya. Jam berdetak menunjukan pukul tujuh malam. Sebentar lagi ia harus keluar untuk ikut makan malam bersama keluarga. Jika ia bisa memilih, Fiona lebih nyaman makan sendirian, atau bersama para pelayan.

"Fiona, ayo makan." Fiona terkejut saat mendengar suara Ilona. Ia berdiri dan mengikuti Ilona yang sudah lebih dulu keluar. Fiona tahu, usia Ilona dan dirinya sama. Seharusnya ia bisa seperti gadis cantik itu. Bahagia, merasa aman dan di cintai keluarganya. Rasanya sangat menyakitkan saat ia melihat Fiona dan membandingkannya dengan dirinya.

Ilona duduk di bangku meja makan. Seperti biasa ia duduk di samping Fidel yang langsung memberikan menu makan malam untuknya. Fivel terlihat kesal dengan ponselnya. Berulang kali ia mengutak-atik ponselnya dan menaruhnya di meja makan.

"Ada apa, Fivel?" tanya tuan Adrel.

"Ponselku rusak. Salah satu temanku mengutak-atik kode ponselku dan membuat ponselku rusak." Ucap Fivel dengan kesal.

"Sudah, tidak usah kamu pikirkan. Nanti dad akan berikan ponsel baru untukmu." Ucap tuan Adrel. Fiona tersenyum miris dalam hati. Ia mendapatkan ponsel dari tuan saja, karena ia harus menjalani misi ini. Dan mereka mengganti ponsel seperti mengganti baju.

Fiona mendesah pelan dan melanjutkan makanannya. Walau sebenarnya ia sedikit kurang bernapsu untuk makan. Pikirannya masih tertuju pada kode brangkas." Dad, aku ingin bertanya," Ucap Fivel." Menurut dad, kode apa yang sulit di di ketahui orang. Agar teman-temanku tidak asal mengacak kode ponselku." Lanjutnya. Fiona menolehkan kepala tanpa ketara. Ia tidak tahu apa maksud anak kecil itu bertanya seperti itu. Tapi ia tahu, apapun yang di jawab tuan Adrel akan sangat membantunya.

"Dad lebih sering menggunakan angka-angkat kesayangan dad. Lalu mengacak angka itu dan menjadi sebuah kode yang tidak di sangka-sangka." Ucap tuan Adrel. Ia kembali melanjutkan makanannya.

"Dad ingin memberitahukannya padaku?" Fiona semakin menatap Fivel dan tuan Adrel bergantian. Ia berharap semuanya akan selesai malam ini.

"Tidak!" itu bukan suara tuan Adrel, melainkan cowok tampan di sampingnya. Fidel." Jika dad memberitahukan kode itu padamu. Sudah pasti seluruh uang di brangkas itu akan habis." Ucap Fidel. Membuat semua orang tertawa. Fiona pun memaksakan tawanya dan menghela napas berat. Tanpa ketara, ia menunduk dengan wajah murung. Ia pikir, semuanya akan selesai hari ini.

gentleman Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang