Tanpa sadar,mereka pun sampai disekolah tepat waktu. Mereka turun dari mobil,arief membuka kan pintu untuk rara. So sweet. Dan mereka berjalan ke kelas sambil pegangan tangan. Dan mereka tidak menyadari itu.
Semua siswa melihat kejadian so sweet itu. Ada yang menatap tajam kepada rara karena arief itu idola para wanita di sekolah itu. Iri? Ya emang iri,siapa yang gak iri coba,orang yang disuka malah pegang tangan org lain. Ditengah keramaian itu,shasya langsung menarik paksa tangan rara,sontak rara kaget. Arief menghampiri rara dan shasya yang sedang dorong dorongan.
"Eh,ngapain lo pegang tangan my bebeb hah?!" tanya shasya sambil mendorong rara.
"Arief yang megang tangan gue,bukan gue minta" ucap rara berusaha tegar.
"Hah? Arief yang megang? Gak salah tu?" ejek siswa yang memakai pita pink. Anak alay kayanya. Namanya frisa,anak yang mengagumi arief sejak lama.
"Mana ada maling yang ngaku. Kalo ngaku udah penuh tuh penjara" sindir tere.
"Bener sya,gue gak minta dia pegang tang..." ucap rara terpotong.
"Alah gak usah boong!"ucap she sambil mendorong rara hingga terjatuh.
"Heh rara,lo jangan keganjenan sama my love gue ya. Murahan banget si lo" ucap shasya. Rara langsung bangkit dan langsung mendorong shasya hingga jatuh.
"GUE BUKAN MURAHAN!!" ucap rara,rara pun segera pergi dan arief menahan tangan rara.
"Lepasin gue rief!" ucap rara memberontak. Arief pun mengejar rara sampai dipintu belakang.
Dipintu belakang,rara nangis dan disitu sepi. Hanya ada arief dan rara. Suasana hening,hanya ada suara tangisan rara yang terisak isak.
"Ya udah,gak usah nangis terus" bujuk arief yang sambil memberikan pundaknya untuk bersandar. Rara pun bersandar di pundak arief.
***
"Nanti jalan yuk" ajak andin ketika keluar kelas,udara panas menyambut mereka yang ketika berada diluar kelas.
"Yapp! Kemana?" tanya nadya bersorak gembira seraya menunjukkan senyum pepsodentnya.
"Kemana ya? Mmm mm.." andin berfikir kemana kita akan jalan. Tampak wajah rara tak secerah dan segembira biasanya. Wajah rara murung. Yap murung. Itu pasti karena masalah tadi pagi.
"Lo kenapa ra? Ko diem aja dari tadi?" tanya nadya yang melihat rara sedari tadi melamun. Rara tersentak kaget dan menatap nadya.
"Ohh..eng..mm..gapapa kok"ucapnya gugup. Seperti banyak pikiran.
"Lo ikut kita jalan kan?" tanya andin yang dibalas hanya anggukan rara. Mereka pun berjalan kekantin. Dikantin,mereka melihat angga,fauzan,alfath,bisma dan arief Telah menunggu mereka. Nadya,andin dan rara menghampiri mereka. Tiba tiba saja arief langsung pergi tanpa permisi. Tanpa menatap rara. Tanpa ngomong apa apa.
"Eh rief,kemana lu?" tanya angga,arief pun mengangkat tangan kanannya sambil berjalan. Apa maksusnya?. Terserah dia lah.
"Tuh si arief kenapa?" tanya andin sambil menunjuk arief dengan dagunya.
"Au ah..tu anak emang aneh." ucap fauzan. Mereka lalu mencari topik pembicaraan.
"Gimana kalo kita nanti jalan?" tanya nadya.
"Kemana?"tanya alfath.
"Ke taman aja. Kan seru." saran angga.
"Oke sip! Kita ngumpul dirumah arief oke" ucap bisma. Bel masuk pun telah berbunyi. Mereka pun bubar dan pergi kekelas untuk memulai pelajaran.
***
Bel pulang sekolah pun telah berbunyi. Rara keluar dari kelas nya yang diikuti dua sahabatnya. Rara pun mencari arief untuk pulang bareng. Rara telah mencari kesana kemari tapi arief ga ada. Rara pun pergi ke parkiran dan melihat arief sedang menunggunya di mobil.
"Kok lo gak nungguin gue sih?" tanya rara sambil berlari kecil menghampiri arief yang bersandar santai di mobil.
"Masuk" ucap arief dingin. Lalu mereka jalan pulan menuju rumah rara karena arief harus menghantarkan rara. Disaat jalan pulang,suasana hening. Tidak ada yang membuka pembicaraan.
"Lo kenapa diem aja?" tanya rara membuka pembicaraan dan tetap saja. Arief diam. Rara pun diam.
Setelah sampai dirumah rara,arief tidak membukakan pintu untuk rara.
"Mulai besok gue gak bisa jemput lo" ucap arief. Rara pun mau turun tiba tiba gak jadi.
"Lho,kenapa?" tanya rara. Arief pum diam aja. Rara pun turun dengan kesel. Dari tadi dia dikacangin. Siapa juga gak kesel dikacangin.
***
Mereka akan jalan jalan ke taman. Rara,nadya,andin,alfath,bisma,fauzan,angga sudah sampai dirumah arief. Angga dan bisma pun masuk ke kamar arief.
"Hey bro. Lo ada acara gak? Sibuk gak?" tanya angga basa basi.
"Gak ada. Kenapa?" tanya arief mengangkat alis kanannya.
"Mending ikut kita aja ke taman" ajak angga.
"Rara ikut?" tanya arief dingin.
"Ya iya lah dia ikut. Dia yang ngajak" ucap bisma.
"Gak ah males gue" ucap arief menolak.
"Lo kenapa bro. Kok dingin" tanya angga yang dibalas gelengan arief. Mereka pun turun ke bawah tanpa arief.
"Lho ariefnya mana?" tanya nadya.
"Ga mau ikut. Katanya males"ucap angga. Lalu mereka pun keluar dari rumah arief. Mereka have fun di taman. Kaya date gitu deh.
Mereka have fun fun and fun banget. Mereka butuh refreshing untuk otak mereka. Mereka ketawa ketiwi trus pergi ke caffe dekat taman untuk menghilangkan haus mereka.
Setelah beberapa lama nongkrong dicafe,mereka pun pulang. Dijalan pulang,mereka melihat wajah rara yang murung. Tak seceria biasanya.
"Kenapa ra?"tanya angga.
"Gapapa"ucap rara dingin. Mereka pun sampai dirumah rara dan pergi lagi. Rara pun masuk ke kamarnya dengan perasaan kesel dan sedih.
Hola! Gimana eps kali ini? Arief kenapa ya? Kok dingin gitu? Ada yang bisa jawab?
Sebelum jawab,kalian bubidayakan voment dong.
Thank for reading me novel and see you next eps.
Thank you.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kenangan Terindah
RomanceKenangan yang indah akan menyakitkan karena terlalu indah. Kenangan buruk juga akan menyakitkan karena terlalu buruk.
