Kim Eun Hee tersadar akan lamunannya ketika hpnya berdering, dia segera mengangkat teleponnya
"Nde, yeoboseo?"
"Eun Hee-ya kau dimana?" Tanya Jung Minji di sebrang teleponnya
"Eoh, seperti biasa..memang kenapa?"
"Aku ke sana ya? aku bosan di rumah."
"Iya terserah kau Minji-ya"
"Arra, aku akan segera ke sana" ucap Minji lalu menutup teleponnya.
***
Eun Hee dan Minji berjalan menyusuri Sungai Han sambil menikmati minuman yang ada ditangan mereka masing-masing.
"Eun Hee-ya liburan musim panas ini rencana kau akan ke mana?"
"Aku tidak tahu, aku sama sekali belum memikirkannya, kau sendiri?"
"Mungkin aku akan berlibur dengan appa, eomma dan Hosoek oppa kalau appa dan eomma ada waktu luang, dan mungkin juga aku akan banyak waktu untuk berkencan dengan Sehun oppa, hehehe" jawab Minji dengan cengiran khasnya.
"Oh ya, bagaimana dengan paman dan bibimu? Apa mereka masih tetap memperlakukanmu seenaknya?"
"Yahh begitulah tidak ada perubahan, mereka akan baik kepadaku hanya pada saat setelah eomma-ku mengirimkan uang pada mereka."
"Sabar Eun Hee semua pasti akan indah pada waktunya." Ucap Minji tersenyum seraya memeluk temannya dan mereka tersenyum bersama.
***
"Ini sudah jam berapa Minji-ya?" Tanya Eun Hee,
" jam setengah 5, kenapa ?"
"Omo, aku harus segera ke tempat kerjaku, kalau sampai terlambat gajiku akan dipotong." Jawab Eun Hee lalu berdiri.
"Kenapa kau selalu mementingkan pekerjaanmu yang bahkan kau bisa datang seluang waktumu kata sepupumu."
"Aniya, walaupun Seokjin oppa yang punya aku harus tetap bertanggung jawab sebagai karyawannya"
"Hmm.... Arraseo, kalau begitu akan kuantarkan" ucap Minji lalu mereka meninggalkan Sungai Han.
"Eun Hee-yaa tumben kau telat, biasanya kau akan datang satu jam sebelum jam kerjamu." Ucap Kim Seokjin seraya duduk disamping sepupunya.
"Mianhae oppa, aku tadi pergi ke Sungai Han dengan temanku dan tidak sadar waktu cepat berlalu" jawab Eun Hee sambil menunjukkan deretan giginya yang rapi.
"Aigoo kenapa terburu-buru sekali ke sini, harusnya kau bilang padaku dan aku akan meminta yang lain untuk menggantikanmu, kau bahkan tidak pernah libur bekerja." Ucap Seokjin seraya mengelus puncak kepala adik sepupunya.
"Aniya, aku sangat senang berada disini oppa."
"Bagaimana kabar paman dan bibi ?"
"Mereka baik-baik saja oppa, Sang Ra juga sudah mulai bersekolah, kapan kau akan berkunjung kesana?" jawab Eun Hee semangat dan mencoba menutupi kenyataan yang sebenarnya terjadi karena dia terlalu pintar untuk menutupi penderitaan yang selama ini dia rasakan
"Aku belum tahu, belum ada waktu untuk kesana karena banyak pekerjaan, kalau ada waktu luang aku akan berkunjung kesana."
"Arraseo."
Eun Hee duduk di taman kota karena dia masih terlalu malas untuk pulang ke rumah.
Merasa ada yang menepuk bahunya, dia menoleh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Maybe I Love You
FanfictionKetika keadaan mengharuskan untuk menangis, tak usah berpura, menangislah. Tak semua air mata berarti lemah :))
