Setelah seharian menemaniku dirumah duka, Suzy terlihat begitu pucat. Aku ingin memberitahu nya tentang perjodohan ini namun aku tidak tega jika harus membuatnya bersedih dan bahkan kecewa padaku.
"Suzy~si kamu harus istirahat, pulang lah aku akan mengantarmu. Besok kamu harus tampil cantik. Lihat muka mu sekarang membuatku ingin membelikanmu seperangkat alat make up" ucapku berusaha menggodanya
"Aishhh.. Aku khawatir kamu akan sedih jika tidak aku temani." jawab Suzy
Akhirnya dia mengikuti perintahku, kami pun melaju ke rumah Suzy.
"Suzy~si kamu ingin kado apa?" tanyaku memecah kesunyian
"Aku tidak ingin apa-apa Oppa, berada disamping kamu pun adalah kado paling berharga untukku" jawabnya
Perkataannya itu membuatku semakin tak kuat menahan air mata, aku membelokkan mobilku dan memarkirkannya dipinggir jalan. Kami pun berbicara sebentar di pinggir jembatan kota Seoul
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ada apa Oppa?? Kenapa kamu menangis??" tanyanya yang bingung melihatku seperti ini
"Sepertinya kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini" ucapku kemudian
Bagai petir yang menyambar disiang hari, Suzy hanya terdiam mendengar pernyataan sepihakku itu. Wajahnya kemudian memerah dan menjatuhkan air matanya.
"Wea Oppa??? Kenapa tiba-tiba kamu bicara seperti itu?? Katakan padaku ini becanda kan? Oppa ini tidak lucu" jawabnya sembari menaikan intonasi suaranya
"Suzy~si mianhe, aku harus bicara ini. Sebelum appa meninggal beliau ingin aku menikahi wanita pilihannya. Aku sudah berjanji dan aku ingin minta ma'af padamu. Mianhe sudah membuatmu kecewa, mianhe sudah membuatmu terluka. Mianhe" hanya kata ma'af yang bisa aku ucapkan saat ini, aku tau perasaan Suzy sekarang dia tak lagi berbicara. Suzy menangis tersedu-sedu dihadapanku sepontan aku pun merangkulnya hingga akhirnya dia menangis di pangkuanku.
*** Han Hyo Joo pov
"Hyo Joo kamu tidak ke kampus??" tanya Mama saat melihatku hanya membolak balik majalah fashion di ruang tamu
"Besok ya omma, hari ini aku sedang malas" jawabku sambil terus membolak balikkan majalah itu
"Dasar kamu..." (buk buk buk) mama memukulku karena melihatku hanya bermalas-malasan dirumah
" omma sakit, " aku berusaha menghindarinya
Kemudian terdengar suara mobil berhenti didepan rumah kami. Mama yang tadi memukulku mengalihkan pandangannya kepada mobil tersebut. Setelah menunggu beberapa saat seorang wanita muda cantik keluar dari mobil itu.