Karena penasaran dengan rasanya aku pun mencicipi ocha (tes) tersebut. Aku sangat yakin gula yang aku tuangkan cukup banyak tidak mungkin rasanya hambar
"Oppa kamu berbohong ocha (teh) nya manis" ucapku kesal
"A.. Jinjjayo? (benarkah) coba sini aku minum lagi" pintanya
Aku pun kembali mendekatkan cangkir tersebut ke bibir oppa.
Srruuuppptt...
"Ahh sekarang menjadi manis, mungkin karena ada bekas bibirmu" goda nya
"Oppa..." berhenti menggodaku seperti itu
Aku pun melingkarkan tanganku dari belakang bahunya, kemudian memeluknya erat.
"Hey aku bisa merasakan debaran jantungmu chagia (sayang)" ucapnya
"Bagus lah kalau begitu, karena aku tidak perlu mengatakan apa-apa oppa" ucapku.
"Oppa sebentar lagi salju pertama akan turun, aku ingin melihat dan berjalan-jalan bersamamu." pintaku sambil tetap bergelayutan dibahunya
"Keureh (baiklah) aku kan menuruti keinginanmu itu." jawabnya