4. Dia Hadir

42.2K 1.5K 23
                                        


Aku hanya menikmati rasa yang hadir, tapi tak berharap banyak, hanya menunggu dan menanti apa yang telah direncanakanNya.
-Floren Zamorach-

Kata yang ingin ku ucap..
Keadaan yang kini ku rasakan..
Sama! aku merindukannya, sangat.
I Miss U.

Sudah dua bulan James menghilang tanpa kabar , bahkan teman-temanya pun juga sudah pasrah mencari James begitupun dengan Elyzt dan Alexa.

Lalu aku? apakah aku juga pasrah? jawabannya adalah tidak! aku semakin gencar mencarinya, hatiku sudah terlanjur dengannya dan kini juga ada makhluk kecil yang sedang tumbuh di rahimku. Aku mengetahuinya sejak dua minggu yang lalu. Aku telah mengandung benihnya.

Aku pernah kecewa, marah dan benci pada James. Namun, aku tidak pernah menyesal memberikan tubuhku padanya. Bukan maksud aku adalah perempuan murahan, itu semua ku lakukan karena aku mencintainya.

Flashback

"Mbak Flo gak kekampus?" Tanya mbak surti yang sedang menyiapkan menu makan dimeja makan.

"Enggak mbak sur, Flo libur hari ini. Ada yang bisa Flo bantu?"

"ehh.. enggak kok mbak, ini juga udah selesai. Mbak Flo cepat makan." perintah mbak surti.

"Iya, maaaa ayok makan." teriakku sambil duduk dikursi meja makan besar.

"Iya sayanggg." Mama menuruni tangga dan berjalan ke meja makan.

"Ayok Sur, kamu juga makan dulu."

"Iya nyonya."

Entah kenapa aku merasa ada yang tidak beres dengan tubuhku, tiba-tiba saja rasa mual dari dalam perutku keluar.

"hoek.."

Aku melototkan mata sambil menutup mulutnya, karena aku rasa ini sungguh tidak sopan apalagi didepan mama.

"Hoek.."

"Hoekkk.."
tanpa disuruh, suara itu keluar sendiri dari mulutku.

"Kamu kenapa sayang? kamu sakit Flo?" Mama yang panik melihat aku mual-mual.

"Gak tau nih ma, hoekk..."

"Aduh mbak Flo mungkin masuk angin nih, sebentar aku ambilin minuman hangat dulu." ucap Mbak surti kemudian lari kedapur.

"Cepettt ya Sur!" teriak mamaku.

Aku berlari menuju kamar mandi yang ada dilantai bawah. Mama dengan khawatirnya mengikutiku dari belakang.

"Hoekk.."

"Hoekk.." Aku terus mengeluarkan mual yang ada diperut ini.

"Flo aduh kamu kenapa nih?" Mama sangat khawatir.

"Sudah nanti kedokter yah, mama antar."

"Gapapa Floren bisa sendiri ma, mungkin Cuma masuk angin."

"Beneran nih?"

"Iya mamaku sayang."

"Yasudah nanti istirahat ya."

"Okey." ujarku sambil berjalan mengambil teh hangat mbak Surti.

Jujur aku takut dan teringat bahwa aku belum kedatangan tamu selama beberapa bulan ini. Sedari tadi mual pagi sampai sore begini belum hilang-hilang. Ditambah aku merasa kepalaku pusing. Mungkinkah..
Benar apa yang dikatakan mama, aku harus pergi kedokter.
.
.
.
"Floren Zamorach"

Kamulah Kamuku [TERBIT NOVEL]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang