8. Ngejob

35.5K 1.4K 8
                                        

Aku berharap bisa segera bertemu denganmu, menceritakan semua tentang hari-hariku yang... menyakitkan.
-Floren Zamorach-

.....................

Hari ini Floren berencana untuk mencari pekerjaan. Entah pekerjaan apa yang penting itu halal, pikirnya. Dan tidak terlalu berat tentunya untuk dilakukan.

Dia terus berjalan kesana kemari, memasuki setiap kafe-kafe yang ada di pinggir jalan. Namun tak ada satupun kafe yang membuka pekerjaan untuk dia.

Perempuan itu mulai lelah, keringat bercucuran diwajah cantiknya. Sesekali Floren mengusap keringetnya, dan terus mencari kafe yang belum ia datangi.

"Permisi mbak..." ucapnya dengan waitress yang ada di kafe tersebut.

"Iya mbak? ada yang bisa saya bantu?"

Waitress itu menatap Floren, sepertinya dia kasihan pada perempuan yang sedang bercucuran keringat dan ditambah dengan keaadaan hamil.

"Cuma mau tanya, apakah kafe ini membutuhkan karyawan?"

"Ohh sebentar akan saya tanyakan, silahkan duduk dulu mbak."
Floren mengangguk.

Tak berapa lama, waitress itu keluar berjalan menghampiri Floren.

"Bagaimana mbak?" Tanya Floren.

"Iya mbak ada, kafe kita membutuhkan tambahan waitress."

Senyum senang mengembang diwajah cantiknya.

"Alhamdulillah."

"Kapan aku bisa kerja mbak?"

"Mungkin mulai besok, tapi kamu besok cuci-cuci piring kotor dulu ya. Setelah satu minggu kemudian kamu mulai bantu aku jadi waitress"

"Iya, terimakasih banyak mbak." ucapnya sambil tersenyum.

"Sama-sama, aku Mishella." ujar waitress tersebut sambil memperkenalkan dirinya pada

Floren, mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan.

"Ohh aku Floren, panggil saja Flo." membalas jabatan tangan Mishell.

"Oke Flo."

"kalo begitu aku permisi dulu Mishell."

"Iya hati-hati." berjalan kemeja makan untuk mengambil piring kotor.

.................


"Ahh.. lelah sekali." gumamnya sambil merebahkan tubuhnya pelan.

"Alhamdulillah sudah dapat pekerjaan, semangat baby!"

Rutinitas yang selalu dia lakukan yaitu mengajak bayinya untuk berbicara. Terlihat wajah Floren sangat senang hari ini meskipun kelelahan.

Memang benar bukan, usaha tak menghianati hasil. Barang siapa yang mau berusaha pasti allah memberi kemudahan untuknya.

Mata lentik itu perlahan mulai terpejam, sepertinya Floren sudah memasuki alam mimpinya.
.
.
.
Hari ini adalah hari pertama kerjanya, Floren menggunakan baju yang rapi dengan rambut dikuncir kuda dan tentunya tas kecil yang diselempangkan di bahunya.

Dia meninggalkan kuliahnya untuk sementara waktu, entah bagaimana dengan cerita teman-temannya. Floren pun tidak menghubingi teman dekatnya, Elyzt dan Alexa.

"Semangat!" seraya menyemangati dirinya sendiri, memaparkan deretan gigi rapinya.

"Semangat!" seraya menyemangati dirinya sendiri, memaparkan deretan gigi rapinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamulah Kamuku [TERBIT NOVEL]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang