2. Where Are You?

53.4K 1.6K 42
                                        

Setiap hal dalam tubuhmu itu sama berharganya dengan apa yang ku punya, Dalam siksaan dan sakit, itu tetap saja berharga
(Charlotte Bronte, Jane Eyre)
~James Alvaro~

James POV

Aku terbangun dari tidurku, ku lihat kesamping ada seorang gadis yang terlelap dengan wajah masih tetap cantik. Tunggu dulu! bukan dia bukan seorang gadis lagi, aku sudah menghilangkan sebutan gadisnya. Ya, aku sudah merebut keperawanannya.

Aku menatap wajahnya, Floren. Entah mengapa aku muak. Bukan, bukan karena aku bosan dengannya tapi aku muak karena dengan mudahnya dia mau memberikan tubuhnya kepada ku. Ya aku akui, aku lah yang memohon padanya untuk melakukan tapi aku hanya mengujinya, mengetesnya seberapa bisa dia menjaga tubuhnya namun dengan mudahnya dia memberikan padaku. Walaupun hanya padaku! bukankah cinta memang harus diuji dan seharusnya hal yang sangat berharga harus dijaga seutuhnya.

Aku sangat muak dengannya dan sisahnya aku muak dengan diriku sendiri, karena bisa terbuai oleh tubuhnya. Ingat niat awalku hanya menguji Floren dan aku tidak benar-benar menginginkan tubuhnya tapi nafsu menguasaiku.

Ku palingkan wajahku, aku mulai mememakai pakaian yang ku kenakan semalam. Aku melihat pakaian Floren berserakan dilantai. Aku mengingat kejadian semalam, bagaimana bisa aku melepas satu demi satu pakaian yang dikenakan Floren. Rahangku mengeras, ku pungut pakaian itu dan ku letakkan didekatnya. Setelah itu aku pergi, meninggalkannya dan meninggalkan apartemenku.


..................

Seorang gadis oh salah lebih tepatnya wanita cantik masih terlelap dalan tidurnya, ia masih menyembunyikan tubuh polosnya dibalik selimut. Matanya yang lentik mulai berkedip-kedip sebelum akhirnya terbuka lebar. Pandangannya mulai melihat kesamping, kosong. Ia mulai mencari keberadaan sang kekasih. Terlihat wajah Floren bingung, kenapa hanya ada dirinya di kamar ini dan bukankah disampingnya kemarin ada James.


"James. " panggilnya sambil mendudukan tubuhnya.

"Shh awww!"

Floren memekik, entahlah ia masih merasakan ngilu dibagian tubuh bawahnya. Mungkin karena efek semalam, yap seorang James Alvaro berhasil membuat dirinya sudah tak perawan lagi.

"James! James kamu dimana?" panggilnya lagi, namun nihil.

Tak ada sautan suara dari seseorang yang bernama James. Floren mulai mengambil pakaian yang ada disampingnya kemudian lekas masuk kedalam kamar mandi untuk mengenakan pakaiannya.

Floren mulai membersihkan kamar James, ia melihat sangat berantakan. Ia mulai menata seprei tempat tidur besar milik James, mengganti sprei baru. Sebercak darah terlihat disprei putih itu. Flo menatap senduh sprei itu.

"Aku sudah memberikan padanya"
B

atinnya.


Ia mulai mengarahkan segala pandangannya disudut apartemen besar milik kekasihnya namun tetap tidak ada sosok yang ia cari. Kemanakah dia? Pikir Folern.

"Apa sudah berangkat ke kampus? t api kenapa ninggalin aku? " gumamnya dengan beribu pertanyaan.

Mereka berdua adalah mahasiswa di universitas New York yang sama namun berbeda jurusan. James dan Flo sangat berbeda, James sangat pintar, pandai berkata sehingga mampu meraih beasiswa di Swiss beda dengan Flo yang biasa-biasa saja namun ia juga terholong mahasiswa yang rajin.

Flo putuskan untuk keluar apartemen, menutupnya kemudian pulang. Pasti mbak Surti mencari dirinya.

......................

"Mbak Floren dari mana saja?" Wanita itu baru saja masuk rumah sudah dikagetkan dengan suara mbak Surti.

"Untung nyonya tidak di rumah, kalo di rumah tau mbak Flo gak pulang pasti dimarahin" ceramahnya.

Flo memang sudah tidak punya papa, papanya meninggal sejak dia berumur tiga bulan. Mamanya dan mbak Surti lah yang merawatnya dari kecil. Dia hanya tinggal bersama mamanya dan Mbak surti.

Wanita itu tersenyum mendengar penuturan mbak Surti.

"Flo dari rumah teman mbak, maaf tidak ngasih kabari mbak surti. Mama kapan pulang? "

"Mbak surti belom tau mbak".

"Yaudah Flo mau mandi dulu, terus ke kampus".

"Iya, mbak Surti siapin makan buat Mbak Flo."

Di kantin kampus Floren sangat cemas bagaimana tidak, sudah sedari tadi sms yang dikirim ke James tidak dibalas satupun oleh lelaki itu. Nomornya juga tidak aktif, ia juga tidak menemukan James di kampus. Elyzt dan Alexa yang merupakan teman dekat Floren dibuat kebingungan.

"Woy! elu kenapa sih Flo? gua perhatiin kok cemas gitu? "

"Iya nih anak!" sebel Alexa.

"Ehh gapapa kok, aku cuma gak ketemu sama James di kampus."

"Ya elah cuma gak ketemu James sehari udah kangen nih." goda Elyzt

"Apaan sih lyzt, dia gak ada kabar tau."

"Kamu sudah telfon dia? " tanya Elyzt

"Sudah, nomernya gak aktif. Gimana dong? " Flo bener-bener sedih.

"Apa mungkin dia jadi beneran nerima beasiswanya terus pergi ke Swiss? "

"Apa? ngaco lu Lex! James kan gak tertarik ya kan Flo? " sangkal Elyz.

"Iya, tapi kok dia gak ngomong ke aku kalo mau pergi." ujar Flo sambil menggigit bibirnya.

"Apa mungkin kamu ngebohongin aku? Setelah merebut satu satunya yang berharga dari tubuh dan diriku lalu kamu ninggalin aku. Kenapa setegah itu Jems."


-tak seharusnya berfikiran buruk terhadap pasangan namun, bagi perempuan janganlah terlalu percaya terhadap seorang lelaki! -


TBC.


NB: VOTE ya gais pliss, budayakan vote sebelum baca 😆 komenan dan saran kalian juga penting buat aku.

Kamulah Kamuku [TERBIT NOVEL]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang