15. Unpredected

2.4K 190 1
                                        

[Topeng manusia sempurna:]

🌹🌹🌹

Hari ini aku mengikuti kelas tambahan dan merelakan waktu senggangku di rengut oleh les ini. Kakakku sudah pulang duluan dengan Rachell dan menyerahkan ku kepada kak Gerald.

Saat kelas tambahan selesai, aku pergi mencari kak Gerald di sekitar tempat parkir, namun tidak berhasil kutemukan.

Aku pun berjalan ke arah lapangan basket yang kelihatan sudah sangat sepi. Kulihat jam ku menunjukkan pukul 17.35 dan pantas saja sekolah sudah sepi.

Aku terus berjalan dengan menghilangkan rasa khawatir ku. Aku memanggil Bryant dalam hati, sekeras mungkin kupanggil karena aku ketakutan tentang sesuatu yang kuragukan.

Aku melihat lapangan basket tapi nihil, tidak ada satu orang pun disitu karena hari ini tidak ada latihan basket.

Tiba-tiba kurasakan bulu kudukku merinding dan ada bayangan yang memantul di lantai, seperti ada seseorang di belakangku.

Jantungku berdegup kencang dan menutup mataku kuat dengan kedua tanganku.

"Ngapain lo?!" Aku tersentak hebat, tapi akhirnya aku sadar itu memang suara manusia dan menyingkirkan ku. Itu Ares ternyata ingin bermain basket. Dia kemudian menyingkirkanku ke samping dan pergi ke lapangan.

Seperti biasa, Ares masih terlihat tampan dan keren mengenakan jersey nya itu. Ternyata dia masih belum melupakan bakatnya ini walau sekarang dia adalah orang yang berbeda.

Aku pun akhirnya memutuskan untuk pergi dari situ dan kembali ke parkiran.

Saat aku berbalik badan, betapa kaget nya aku mendapati hantu menakutkan semalam. Seketika aku tidak sadarkan diri.

---

Aku membuka mataku perlahan, terlihat ada kak Gerald di hadapanku. Ternyata aku dibawa oleh kak Gerald dan di bawa ke rumah.

"Ara, kamu udah sadar? Ini minum dulu," ku minum air yang dia sodorkan.

"Makasih ya kak."

"Sama-sama. Tadi Ares yang nelpon aku buat jemput kamu di UKS." Ternyata Ares?

"Ha? Eh.. Iya kak, mungkin aku kecapekan aja."

"Makanya jangan terlalu dipaksa belajar nya," dia mengelus lembut kepalaku.

"Tadi aku liat Ares dekatin wajah dia ke kamu." Aku menatap kak Gerald horror.

"Maksud kakak?"

"TAMARAKUUUU..." Kak Denis masuk ke kamarku dan langsung memelukku.

"Ahh.. Apaan sih? Lebay banget sih lo," kulepas pelukannya.

"Lo kurang ajar banget deh, kalo orang lagi khawatir hargai kek," dia menoyor kepalaku. Aku meringis dan menatapnya kesal.

"Ini gue beliin martabak."

"WAHH.. KAKAKKUU..." Teriakku kegirangan. Dia memicingkan matanya.

The Lonely Princess Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang