Maaf Author baru bisa update hari ini dikarenakan suatu urusan.
Buat kalian yang minat baca tinggalkan jejak dengan VOTE dan COMMENT ya guys.
Happy reading!
Love you 💋
***
Dengan malas aku bangun dari tempat tidurku di sebabkan oleh paksaan bangun dari alarm. Rasanya ada yang salah ketika aku mengucek mataku, mataku juga terasa sangat gatal. Aku berjalan menuju cermin dan membuka mataku yang masih tertutup hampir sempurna. Betapa terkejut nya aku melihat diriku di cermin.
Rambut yang acak-acakan, eye shadow dan hasil pensil pelukis mata ku semalam tampak bertebaran di sekitar mataku dan lipstick yang sudah sampai di hidung juga melewati pipiku. Apa yang terjadi padaku tadi malam? Apakah aku tidak perawan lagi? Aku mulai kawatir dan mengingat-ingat apa yang kulakukan semalam. Yang ku ingat hanyalah aku duduk di sebelah kakakku dan di tawarkan.
Tunggu!! Jangan bilang itu semalam adalah alkohol. Jangan bilang aku mabuk dan melakukan hal aneh. Aku merasa sekujur tubuhku membeku membayangkan diriku mabuk dan menyatakan cinta pada kak Gerald secara tidak wajar di hadapan semua orang. Sudah kuputuskan, aku tidak akan sekolah hari ini dan memojok di kamar sambil merenungi nasibku di hari-hari yang akan datang.
Cklekk..
Kakakku tanpa izin masuk ke kamarku dan memegang kedua bahuku.
"Lo kok lakuin itu semalam?" Tanya kakakku ketus dan menatapku tajam.
"E-emang gue ngomong apaan kak?" Aku balik bertanya dan melebarkan mataku sempurna."
"Ara, sebaiknya lo cuci muka dulu sebelum lanjut pembicaraan. Serem tau." Kata kakakku memejamkan mata membuatku menghela nafas berat karena rasa penasaran ku.
Tapi karena kakakku ketakutan, maka aku harus mandi, lagipula make up ini membuat wajahku menjadi gatal.
Setelah mandi dan bersiap-siap aku kembali merenung atas apa yang kulakukan semalam.
Aku berjalan menuju cermin, mengambil bedak yang tidak pernah kusentuh yang ada di laci dan mengoleskan nya ke bibirku agar terlihat pucat.
Lalu aku berbaring di tempat tidur, menunggu kakakku datang. Aku sungguh tidak punya nyali untuk berangkat sekolah hari ini.
"Ra, lo udah siap ganti baju belom?" Gawat, kakakku sudah berada di luar.
Pokoknya aku harus bisa se natural mungkin berbohong untuk pertama kali ini, demi masa depan yang cerah.
Cklekk
"Ara, lo kok tidur lagi sih?" Tanya kakakku mendatangiku, aku hanya menggoyangkan tubuhku seperti orang kedinginan.
"Gue kayaknya gak pergi sekolah deh kak, gue gak enak badan. Lo liat nih bibir gue sampe pucet gini." Kataku menunjuk bibirku.
Kakakku langsung mendekat dan memeriksa keningku.
"Nggak panas kok," simpul kakakku.
"Em kan gue baru mandi, jadi panasnya belum keluar." Kataku berbicara sambil menutup mata.
Tiba-tiba kakakku berjalan ke arah cermin dan mengambil bedak yang belum sempat ku sembunyikan. Aku hanya bisa berharap ini berhasil dan berakhir.
"Lo pake bedak ya?" Tanya kakakku.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Lonely Princess
Teen FictionTamara adalah gadis Indigo yang penyendiri, kesepian dan pendiam di sekolahnya. Walaupun di rumah dia sangat di manjakan orangtua dan kakaknya yang bernama Denis. Namun tidak di sekolah. Tidak ada yang mau menjadi temannya, hanya seorang hantu yan...
