'I'm so thankfull of everyone who always wants to be my friends'
🌹🌹🌹
Saat ini aku sedang berlari menuju kelas karena aku terlambat bersama kakakku untuk yang pertama kalinya. Penyebabnya karena semalam kami melakukan challenge, yang paling lama tidur adalah penenang nya.
Jadi kami pun seperti orang gila yang hanya bisa menahan kantuk dengan berbagai cara.
Dan yang menang adalah tidak tau, semalam kami berdua tertidur kira-kira pukul 3.20 dan akibatnya kami bangun pukul 7.20.
"Permisi, Bu." Semua orang memperhatikan ku termasuk guru killer yang sangat benci dengan murid terlambat di hadapan ku.
"Siapa kamu?" Tanya nya seolah tidak tau.
"Saya siswa kelas in, Bu."
"Oh. Baiklah anak-anak, jadi x=..." Dia melanjutkan pembelajaran. Aku hanya menunduk dan berjalan kesamping kelas agar tidak terlihat.
"Hayy." Aku melihat ke asal suara, hampir saja aku teriak karena sekarang aku melihat hantu.
Hantu gadis Belanda kira-kira berumur 15 tahun dengan pakaian merah yang mewah dan bibir pucat kecil dan kelihatan lebih cantik dari hantu lokal.
"Ssssttt.. Jangan teriak. Aku hanya ingin berteman." Aku membuka mulutku perlahan.
"Kamu siapa?" Bisikku.
"Aku Gladys, sahabat Bryant. Kalau kamu tanya aku kemana selama ini, aku selalu mengikuti seseorang di sekolah ini, namanya Vino." Vino? Aku seperti pernah mendengarnya.
"Apa aku pernah sadar?"
"Aku selalu tersenyum ke arah mu saat kamu bersama Bryant." Aku kembali mengingat, tapi aku tidak mengingat apapun.
"Aku gak pernah liat."
"Ya sudah, ayo kita pergi dari sini." Dia pergi mendahului ku. Sebenarnya aku takut pergi dari sini, tapi daripada aku diluar sendiri, lebih baik aku mengikutinya.
Dia membawaku ke rooftop.
"Bryant sayang banget sama kamu, Ra. Dia udah nganggap kamu sebagai semangat dia selama jadi hantu." Aku kembali mengingat Bryant yang hilang.
"Bryant itu gak pernah berhenti buat aku ketawa, dia selalu mau aku bahagia. Dan dia adalah orang yang selalu berusaha manggil kak Gerald waktu aku disiksa, meluk aku kalo aku kedinginan, hibur aku waktu aku butuh teman, dia itu gak terganti." Ucapku dengan suara lirih.
"Ra, jangan sedih. Aku mau kok jadi pengganti Bryant, dia pernah nitip pesan buat lindungi kamu." Aku menatap Gladys sedih.
"Makasih udah mau teman sama aku."
"Sama-sama."
"Kamu kok bisa meninggal?"
"Itu udah lama banget, sejak awal sekolah ini dibangun, aku adalah salah satu siswanya. Hanya keturunan Belanda yang bisa sekolah disini. Tapi saat Jepang datang, dia mengurung kami semua disuatu tempat dan membiarkan kami menangis dan membusuk tanpa makan. Itu sangat sadis untuk anak-anak seusiaku bahkan dibawah usiaku." Aku ikut bersedih mendengar itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Lonely Princess
Teen FictionTamara adalah gadis Indigo yang penyendiri, kesepian dan pendiam di sekolahnya. Walaupun di rumah dia sangat di manjakan orangtua dan kakaknya yang bernama Denis. Namun tidak di sekolah. Tidak ada yang mau menjadi temannya, hanya seorang hantu yan...
