Spring Day

919 92 83
                                        


Cinta bagaikan musim semi, begitu indah dan menyenangkan. Tiap detik yang dilihat mata hanya keindahan. Bahkan ranting-ranting kering yang tertutup salju perlahan berubah menjadi berwarna berkat dedaunan dan bunga-bunga yang mulai bermekaran.

Layaknya musim semi, itulah yang menggambarkan hati gue saat ini. Setelah lama kering kerontang hingga dingin membeku. Namun hadirnya Juki memberikan kehangatan yang mampu mencairkan hati ini.

Meski gue harus menunggu dan bersabar, layaknya musim dingin yang menantikan musim semi. Tapi dengan segala keyakinan ini, tuhan ngasih gue sesuatu yang sangat indah.

Gue sangat bersyukur akan itu. akhirnya kesabaran ini membuahkan hasil yang menakjubkan.

Sekarang gue percaya bahwa jangan pernah berkompromi dengan rencana tuhan. Biarkan dia mengalir sebagaimana mestinya. Kita hanya perlu mengikuti alurnya dan biarkan Tuhan yang menentukan endingnya.

______oOo______

Siang ini cuaca cukup terik, kalo dinegeri 4 musim. Bulan ini emang udah memasuki musim panas, tapi buat gue setiap hari bagaikan musim semi.

Sejak dilamar Juki, hati gue selalu berbunga-bunga, bahkan rasanya setiap gue jalan pun ada bunga-bunga yang  bermekaran.

Meskipun cuaca panas, tapi gue bela-belain pergi ke RS  buat nganter makan siangnya Juki. Nyusahin emang tuh anak, nggak deng hehe. Ini gue yang mau kok, gue sengaja bikinin dia menu makan siang spesial buat Juki.

Gue berjalan santai di koridor RS, tidak sengaja mata gue melihat dokter ganteng lagi jalan bareng temennya. Awalnya gue nggak ngeh itu siapa, tapi makin deket kok kayak kenal.

“Viki!” panggil gue pelan, Cuma kuping tuh dokter kayaknya tajem banget, dan diapun noleh.

“Viki!” panggil gue pelan, Cuma kuping tuh dokter kayaknya tajem banget, dan diapun noleh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sumpah demi apapun Viki ganteng banget pake baju dokter gitu. Ya ampun hampir aja gue khilaf. Sadar Jun sadar lo udah jadi milik Juki seorang.

“June!” biasalah si Viki reaksinya selalu berlebihan.

Dia sampe lari-lari nyamperin gue, padahal jarak kita kurang dari 3 meter. Viki langsung meluk gue sembarangan.

“June kangen, kapan kita main lagi?”

“kapan-kapan ya Vik, lo kan tahu sendiri sekarang gue udah nggak bebas. Lo izin dulu gih sama Juki kalo mau ngajak gue main”

“Udah tinggalin aja si Juki mah, cowok posesif gitu bikin susah aja. Mending sama gue bebas”

“apa lo bilang hah? coba ulangin” Juki udah berdiri di belakang Viki dengan muka yang nggak nyantai banget.

“apa lo bilang hah? coba ulangin” Juki udah berdiri di belakang Viki dengan muka yang nggak nyantai banget

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Halte Busway I'am In Love Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang