Boy In Luv Pt 2

568 92 127
                                        

“Asyura Putri Azalea, Will You Marry Me?”

Pertanyaan bang Agus yang terakhir, bikin Yura nggak bisa berkata-kata, dia Cuma nutup mulutnya nggak percaya. Seorang bang Agus bisa dengan romantisnya minta dia buat jadi istrinya. Gue bisa lihat, mata Yura berkaca-kaca.

Jimi makin ngerasin suaranya waktu nyanyiin bagian Reef dari lagu itu yang artinya memang dalem banget.

“Yura kamu mau kan jadi istri aku, jadi ibu dari anak-anak aku, bikinin sarapan buat aku tiap pagi, cuciin baju aku setiap hari, beresin rumah kita dan rawat anak-anak kita dari kecil sampe mereka dewasa dan sama-sama dampingin mereka dihari pernikahannya. Hidup bersama sampai tua selamanya.”

Ini bang Agus lagi ngelamar Yura buat jadi istrinya apa babunya sih, kok pake bawa-bawa cucian segala, bikin aura romantisnya berkurang.

Si Yura udah nggak bisa bendung airmata kayaknya, alhasil dia pun nangis.

“iya aku mau Gus” katanya sambil sesenggukan, saking terharunya.

“yeayyyyy” teriak kami kompak sambil tepuk tangan.

Bang Agus langsung senyum sumringah pas tahu Yura nerima lamarannya, dia pun sematin cincin itu ke jari manis Yura. Duhhh senengnya yang abis wisuda langsung dilamar.
Bang Agus langsung berdiri dan peluk Yura. Mereka emang kelihatan cocok banget.

"Makasih ya Mas Agus, aku nggak nyangka kamu bakal ngelamar aku kayak gini. Ini kalimat terpanjang yang pernah keluar dari mulut kamu. Makasih udah setia nunggu Yura. I love You Mas Agus."

Bang Agus lepasin pelukannya, dia usap air mata Yura, dia elus rambut panjang Yura lembut.

"Sama-sama, maaf waktu wisuda aku gk bawa apa-apa, karena cincin ini adalah hadiah aku yang sebenarnya"

Arghhhh bang Agus, bikin melting sumpah. Gue yang bukan pacarnya aja baper sangat, apalagi jadi Yura.
Bang Agus dan Yura cuma saling pandang sambil senyum.

“cium...cium..cium” teriak yang lain kompak sambil tepuk tangan.

Tim hore malam ini kompak banget deh. Tanpa di duga-duga si Yura cium bibir bang Agus duluan, Cuma kecupan singkat sih, tapi sukses bikin gue shock.
Bang Agus langsung nyengir dapet kejutan singkat dari Yura. Gue pikir bakal udahan, tapi ternyata bang Agus nggak mau mengakhirinya dengan cepat.

Dia langsung raih tengkuk Yura, dan nempelin bibirnya ke bibir Yura. Oh My God, ini sih bukan lagi kecupan singkat ya pemirsah, tapi udah termasuk adegan 18++++.

Bang Agus nyium Yura dalem banget, udah kayak adegan kising di drama-drama korea.
Sumpah demi apa pun lihat drama live gini lebih baper dari yang biasa gue tonton lewat layar laptop.

“ekhem, udah kali ciumannya lama banget” celetuk Juki.

Yura langsung nepuk-nepuk dada Bang Agus, buat lepasin bibir bang Agus yang masih nempel kayak perangko, sampe susah banget lepasinnya. Setelah bang Agus lepasin bibirnya maka adegan drama pun berakhir.

“ehehe, sory keenakan” sahut Bang Agus sambil nyengir.

“mau dilanjutin lagi nggak nih acaranya?” tanya bang Reymon.

“lanjut lah, giliran Bang Jehope kan?” respon Juki.

Permainan pun berlanjut, dua insan yang lagi dimabuk asmara tadi duduk kembali.

Meskipun udah duduk, mereka tetep aja ngumbar-ngumbar kemesraan mulu, sekarang aja bang Agus duduk sambil meluk pinggang Yura. Gerah, gerah liat mereka berdua. Untung June nggak ada disini, tetiba gue jadi iri sama June yang diem dikamar.

Halte Busway I'am In Love Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang