♡3♡

2.1K 254 14
                                    

Naruto duduk bersandar pada kursi panjang taman, di bawah rindangnya kanopi pohon yang perlahan menggugurkan daunnya. Sekarang September. Musim panas harusnya sudah lewat, digantikan musim pemalasan; gugur.

Tapi suhu belum juga mau turun. Masih saja panas, padahal sekarang sudah sore.

Mungkin pengaruh Global warming? Entahlah, Naruto tidak terlalu peduli.

Nah. Melamun sampai melantur ke pemanasan global memang tidak nyambung. Tapi saat ini Naruto butuh pengalih perhatian. Karena pikirannya tengah kacau semingguan ini.

Ia tak bisa belajar dengan baik, tidak bisa makan dengan tenang, dan yang paling parah...

Libidonya gak naik-naik sepekan ini.

Seminggu itu waktu yang cukup lama untuk abstain ecchi. Apalagi untuk seseorang yang sexually active seperti Naruto. Biasanya setiap hari dia horny, minimal tiga kali dalam seminggu dia cari pelampiasan.

Tapi, sekarang tidak lagi.

Semenjak pertemuan takdirnya seminggu yang lalu. Ia jadi lebih sering diam, termenung, dan melamun dengan khusyuk seperti orang yang sedang masturba--maksudnya, meditasi.

Meditasi. Loh ya.

Yang lebih horor. Sekarang dia bereaksi agak berlebihan pada cowok yang punya rimbunan rambut di dagu mereka.

Yup. Setiap melihat cowok berjanggut, Naruto jadi langsung teringat si 'Janggut Imut' alias Sasuke Uchiha. Pemuda berkacamata dengan janggut super menggemaskan yang berhasil membuat Naruto kelepek-kelepek.

Bukan, bukan Sasuke yang bikin Naruto blingsatan. Tapi janggutnya

Sasuke Uchiha memang ganteng. Tubuh tinggi tegap atletis, dada bidang, pundak lebar, dagu lancip, kulit sepucat porselen, dan matanya--tatapan matanya yang cool pasti sudah berhasil membuat banyak cewek (dan juga cowok) kelepek-kelepek. Tipe cowok populer yang digandrungi banyak orang.

Kalau Naruto belum sadar akan fetish barunya ini, ia pasti bakalan kepincut duluan saat melihat tampang bening Sasuke Uchiha. Sayangnya, trigger kali ini bersumber dari jenggot. BAH!

Tapi anehnya Naruto hampir tidak pernah melihat Sasuke. Harusnya dia populer dengan tampang seperti itu.

Dan Naruto tahu semua muka cowok populer di Universitas-nya. Oh, Naruto sudah memastikan kalau dia dan Sasuke kuliah di Universitas yang sama, hanya saja beda jurusan. Mungkin juga beda fakultas.

Hah...

Naruto jadi takut akan keadaannya sekarang. Jangan-jangan Naruto Jr. miliknya sudah tidak bisa digunakan lagi. Dugaannya semakin kuat saat dirinya minta tolong Kiba untuk mengelus Naruto Jr. dan tidak berhasil. Sama sekali tidak ada respon.

Limp. 

"Huaaa! Nggak mau jadi impoteeeeeen!" Jeritnya pilu, "Jangan tinggalkan aku Naruto Jr!!!"

Mendadak pemuda Uzumaki itu merengenk pada udara kosong. Untungnya di taman ini isinya hanya anak-anak yang sedang bermain. Orang tua mereka sedang bergosip di tempat yang agak jauh, jadi seruan merana Naruto barusan tidak mengganggu siapapun. Toh anak kecil mana mengerti dengan istilah seperti ini.

Tiga hari terakhir Naruto berusaha mencari Sasuke. Ingin memastikan kalau dirinya benar-benar jadi punya fetish janggut. Dan siapa tahu setelah kembali mengelus janggut imut itu seperti di waktu di gerbong kereta, Naruto Jr. nya bereaksi.

Kalau bereaksi berarti pemuda pirang ini tidak impoten.

Tapi sayangnya tiga hari itu pula Naruto tidak bisa menemukan Sasuke Uchiha. Naruto tahu kamar apartemen Sasuke karena mereka nge-kost di gedung apartemen yang sama. Tapi setelah tiap pagi, siang, sore mengetuk pintu kamar si janggut imut. Naruto tidak mendapat respon sama sekali.

GoateeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang