♡2♡

2.4K 289 27
                                    

"HOAAAAHHH... HOAAAAAM!"

Kuap kencang dengan mulut terbuka lebar membuat Naruto terlihat sangat konyol. Tak ayal beberapa gadis SMA yang melintas di depannya terkekeh geli bersama serombongan kawannya yang bergegas masuk ke gerbong kereta.

Naruto mengusap matanya yang sedikit berair. Ia mengumpat dalam hati pada Kiba yang membuatnya ngantuk seharian ini.

Karena itu pulalah di kelas Prof. Kakashi tadi ia mendapat hukuman membawa berkas pelajaran ke ruang dosen karena tidak fokus pada materi kuliah. Kalau dekat sih tidak masalah, tapi ini agak kelewatan. Bayangkan saja, kelas kuliah ada di lantai satu sedangkan ruang dosen ada di lantai lima.

Naruto harus mendaki tangga darurat karena lift-nya sedang diperbaiki, dengan beban hampir lima belas kilo. Bangke emang.

Pop up notifikasi di ponselnya sama sekali tidak ia hiraukan. Ajakan drinking party  yang biasanya langsung Naruto iya-kan dengan cepat, kali ini sama sekali tidak membuatnya tergiur. Walaupun hari ini Sai yang mentraktir untuk pajak jadiannya dengan Ino.

Huft... Naruto capai bukan main, ia ingin cepat-cepat pulang ke apartemennya dan langsung tewas di futonnya yang empuk. Langkahnya gontai ketika masuk ke gerbong kereta. Ia langsung meng-klaim tempat duduk di dekat pintu gerbong, paling pinggir dekat pembatas tempat duduk agar ia bisa bersandar dan bisa tidur-tidur ayam beberapa menit.

Sebuah notifikasi di ponselnya berhasil menarik perhatian si pemuda Uzumaki. Melihat nama pengirimnya membuat matanya melebar beberapa saat sebelum kembali kuyu.

.

Killer _Bee

Kuhubungi lagi nanti. (09.00)

Tadi malam benar-benar fantastis! (09.01)

Rabu, 3 Mei

Hey Babe. Ada waktu kosong malam ini? (12.55)

Sorry! Ada acara! (15.07)

Oke lain kali, kalau gitu ;) (15.07)

Jumat, 5 Mei

Yo! Di apartemenku dingin nih. Butuh kehangatan~ I'm waiting for ya! (19.08)

-Pesan yang belum dibaca-

Hari ini

Hei yo! Naru-chi ada acara malam ini? (20.11)

Netflix and chill? (20.11)

.

Arghhh!

Naruto langsung memblokir id tersebut karena (walaupun tidak setiap hari) pesan-pesan itu datang terus. Padahal sudah ia bilang kalau waktu itu cuma one night stand.

Naruto juga harusnya pilih-pilih partner buat main. Tapi sayang sekali, nether region nya benar-benar sulit diatur. Hari itu libidonya lagi tinggi-tingginya dan Kiba sedang bersama partner yang lain sampai Naruto bingung mau melampiaskan di mana.

Saat itu pula ia tak pikir panjang dan langsung pergi ke Nichome (gay district), cari pelampiasan. Sayangnya, ia sedang tidak beruntung. Di salah satu gay bar yang sering ia kunjungi, tidak ada pemuda sebayanya yang sedang nongkorng. Yang ada hanya beberapa om-om usia baya. Dan... si Killer Bee ini dapat jackpot gara-gara Naruto sudah tidak kuat menahan panas dalam dirinya.

Jadilah mereka ber-action ria di Love Hotel terdekat.

Hah... sesal pun tak ada gunanya. Naruto merasa dirinya harus bisa mengendalikan libidonya yang selalu tinggi hampir tiap hari.

GoateeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang