Perjalanan ke Bali.
Aku sudah menduganya! Dan inilah ketakutan terbesarku.
"Baik, Bu, terima kasih. Selamat pagi."
Sebelum mengucapkan kata 'pagi' dengan sempurna, aku sudah memencet tombol merah bertuliskan 'Off' yang ada di layar telepon genggamku.
Aku sudah tidak bisa membendung nafasku yang seolah berlomba untuk dihembuskan keluar.
Aku tersengal-sengal. Tubuh seketika menjadi dingin.Ku lempar telepon genggam ke ujung tempat tidur, dan segera aku peluk si Winnie the Pooh.
Aku diam sambil menatap benda putih persegi empat yang diam di ujung sana. Aku melihatnya seperti sebuah benda yang mengandung kutukan, semacam hocrux dalam buku Harry Potter.
Kepalaku masih berputar-putar sambil mencoba mengingat-ingat percakapan yang baru saja terjadi.Aku menelpon istrinya. Aku menelepon istri Lendra!
Ku harap Lendra tidak murka padaku.
'Ya Tuhan, Nadia, what have you done!'
Aku masih terduduk diam memeluk bantal, mencoba mengingat awal mula semua ini. Awal mula aku bertemu Lendra. Bertemu dengan seseorang yang telah mengacaukan hidupku dalam 3 tahun terakhir ini.
Dia yang terkadang membuatku terangkat ke udara dan tak jarang pula membuatku serasa terbanting-banting di tanah berbatu cadas.
Aku bertemu Lendra ketika kami sama-sama menyeberang ke Pulau Bali menggunakan kapal feri.
Pertemuan yang mungkin tidak akan terjadi kalau saja tidak ada bentrok antara rencana liburanku dengan jadwal kunjungan lapangan ke lapas wanita di Malang.
Gara-gara bentrok itu, aku tidak jadi naik pesawat karena harga tiket sudah take off duluan. Kereta api sudah fully booked! Jadinya aku merana harus menerima nasibku. Naik mobil travel. Ke Bali. Sendirian. Great!
Matahari masih belum nampak ketika aku naik ke dek atas dari kapal feri yang aku tumpangi. Sudah 30 menit kapal ini meninggalkan Pelabuhan Ketapang, tentu sebentar lagi kami akan sampai ke Pelabuhan Gilimanuk.
Untuk menghilangkan rasa kantuk dan penat, aku sengaja naik ke dek atas untuk sekedar mencari hawa segar. Lagu-lagu dangdut yang diputar keras-keras di dek penumpang tidak banyak membantu, malah sebaliknya membuat kepalaku tambah pening.
Pokoknya pusing pala Barbie deh!
Di lantai atas sudah ada beberapa turis asing dan turis lokal yang sedang melakukan photo session. Agak menyesal karena aku tidak bersama siapa-siapa saat ini. Lagu-lagu kesukaanku lah yang menghiburku selama perjalanan.
Aku pasang head-set di telinga, memutar lagu 'About That Bass' Meghan Trainor. Lagu ini adalah lagu wajib buat perempuan yang mempunyai berat badan sedikit di atas rata-rata. Seperti aku. Aku bukan gemuk, tubuhku hanya sedikit berisi. Tolong bedakan itu!
Lima puluh empat kilo tentu tidak telalu gemuk bagi sesorang wanita dengan tinggi 160 cm.Aku mengamati segurat cahaya jingga di ufuk timur.Bagus banget pemandangan dari sini!
Tidak sia-sia aku naik ke atas. Ku arahkan kamera 8MP ke arah timur, mengambil beberapa shots.Ah, lumayan lah bagi seorang amatir.
Aku memang tidak pandai mengambil photo, tapi matahari yang mulai bangun itu memang bukan pemandangan yang bisa aku lihat setiap hari.
Harus aku upload di IG nih, biar mereka tahu bahwa Nadia bisa bangun pagi dan ambil photo matahari terbit.Iseng aku mengambil selfie.
Mumpung pemandangan bagus! Beberapa kali shots.
And...Jelek!
Gelap!
Aku terlihat seperti orang yg baru bangun tidur! Padahal aku sama sekali tidak tidur sejak mobil travel yang aku tumpangi berhenti untuk makan malam di daerah Situbondo.
Itu lah yang aku tidak sukai dari perjalanan ke Bali naik mobil travel, sudah enak-enak tidur dan mimpi jalan-jalan ke Paris, eh, tiba-tiba disuruh turun untuk makan di restoran yang tidak mempunya papan nama.
Mending kalau makanannya enak.
Hih! Aku hanya makan 2 sendok dan minum segelas teh dingin.
Setelah makan malam,eh ralatmakan pagi buta, ituaku jadi susah tidur. Parisku kini telah berubah jadi kota santet.
Mataku pun membelot enggan terpenjam.
Takut kalau tiba-tiba ada benda biru berpijar mengajar mobil travel yang aku tumpangi.
Hasilnya, sekarang mataku jadi seperti mata panda. Hiks. Andai saja ada orang yang berbaik hati untuk memotretku....
"Mau dibantu, Mbak?"
Sebuah suara mengagetkanku.
(Bersambung)
KAMU SEDANG MEMBACA
Nadia (Maafkan aku mencintai suamimu)
ChickLitKetika Takdir atau keadaan membawa Nadia pada CINTA dari Suami Orang Apakah Bertahan atau berpisah ? Vote setelah membaca !!
