Luka

65 4 0
                                        

Bersamanya aku merasakan yang namanya tawa.

Bersamamu aku merasakan yang namanya luka.

Dan bodohnya hatiku tetap saja memilih dirimu yang selalu menorehkan luka di dalamnya.

Yang tak pernah bisa sembuh oleh obat apapun.

Dan tak pernah bisa hilang sampai kapanpun.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
By : Dyah Tri Mega Utami

Memori Masa LaluCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang