Bukan ketampanan yang menjadi tolak ukur ku menerimamu.
Bukan pula kebaikan dirimu yang mampu mencairkan dinginku.
Bukan jua kemanisan sikapmu yang dapat memporakporandakan hati.
Tapi, ketulusan hatimu yang sanggup membuka rumah hati ini.
Rumah hati yang selama ini tertutup rapat dengan segala ragu.
Namun, dengan sekali ketuk, kau mampu mengusir segala ragu dalam benak.
