Pagi ini Matahari terlihat sangat ceria dalam menampakkan sinarnya terhadap Bumi. Sinar Matahari tersebut sangat membantu dalam merusak suasana hati seorang gadis bermata campuran coklat-hitam tersebut.
Namanya Maura Luciana Rennaya, gadis bermata campuran antara coklat dan hitam tersebut sangat membenci hari ber-matahari seperti ini. Ia lebih suka hari ber-hujan di bandingkan hari dengan suhu panas yang dapat membuat kulitnya terbakar.
Maura Rennaya atau yang kerap kali disapa Maura itu mulai melangkah masuk ke dalam kelas nya yang sudah sangat ramai pada pagi hari seperti ini. Baru satu langkah ia masuk, bel sudah berbunyi menandakan kelas akan segera di mulai. Sudah menjadi rahasia umum jika gadis bertubuh mungil tersebut akan selalu masuk kelas saat bertepatan bel masuk berbunyi.
"PAGI EPRIBADEEEHHH." Teriak Maura menggemparkan seisi kelas 11 IPA 2 tersebut. Sontak semua mata yang ada di kelas tersebut menatap Maura tajam, sedangkan yang di tatap hanya memasang wajah bego-bego polos dengan cengiran khas nya.
"Ember-ember di dinding, diam-diam merayap datang seekor Dono HAP! langsung di telen. Hehe," Dengan santai nya, ia duduk dengan kalem di samping teman sebangkunya yang bernama Aamber yang kerap kali di pleset-pleset kan namanya menjadi Ember oleh teman sekelasnya.
"Ra," Alice yang berada di meja depan Maura dan Aamber tersebut memanggil Maura dengan khawatir. "Apaan, Lis?" Ucap Maura bingung.
"Kamu yang tadi bernyanyi Cicak di dinding tetapi di pleset-pleset kan. Maju sini!" Sial. ucap Maura menggerutu di dalam hati seraya bangkit dari tempat duduk nya. Kenapa nih Pak Azis bisa masuk sini sih, Maura bergumam dalam hati.
"Coba nyanyi kayak tadi lagi, yang nyaring sambil jalan di tempat. Oh ya, Ember nya di ubah menjadi nama kamu." double shit, mau taro di mana muka gua. Ucap Maura berbisik dengan wajah yang sedikit memerah akibat malu. Dengan wajah setengah cemberut-setengah malu nya ia mulai menetralkan degup jantung nya yang sudah sangat dag-dig-dug-jeder karena berhadapan dengan Pak Azis, wakil Kepala Sekolah SMA Sriwijaya tersebut.
"Ayo mulai nyanyi, tunggu apalagi kamu?"
Ga sabaran banget,ih. Ucap Maura dalam hati. "Pake nama saya kan, Pak?" Tanya Maura. Sedangkan Pak Azis terlihat sangat kesal, matanya menatap Maura dengan tajam. Wow bisa-bisa mati nih gua kalo ditatap kayak gitu,serem. Ungkap Maura bergidik ngeri. "Oke-oke Pak," Ucapnya sambil nyengir walaupun kelihatan sekali bahwa ia sedang menahan malu. Maura mulai menarik nafasnya dan, "Selena-selena di dinding, diam-diam merayap. datang seekor Justin HAP! langsung di telen." bego banget,Ra. Ucap Aamber dalam hati sambil meringis menatap Pak Azis yang sedang memerhatikan name tag Maura.
"Selena? Saya lihat, di name tag kamu namanya Maura bukan Selena."
"Loh Pak, saya kan mirip Selena Gomez pacarnya Justin Bieber. Hehe," Ucap Maura sambil menggumamkan kata 'bego banget lo Maura!' berkali-kali. Dengan kondisi mulutnya yang selalu asal ceplos saat gugup itu membuat Pak Azis maju selangkah lalu menjewer telinga Maura.
"Aw-aw iya Pak, aw maaf Pak tadi saya asal ceplos aw." ucap Maura sembari berjinjit-jinjit karena telinga nya yang ditarik ke atas oleh Pak Azis. "Skot jump kamu sekarang, 50 kali saya yang hitung. Cepat!" shit.
•••
"BWAHAHAHAHAHA, mampus lo! Makanya mulut tuh di jaga jangan asal ceplos aja. Dasar Mrs.Toak." Suara tawa Aamber sangat menggemparkan seisi kantin, membuat meja mereka menjadi sorot perhatian dari para siswa-siswi yang sedang beristirahat di kantin tersebut.
"Bacot ko setan," Ucap Maura kesal.
"Dasar sinting, cepetan mau pesen apa?" Ucap Aamber seraya berdiri dari tempat duduknya. Maura mulai menarik nafas dan menyebutkan pesanan nya. "Bakso, Roti bakar rasa Coklat Keju, Nasi kuning, Es teh, Jus Alpokat, So--"
"Bacot lo, dasar sinting." Aamber langsung lari begitu mendengar pesanan Maura. "YAH,WOY BER! AWAS AJA LO KALO PESANAN GUA GAK LENGKAP. DASAR JAHAT, TIDAK BERPERIKELAPARAN!"
-Hate and hope-

KAMU SEDANG MEMBACA
Hate and Hope
Teen FictionHidupku hanya penuh dengan ; kebencian, keirian, kemarahan dan ketertutupan. Sampai,harapan yang baru itu ada. Kamu.