Turun tak peduli pandang bulu
Menghempaskan perasaan hingga hulu
Menyamarkan air mata
Hingga semuanya terlihat biasa saja
Ada cerita tentang hujan
Dimana kau pergi ingin meninggalkan
Di kota yang belum pernah kau jaban
Buat hati ingi bingung tak tertahan
Ku tahan kau di ramai lalu lalang
Pintaku untuk tetap tenang
Berontakmu makin garang
Hingga bentakku lantang
Kau tertunduk kalah
tertusuk tajamnya panah
Turuti pinta yang tak terbantah
Membawamu ke kota sebelah
Gas semakin melilit
Tujuan sebentar lagi menjerit
Jumpa penawar sakit
Waktunya gombalanku terakit
BNS
Daerah batu dengan suhu sedingin es
Hingga cairan berair menetes
Melelehkan cinta kita bersama
Dalam lilin penerang jiwa
Ada satu pintamu tak terturuti
Tabung hijau dengan hiasan pita putih
Di tompang dengan pot hitam legam
Tanaman hias bambu kembali membuatmu masam
Cerita tak selesai
Waktu sudah mencapai batasnya
Kini waktunya pulang dengan santai
Mari kita istirahat wanita kupuja
Hangat selimut dan pelukmu
Selepas aktivitas tabu
Bergulat dengan gairah
Dan terlelap dengan senyum sumringah
Kini cerita tinggal cerita
Kenangan manis dikala kita bersama
Cukup di kenang memorinya saja
Namun ada satu pinta
Bolehkah ku pinang kau sekarang juga
Untuk menawan hati yang luka
Tanpamu....
Ku hampa...
Ria...
KAMU SEDANG MEMBACA
Kode Untukmu
PoetryIni tak akan lama sayangku, rangkulku memeluk bayanganmu, cumbu sekujur hatiku, hingga imajinasi,tertoreh dalam puisi
