In the Darkness

12 1 0
                                    

Kembali aku menyusuri jalan setapak menuju bukit, hanya beberapa langkah dari sumber mata air, langit mendadak gelap, udara terasa dingin. Angin yang awalnya berhembus pelan mulai terasa kencang. Aku juga mulai ragu untuk melanjutkan ke arah bukit. Entah mengapa, tubuhku tiba-tiba bergidik. Aku memutuskan untuk kembali ke pondok, angin berhembus semakin kencang, bulu kudukku berdiri. Aku mempercepat langkahku, setengah berlari. Pandanganku mulai tak jelas, kepalaku kembali terasa sakit, aku berjalan sempoyongan sambil memegang kepala. 

Setiap melangkah, kepalaku semakin terasa sakit, dadaku terasa sesak, kakiku seperti tak kuat lagi menompang badanku. Rintik hujan mulai jatuh perlahan kemudian bertambah deras, setiap tetesan hujan yang mengenai badanku terasa seperti jarum yang menusuk-nusuk. Aku benar-benar tak mengerti apa yang sedang terjadi, hanya sakit yang tersisa di badan ini. Sebelum aku benar-benar tak sadarkan diri, aku mendengar sayup-sayup sebuah suara seperti memanggil namaku, suara itu bercampur dengan suara angin yang kencang dan derasnya hujan. Pandaanganku menjadi semakin gelap, dan aku tak tahu apa yang terjadi setelah itu.

***

"Radit, tolong ....." terdengar suara sayup-sayup kemudian menghilang.

*

"Radit, sadarlah," suara itu kembali terdengar kemudian kembali menghilang

****

Suasana mendadak ramai dan bising, namun saat aku membuka mata hanya gelap yang ku lihat sejauh mataku memandang. Sepi, tidak ada siapapun di sini, gelap gulita. Terdengar kembali seperti suara orang bercakap-cakap, layaknya suasana di pasar, tapi tetap saja, hanya hitam pekat, gelap gulita yang terlihat, tak seorang pun yang nampak. Aku mencoba berjalan ke depan, selurus yang ku bisa karena aku tak tahu apakah aku benar-benar sedang berjalan lurus atau tidak. Aku melipat kedua tanganku di depan dadaku, dingin, terasa begitu dingin. Aku terhenti karena suara-suara itu muncul lagi, aku berusaha menajamkan pendengaranku untuk mengenali arah suara itu. Selagi suara itu masih terdengar aku mencoba berjalan mengikuti arah suara itu berasal. Saat suara itu menghilang, aku terdiam menunggu suara itu kembali. Kurasa hanya itu yang dapat ku lakukan saat ini di dalam kegelapan ini.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 18, 2017 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

[R3D] MemoriaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang