Chap 2 : Kenekatan Himawari

10.9K 762 49
                                        

Naruto milik Masashi Kishimoto

Rate: T

Genre : Drama, Family

Warning : My first FF, judul mungkin tidak nyambung, kata-kata masih amburadul, Typo(s), DLDR.

...

All About Harmony

Chapter 2 : Kenekatan Himawari

...

Happy Reading

...

Himawari berjalan di tengah keramaian desa Konoha sambil membawa bungkusan di tangannya. Meskipun ia berjalan seorang diri, ia tidak tampak ragu, bahkan nyaris terlihat tergesa-gesa. Lagipula ini bukan kali pertama ia keluar seorang diri, juga ia sudah hafal jalan menuju tempat tujuannya kali ini.

Himawari mendekap erat bungkusan yang dibawanya, ia takut jika itu tidak dilakukan ia akan menjatuhkan bungkusan tersebut dan gagal membawanya kepada tujuannya. Tidak boleh, ia tidak boleh gagal untuk kali ini, ia akan akan mengantarkan makanan ini ke tempat ayahnya secara langsung, bahkan bila harus dengan taruhan nyawanya sekalipun.

Himawari mungkin hanya seorang gadis kecil yang belum mengerti kekejaman dunia, tapi ia sangat tau bahwa hari ini hati ibunya sangat terluka, dan pelaku yang tega melakukan hal tersebut tidak lain adalah ayahnya sendiri.

Kemarin Hinata memasak banyak makanan sambil terus tersenyum. Ketika Himawari bertanya apa hal yang membuat ibunya senang, ibunya menjawab bahwa hari itu adalah hari peringatan pernikahan ayah dan ibunya. Tiga belas tahun yang lalu, sebelum Himawari dan Boruto lahir, ayah dan ibunya menikah di tanggal ini. Himawari teringat memang biasanya setiap tahun ayah dan ibunya merayakan hal tersebut walau hanya dengan makan bersama di rumah. Himawari yang mengira mereka akan makan bersama hari ini tentu saja ikut senang, mengingat hampir dua minggu ini ayahnya sangat jarang berada di rumah.

Sesungguhnya ayahnya tidak pulang tadi malam, karenanya sudah pasti mereka melewatkan sarapan istimewa ini tanpa ayahnya. Mungkin ibunya lupa jika ayahnya tidak pulang tadi malam karena terlalu senang.

Sekali lagi saat makan siang ibunya memasak makanan yang tidak kalah mengguirkan dari sarapan mereka. Namun sang ayah yang sangat ditunggu-tunggu tidak juga muncul, walaupun ibunya masih menunggu dengan senyum yang sama. Hingga sampai lewat waktu makan malam ayahnya tidak juga pulang, senyum ibunya berubah sedikit sendu. Himawari tidak tau berapa lama ibunya menunggu ayahnya tadi malam, Himawari sendiri sudah terlelap sesuai waktu jadwal tidurnya.
Sarapan pagi ini Hinata masih menyapa Himawari dan Boruto seperti biasa. Himawari pikir ayahnya pulang tadi malam dan sudan sudah berangkat lagi sebelum dirinya bangun, tapi rupanya pikirannya salah.

"Kuso oyaji itu tidak pulang lagi kan tadi malam?" Himawari mendengar kakaknya berkata dengan nada yang dingin.

"Jangan panggil ayahmu dengan sebutan itu Boruto" Hinata tidak menjawab pertanyaan Boruto, Hinata sendiri tidak yakin kata-kata tersebut pertanyaan atau pernyataan.

"Cih, apanya yang hokage pelindung desa kalau anak dan istrinya di rumah saja ia lupakan" Boruto hampir beranjak dari tempat duduknya karena emosinya namun tangan mungil menarik bajunya menahan Boruto yang berniat meninggalkan meja makan.

All About HarmonyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang