Didekat gang yang gelap dan sempit, ada sebuah toko kecil yang sudah tidak terpakai, disana ada beberapa kardus bekas dan bekas botol-botol aqua yang dibungkus rapi.
Dengan cahaya remang-remang yang berasal dari lampu kecil dilangit-langit Toko itu.
Seorang pemuda tengah jongkok dikursi kayu yang sudah reot, ditemani oleh dua orang temannya yang sudah terkapar karna mabuk.Laki-laki yang sedang jongkok itu mengepulkan asap rokoknya, dia terlihat santai. Dia memakai kaos oblong berwarna merah dilapisi kemeja kotak abu-abu yang ia biarkan seluruh kancingnya terbuka.
Puh...
Dia mengepulkan asap rokoknya lagi, tangan kiri ia biarkan memegang batang rokoknya dan tangan kanan ia gunakan untuk membalas chatt dari kekasihnya.
Dia tersenyum. Setelah melihat pesan dari kekasihnya itu."Kapan kekosan?"
Ia memainkan satu jempol kanannya untuk mengetik balasan."Nanti...." Dia menghentikan jarinya, lalu kembali mengetik.
"Joni dan Fino teler."Tak lama ia menunggu, balasan chatt pun datang.
"O..cepatlah sayang, aku kangen."Ia kembali tersenyum membaca chatt dari pacarnya yang begitu manjanya. hubungan mereka sudah berjalan tiga tahun. laki-laki ini sangat mencintai kekasihnya itu.
"Al..Al.." suara dari sebrang gang mengagetkannya. Dia beranjak dan menghampiri asal suara itu.
Samar-samar iya melihat seseorang berlari kearahnya dari gang yang gelap dan sempit.
"Al..ayo pergi!" Teriak laki-laki yang baru saja menghampirinya itu.
"Ada apa?" Tanyanya bingung.
"Gue denger ada patroli polisi dijalan utama sana. Takutnya mereka tahu persembunyian kita." Dia menjelaskan dengan napas tersengal-sengal.
"Tapi Joni sama Fino udah teler." Sambil melirik kedua orang yang sedari tadi sudah terkapar dilantai.
"Loe gendong Joni, gue gendong Fino oke?" Usul temannya itu.
"Ogah."
"Ayolah Al, darurat nih." Bujuk temannya yang bernama Yuda.
Laki-laki itu tak punya pilihan lain.
Temannya yang bernama Yuda itu mengendong Fino melewati gang gelap dan sempit, diikuti oleh Laki-laki yang kerap Di sapa Al, dia mengendong teman yang satunya yaitu Joni.
"Al..Alatas.." panggil Yuda pelan.
"Apa?"
"Kita berpencar, loe kearah utara gue keselatan. Nanti loe ketemu Dion. Dia sepupunya Joni."
"Oke."
Mereka berpencar.
***
Alatas mendengus kesal.
"Loe jangan meluk-meluk gue! Jijik!" Teriaknya ketika Joni memeluk erat lehernya.
Sepanjang jalan Alatas menggerutu kesal. Sesekali ia mengumpat Joni yang sama sekali tak sadarkan diri.
"Brow.." sapa Dion yang melihat Alatas telah tiba dihadapannya.
"Sepupu loe nyusahin!" Gerutu Alatas yang dibalas tawa keras Dion.
"Sorry brow, dia emang rada-rada."
Alatas menghempaskan tubuh Joni kemobil Avanza milik Dion. Dion menutup pintu mobil dan bergegas pergi.
Alatas juga bergegas pergi menuju parkiran mengambil motor ninjanya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Jangan Pacari Wanita Berjilbab (Revisi)
RomanceAlatas tak pernah berfikir akan mencintai wanita berjilbab. Baginya wanita berjilbab bukanlah tipe kesukaannya. Tapi, bagaimana jika Allah berkehendak lain? Akankah Alatas menerimanya?