Jangan menunggu musim yang pasti
Langit hanya mampu menatap Matahari
Terbit dan terbenam berulangkali
Atau hujan dan kemarau
sama-sama ingin tak henti?
Pergilah
seperti ombak meninggalkan buih
Hingga suatu saat nanti kau datang
ke dalam puisi ini dengan rindu yang pedih
Pergilah
seperti daun kering meninggalkan ranting
;pohon cinta yang pernah kita tanam
pada tanah gersang dan kering
hingga suatu saat nanti kau kembali
menjadi angin paling bising
Pergilah
Seperti layang-layang meninggalkan tangan seorang bocah kecil di penghujung senja
Hingga suatu saat nanti kau hadir di puisi ini
menjadi kenangan yang tak sempat kaulupa
Jangan menunggu
waktu memberi segala ketidakpastian.
Pergilah
bersama ingatan yang tak sempat
kautanggalkan
kenangan yang tak pernah ingin
kutinggalkan
KAMU SEDANG MEMBACA
Merawat Luka
Poetry"aku mencintaimu dengan hati yang terlunta-lunta. dengan kalimat yang terbata-bata."
