07:00 Alifa Humairah susah berada dalam kelas yang kelihatanya masih sangat sepi.
Maira sengaja datang lebih pagi hari ini,tidak ada yang dilakukan maira setelah 10 menit berlalu.
Dia hanya duduk di bangkunya,melipat kedua tanganya dan menyembunyikan wajahnya di balik lipatan tangannya.
"Maira ada apa denganmu?"
Tiba-tiba maira kaget mendengar suara itu,suara yang sangat maira kenali,yang berusaha maira hilangkan dari fikiran juga hatinya sejak 1 tahun ini.
Ya dia adalah Muhammad Abraham,suasana begitu hening, sementara maira masih beradu dengan hatinya antara menjawab atau mengabaikan pertanyaan Abraham
Tidak butuh waktu lama akhirnya maira bersuara "aku baik-baik saja"Kelas masih sangat sepi,belum ada tanda teman-teman yang lain datang Abraham melihat arloji di tangannya,tentu saja ini baru jam 07:15 mereka selalu mencuri waktu dari yang sudah ditentukan batinnya.
Abraham berfikir untuk berbicara pada maira,dilihat dari situasi yang dalam zona aman karena belum ada teman-teman yang jahilnya nauzubillah.
Sedangkan maira sudah mengubah posisi duduknya ketika Abraham datang dan bertanya pada maira.
"semoga dia tidak akan mengajakku bicara"batin maira.
Tapi batin maira meleset,baru selesai maira membatin ada kalimat yang sangat jelas di telinga maira."Maaf maira"
"Ehh,,ada apa dengan pria itu ? Kenapa mendadak minta maaf ?"
Maira terus beradu dengan batinya,tidak bisa menarik kesimpulan mengapa pria yang jaraknya jauh 2 pembatas meja itu meminta maaf."Maira.?"
Mairapun kaget saat namanya di sebut.
"untuk apa ucapan maaf itu.?"
"Untuk perasaan kecewa selama 1 tahun ini"jawab AbrahamApa yang dia tau dari perasaanku.?
Apa dia hanya ingin mengejekku saja.?sama seperti yang dia lakukan 1 tahun lalu.Flashback
Siang itu di jam istirahat,maira sedang duduk di pojok ruang kelas,begitu asik sampai maira tidak menyadari sudah ada sorot mata yang mengawasinya dari tempat yang berbeda.
Maira terlalu serius menulis sesuatu sampai dia tidak menyadari bahwa telah ada orang lain bersamanya.
Dengan sangat marah maira merebut buku yang sudah berhasil berada di tangan Abraham.
"Ham kembalikan bukuku,teriak maira"
"Kenapa harus ?Ambil saja sendiri jika bisa.Jelas tidak bisa kamu itu tinggi ham"
"Ya sudah biarkan saya selesai membaca baru akan saya kembalikan"oke maira pendek.
"Apa?membaca?"
Itu tidak boleh terjadi ya Allah,bagaimana kalo dia sampai tau semuanya,batin maira.
Maira mematung sejenak,otaknya tiba-tiba jadi lambat berfikir untuk mengakali Abraham.
Baru saja maira mendapat ide untuk mengakali Abraham,tiba-tiba seisi kelas sudah melepas tawa jahat mereka.
Abraham sudah berada tepat di depan maira.
"Alifa Humairah,,dengarkan saya baik-baik,bahwa harapan-harapan yang kamu tulis di dalam buku ini,itu mustahil bisa terwujud maira"
"Kenapa Ham?"
"apa salah jika seorang Humairah bermimpi untuk bisa di sayangi dengan tulus oleh inisial nama MA itu,bahkan kamu tidak tau ham siapa yang kumaksut dengan inisial itu,yang kamu tau hanya satu mempermalukan temanmu"Aku tau maira siapa yang kau maksut dengan inisial AM itu.
Dia adalah diriku.BatinnyaAbraham hanya mematung di tempatnya,melihat maira yang lari keluar meninggalkan kelas.
"Kenapa jadi begini kata-kataku hanya sekedar bercanda kepada maira"batin abraham.
Bukan tingkah abraham yang membuat maira bersedih,tapi karena maira tau bahwa Abraham sudah membaca namanya di buku itu.
Dan maira harus menerima kalimat itu dari orang yang dia maksut.
Apakah itu bentuk penolakanmu ham?jika memang begitu maka tidak ada yang harus saya harapkan darimu ham.Maira menangis sejadi-jadinya sampai dia ketiduran.
Maira langsung pulang setelah kejadian tadi. Mangkanya sekarang dia sudah berada di kamarny.

KAMU SEDANG MEMBACA
Yang Taksempat Terucapkan
SpiritualJangan pernah berharap kepada manusia jika tidak mau kecewa. Sekarang kau bukanlah lagi yang kuharapkan,jusrtru kaulah yang sangat ingin kulupakan sekarang. Ingatlah hal sederhana,bahwa sabar hanyalah sebuah kalimat penenang.