Memories
Kebanyakan orang melampiaskan sakit dalam masa lalunya dengan caranya sekarang. Bersenang-senang, mencari kebahagiaannya sendiri dengan maksud sakit itu tak lagi menghalanginya untuk bahagia dan tertawa - Adara✍
❣❣
Author
Dara sedang mengeringkan rambutnya dengan handuk. Namun suara ponsel yang berdenting membuat perempuan itu menghentikan aktivitasnya dan meraih ponsel yang diletakkan di atas meja belajar.
Alfa
Ra, ketemuan yuk?
Gue tunggu di komplek rumah Lo.
Dara mengernyitkan dahinya bingung. Padahal belum ada satu jam mereka berpisah dan Alfa sudah mengajaknya untuk bertemu lagi. Tanpa pikir panjang, Dara segera mengetikkan balasan.
Mau ngapain?
Dua detik kemudian datang sebuah balasan.
Gue kangen.
Deg!
Seketika pipi Dara bersemu merah, tanpa sadar ujung bibirnya tertarik keatas. Hanya dua kata, namun berhasil membuat hati gadis itu bergejolak.
Dara segera membalas pesan itu.
Gue nggak bisa.
Ponsel Dara kembali berdenting.
Lo otw sekarang atau gue jemput Lo ke rumah.
Mata Dara terbelalak dan refleks ia menggigit ponselnya.
Ini orang nekad banget sih, bisa gawat kalo Ka Jo liat, apalagi Kak Aldi.
"Duhh, gimana nih.."
Dara menggoyang-goyangkan kakinya kesana kemari dan akhirnya ia memilih pasrah.
Otw sekarang.
Yang biasanya hanya butuh nol koma sekian detik untuk menekan tombol send, kali ini Dara membutuhkan waktu dua kali lipat dari biasanya. Hatinya bimbang, namun apa boleh buat, dia sedang menghadapi orang seperti Alfa yang sama sekali tidak bisa dibantah.
Dara segera menyisir rambutnya. Kemudian memakai kacamata, jaket dan sepatu pancus berwarna cokelat. Dara segera keluar kamar dan menuruni anak tangga. Tampak Aldi sedang asik menonton TV sambil tertawa cekikikan. Dara memanfaatkan momen ini untuk bisa keluar tanpa diinterogasi oleh kakaknya itu. Namun ternyata Aldi tak sengaja melihatnya.
"Mau kemana Lo?" Tanya Aldi.
Dara menghentikan langkahnya dan mendesis pelan lalu ia berbalik sambil nyengir.
"Kak, aku keluar bentar ya, bilangin ke Mami. Sebentar aja kok." Rayu Dara.
"Baru juga pulang. Mau kemana sih?" Tanya Jo yang tiba-tiba datang dengan sebuah toples makanan ringan di tangannya.
"Itu tadi diajakin temen." Jawab Dara dengan tangan yang memain-mainkan jaketnya.
"Pamit dulu gih sama Mami." Ucap Jo.
Dara memanyunkan bibirnya. "Ka Jo.. nanti temen Dara nungguinnya lama tau, ka Jo aja deh atau kak Aldi yang bilangin, ya ya ya? Princess Dara pergi dulu ya, bye!!!" Ucap Dara kemudian melangkah secepat kilat.
Sementara si kembar hanya bisa bingung saling menatap melihat tingkah adik perempuan sematawayang mereka itu.
Dara berjalan dengan langkah cepat menelusuri jalan komplek perumahan yang tak terlalu ramai.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mendung Jangan Pergi
Novela JuvenilMendung tak selamanya mendatangkan hujan. Tak selamanya menghadirkan gemuruh yang menggelegar memekakkan. Ia juga tak selamanya terlihat buruk dengan kabut hitam yang menutupinya. Yang perlu kamu tahu, mendung yang selama ini menghantuimu adalah men...
