Bagian 10

8.5K 376 2
                                        

Lembah Kematian

" Kita bisa bisa memperbaiki semua nya." kata Kakashi. Kini dua pasukan beda bendera saling berhadapan. Masing-masing pemimpin berdiri di depan.

" Aku bukan Obito yg dulu. Obito yg sekarang tidak memikirkan perdamaian. " jelas pria itu.

Kakashi memberi kode pada Sasuke untuk melepaskan ke enam pria yg tertangkap." Aku kembalikan mereka pada mu. Ini hanya salah paham. "

" Begitukah? " tanya Obito. Dia menodongkan pistol nya ke arah Kakashi dan dg cepat Sasuke berdiri di depan pria perak bermasker itu. Sasuke juga menodongkan handgun nya pada Obito.

" Santai, sayang. " ucap Karin yg berpakaian sangat sexy dg shotgun di tangan nya.

" Menjijikkan. " ucap Sasuke pelan.

Dor!

Obito memuntahkan satu peluru pada salah satu orang yg di lepaskan Sasuke hingga tewas. Bisa dipastikan timah panas itu menembus jantung nya.

" Apa yg kau lakukan? " tanya Kakashi.

Dor!

Kini Obito menembak ke arah Kakashi. Dg cepat Sasuke membalas tembakan tersebut hingga dua peluru itu saling bertabrakan.

Perang pun di mulai.

Markas Besar Intelijen Negara

Sakura tidak bisa duduk dg tenang. Sejak tadi dia berdiri, berjalan, duduk sebentar dan berjalan lagi. Dia tidak bisa memikirkan Sasuke yg sedang bertempur di luar sana.

" Minum ini agar kalian sedikit lebih tenang. " Inoichi meletakkan dua gelas jus di meja. Ino yg sedang duduk melamun hanya melirik sekilas minuman favourite nya itu. Sedangkan Sakura tampak tidak peduli.

" Hahhh. " Inoichi menghembuskan nafas lemah melihat dua wanita sedang sibuk dg pikiran mereka sendiri.

" Sai. Cepatlah pulang. Kau harus selamat. " kata Ino dalam hati.

Sakura menghentikan langkah nya di depan jendela. Dari sana dia dapat melihat lapangan tempat terakhir dia melihat wajah Sasuke.

Wajah datar tanpa ekspresi yg membuat hati nya sakit. Dia tidak pernah melihat Sasuke dg ekspresi seperti itu.

" Dia membenci ku. Dia sangat membenci ku. " ucap Sakura lirih. Air mata nya kembali berlinang.

Lembah Kematian

Sasuke bersembunyi di balik batu besar, dia menggunakan kesempatan itu untuk mengisi peluru nya.

Dor!

Sebuah peluru menghantam batu tempat nya bersembunyi membuat dia tidak bisa lengah sedikit pun.

Sasuke kembali keluar dan menembak musuh. Sebisa mungkin dia tidak sampai membunuh musuh.

" Sai! " teriak Naruto saat akan ada yg menembak pria itu dari belakang.

Sai segera menghindar dg cekatan sementara Naruto menembak musuh.

" Kau jangan lengah. Kita sedang berperang. " Naruto menghampiri Sai.

" Kita kehilangan banyak nyawa. Sial! " umpat Sai.

" Istri dan anak-anak ku sedang menunggu di rumah. Begitu juga dg kau. Kita tidak boleh mati di sini. Ayo berpencar. " Naruto berjalan menjauh dari pria pucat itu.

" Ino...tunggu aku, sayang. " Sai mengisi peluru nya lalu kembali berperang.

" Sial! " umpat Sasuke saat tembakan nya tidak mengenai sasaran.

My husband is an Intel Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang