Previous Chapter
"Pikirkan ucapanku dengan baik. Kau bisa melakukannya, Kyu. Kau pasti bisa," kata Ryeowook menyemangati Kyuhyun lalu pergi untuk membersihkan mangkuk dan piring kotor yang baru mereka gunakan untuk makan.
Chapter 2
Setelah makan malam selesai, Kyuhyun kembali kekamarnya dengan alasan ingin belajar. Ryeowook pun demikian, karena tidak lama lagi ia akan menjalani ujian. Kyuhyun mendudukkan dirinya ditepi ranjang. Ia melihat sebuah pigora yang membawa foto keluarganya. Saat itu umurnya kira-kira masih 12 tahun. Foto itu diambil 1 minggu sebelum ibunya meninggal. Ia memandang foto itu sendu. Memperhatikan setiap wajah yang terlukis didalamnya.
"Eomma! Kenapa meninggalkanku sendiri?" tanya Kyuhyun pada foto itu. Mungkin ia berfikir bahwa orang yang ada di foto akan menjawab pertanyaannya. Seperti dongeng anak kecil yang pernah ia dengar dari eommanya 8 tahun yang lalu.
"Eomma, kenapa semua ini terjadi padaku? Setelah kepergian eomma semua berubah, keadaan menjadi sangat buruk. Kenapa appa selalu mengabaikanku dan tak pernah menganggapku ada? Hyungdeul juga terkadang begitu? Walau aku tau bahwa sebenarnya mereka menyayangiku,"
"Eomma, kenapa Tuhan memberiku penyakit ini? Apa Tuhan ingin aku menyusul eomma dan menjaga eomma disana? Apa eomma merasa kesepian disana? Dimana anak-anak penghibur yang eomma bilang ada disurga itu? Apa mereka mengabaikan eomma seperti appa mengabaikanku?"
Kyuhyun sudah terlalu tua untuk mengatakan hal-hal konyol seperti itu. Tapi tak ada yang bisa ia perbuat selain bermonolog bersama wanita yang tersenyum lebar di foto itu.
Ibu Kyuhyun pasti sangat sedih dan sedang menangis disana. Mendengar keluh Kyuhyun yang sedang sangat membutuhkan dukungan moral dan kasih sayang dari keluarganya. Dan alangkah baiknya jika Jungsoo mendengar semua itu dan menyadari akan kebodohannya selama ini yang telah menyianyiakan titipan Tuhan padanya. Dan sekarang, mungkin dalam waktu dekat Tuhan akan mengambilnya. Hamba Tuhan yang sangat taat seperti Kyuhyun tidaklah pantas mendapatkan perlakuan seperti ini dari ayahnya lebih lama lagi.
Kyuhyun meringis. Ia merasakan nyeri di perut bagian atasnya. Ia baru ingat bahwa sejak siang ia belum meminum obatnya karena sibuk memikirkan bagaimana caranya mengatakan penyakit ini pada ayahnya.
Ia segera mencari obatnya yang ia simpan di laci dekat tempat tidurnya. Kyuhyun segera meminum obat itu dan merebahkan tubuhnya dikasur dengan bedcover putih-biru itu. Nafasnya memburu, tangannya dingin, wajahnya pucat dan berkeringat. Ia memejamkan matanya, berharap hal itu dapat meredam rasa sakitnya. Setelah beberapa saat, akhirnya Kyuhyun merasa lebih baik.
Kyuhyun bangkit dari posisi tidurnya. Mengambil bungkusan obatnya dan memperhatikan dengan seksama. Terlihat raut wajah terkejut.
"Hanya tinggal dua? Aish..." gumam Kyuhyun kesal. Ia baru sadar bahwa obatnya hanya tinggal dua. Padahal dalam satu hari ia diwajibkan meminumnya tiga kali. Lalu bagaimana cara ia meminta uang pada appanya ? Ia bisa saja menggunakan alasan untuk membayar uang kuliah, meskipun itu artinya ia berbohong untuk yang kesekian kalinya. Tapi, mana tega ia meminta saat kondisi appanya sendiri sedang tidak baik.
"Oh, Tuhan! Aku harus bagaimana?" Kyuhyun benar-benar bingung apa yang harus dia lakukan. Haruskah dia meminta pada hyungnya dan tetap berbohong? Atau mengatakan yang sebenarnya dengan ratusan resiko buruk?
"Apa sebaiknya aku diam dan berhenti meminum obat ini? Tapi aku belum ingin mati. Apa appa akan bersikap baik padaku jika dia tau aku sedang sakit? Tapi bagaimana jika dia justru membenciku karena aku membohongi mereka selama ini," Kyuhyun menjawab pertanyaannya sendiri dengan hal-hal negatif yang sangat ia takuti.

KAMU SEDANG MEMBACA
IF YOU [Cho Kyuhyun]✔️
Fanfiction[END]✔️ [Revisi]✔️ seperlunya:v Copyright © 2017 by skylarkyu88_ Jika kau jadi aku, apa yang akan kau lakukan saat berada di posisiku? #1 Kimryeowook Published 12/11/2017 Ended 12/07/2018