Chapter 15 END

2.4K 192 52
                                    

If you...If you...
.
.
.

“D-dokter..ini,” gumam Jungsoo terbata sambil menatap dokter Jung yang tengah tersenyum senang di hadapannya.

“Ya tuan Park. Kami akan segera menjadwalkan operasi untuk Kyuhyun-ssi. Apalagi kabar baiknya ia sudah sadar hari ini, operasi akan segera dilaksanakan,” jelas Yunho membuat Jungsoo bangun untuk membungkuk hormat pada dokter muda itu sambil mengucapkan kata terima kasih.

“Dan kudengar, ia adalah paman dari Kim Ryeowook-ssi. Kurasa meski Ryeowook-ssi keberatan untuk mendonorkan ginjalnya, ia berbesar hati menyetujui organ vital pamannya didonorkan,” lanjut Yunho yang justru membuat Jungsoo sedikit terkejut mendengarnya.

Ah, ia tidak bisa bertanya pada dokter muda ini. Dia tidak tau apapun selain keduanya adalah pasien. Jadi biarkan Jungsoo mencari tahu jawabannya sendiri.

---

Jungsoo kembali dengan sedikit beban terangkat. Putranya akan segera sembuh. Ia yakin semua akan baik-baik saja.  Senyumnya kembali merekah melihat interaksi kedua putranya yang sepertinya tengah mencari perhatian si bungsu yang baru saja sadar. Terlihat bagaimana Donghae dengan semangat membawa bubur sedang Heechul siaga dengan air putih kalau-kalau Kyuhyun haus. Melihat Heechul sudah disana, putra sulungnya itu pasti mengemudi seperti pembalap setelah mendengar kabar yang tak lain pasti dari Donghae.

“Appa,” suara lirih Kyuhyun menyapa kala menyadari kehadiran Jungsoo di antara mereka. Donghae dan Heechul mengisyarat lewat pandangan, mengajak ayahnya bergabung mengerumuni Kyuhyun bersama mereka.

“Appa dari mana?” tanya Kyuhyun masih dengan nada lemas. Jungsoo tersenyum tipis menanggapinya.

“Dokter Jung,” jawabnya kemudian.
Ada rasa pedih yang menyeruak di relungnya. Tak ada tubuh gempal dan pipi tembam yang menghiasi wajahnya. Namja itu kini nampak kurus kering dengan kulit pucat dan area mata yang menghitam. Tak ada teriakan dan gelak tawa yang biasa ia dengar ketika Kyuhyun tengah bersama Ryeowook. Hanya suara lirih yang nampak begitu sukar untuk diucapkan.

Heechul beralih mundur ketika merasakan tubuh Jungsoo yang meringsek lebih dekat pada Kyuhyun. Tangan tuanya menggenggam lembut tangan ringkih berhias infus milik putra bungsunya.

“Kyuhyunie, kau harus kuat ne,”

“Ada apa, appa?” tanya Heechul menyadari ada kejanggalan dari ucapan ayahnya. Jungsoo tersenyum sambil menatap Kyuhyun yang melayangkan tatapan bertanya pula.

“Dokter Jung sedang menjadwalkan operasi transplantasi ginjal. Kau akan segera sembuh,”

“Bukan milik Ryeowook, Kyuhyunie,” lanjut Jungsoo begitu menyadari air muka Kyuhyun yang menegang dan nampak hampir menangis.

“Rumah sakit menemukannya untukmu,” Donghae dan Heechul bertatapan sembari mengulum senyum lega. Begitu juga Kyuhyun yang nampak lebih santai.

“Terima kasih, appa,” lirih Kyuhyun.

---

Mereka bertiga keluar dari ruang ICU ketika obat kembali membuat Kyuhyun tertidur. Hanya tertidur biasa.

“Ikut appa ke ruang rawat Ryeowook,” titah Jungsoo yang dibalas tatapan bingung Heechul dan Donghae.

“Kenapa...”

“Kau akan tau saat disana,” potong Jungsoo.

Disini lah mereka berdiri sekarang. Di depan Kim Ryeowook yang tengah duduk bersandar di headbed nya dan menatap mereka tanpa ekspresi. Seolah sudah mengetahui maksud mereka menemuinya.

“Tolong jangan ucapkan terima kasih tuan Park,” ucapan pembuka Ryeowook membuat ketiga tamunya tergelak kaget.

“Aku juga sama seperti kalian, ingin Kyuhyun sembuh dan bersama kita seperti dulu. Bagiku dia lebih dari seorang tuan yang harus kujaga. Dia adalah temanku, adikku, saudaraku. Dia begitu berarti, sampai aku tidak ingin kehilangannya,” lanjutnya berhias senyum tulus yang terlihat childish khas Ryeowook.

“Kau pendonor Kyuhyun?” hardik Donghae dengan telunjuk mengarah ke wajah Ryeowook, tidak lupa ekspresi terkejutnya yang nampak berlebihan. Dengan sigap Heechul menepuk keras tangan adiknya yang berlaku tidak sopan kepada orang yang jika benar, adalah pendonor untuk Kyuhyun.

Ryeowook menggeleng masih dengan senyum kecilnya.

“Tidak, hyung. Kim Jongwoon, yang dulu menculik Kyuhyun bersama....emm, ayahku. Dia meninggal, dan rumah sakit mengajukan permohonan agar organ vitalnya di donorkan. Dan kepolisian menjadikanku wali karena ayahku sedang dalam masa hukuman, jadi persetujuannya mungkin tidak akan valid,” jelas Ryeowook.

Heechul menatapnya tidak percaya. Ya, ia sudah dengar tentang meninggalnya Kim Jongwoon. Yang mengganggu pikirannya adalah, mengapa polisi meminta Ryeowook untuk menjadi wali? Bukankah secara hukum pun mereka tidak diketahui bahwa memiliki hubungan darah?

Ketika Heechul sibuk dengan pemikirannya, si pemakan informasi mentah-mentah –Donghae tengah memekik senang dan berhambur memeluk Ryeowook. Ia terus mengucapkan terima kasih, mulai memanggil Ryeowook dengan sebutan ‘Wookie’, dan terus tersenyum lebar yang anehnya bisa memengaruhi Jungsoo bahkan Ryeowook sendiri –yang sudah ikut menari-nari dengan Donghae.

Heechul masih ingat dengan jelas orang yang beberapa hari lalu mengatakan hal kejam pada Ryeowook, yang memaki Ryeowook habis-habisan tanpa hati. Sekarang dia malah berbahagia bersama Ryeowook.

“Tunggu, bukan kah kita seharusnya berduka untuk pamannya Ryeowook?” pertanyaan Heechul telak menginterupsi kegiatan mereka.

Jungsoo menatap Ryeowook sedikit merasa bersalah. Sedang Donghae hanya terdiam.

“Tidak perlu seperti itu, hyung. Meskipun dia pamanku tapi seperti yang kau tau, tidak ada hal baik yang kami lewati. Ia hanya memberiku kesan buruk. Tapi tentu saja aku berterima kasih atas empatimu padaku,” ucap Ryeowook, membuat Heechul dan Jungsoo bahkan Donghae tersenyum tulus mendengar kalimat dewasa remaja itu.

Kini mereka tau, bahwa lingkungan membawa peran penting untuk hidup seseorang. Biarpun dikata kedua orang tua Ryeowook adalah seorang penjahat. Ketika anak itu tidak dalam asuhan mereka, bukan tidak mungkin Ryeowook tumbuh menjadi seorang yang bijaksana dan baik hati.

Jungsoo pun sadar. Not always that ‘like father like son’. Dia seharusnya sadar dari dirinya sendiri. Heechul memang seperti duplikatnya. Berwibawa, dingin, pendiam. Tapi lihatlah Kyuhyun si hiperaktif, yang lebih mirip ibunya. Dan Donghae yang seperti perpaduan dari mereka berdua.

Donghae juga sudah mulai mengerti. Ia seharusnya mencoba mem-posisikan dirinya seperti posisi Ryeowook. Apakah ia akan mau melakukan transplantasi yang bukan kehendaknya? Ketika seharunya ada pilihan lain untuk itu.

Dan Heechul, ia belajar satu hal dari Ryeowook. Bahwa menjadi dewasa adalah ketika kau berdamai dengan masalahmu dan menyelesaikannya tanpa melukai seorang pun.

Mungkin kematian pamannya memang menjadi keberuntungan Ryeowook. Ia kehilangan seorang keluarga yang tidak ia cintai, dan akan kembali mendapatkan orang lain yang begitu berharga untuknya.

.
.
.

E N D

Jangan kecewa, berat. Biar aku saja:”
Kalian tu harus ngerti ini tu yang terbaik buat semuanya *drama on.

Oke oke, ini emang end tapi niatnya aku pengen kasih kayak apa ya, semacam bonus chapter, atau apadeh namanya.

Jadi jangan hapus dulu dari library kalian🙌
Mau ne? 🙏🙏

Nanti itu menceritakan kehidupan para pemain setelah Kyuhyun –entah hidup entah mati– gitu. Tapi belum dibikin.

Bagi kalian sendiri enaknya dikasih nggak? Apa biar gini aja?

IF YOU [Cho Kyuhyun]✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang