Dengan godaan makanan dan minuman, sudah pasti mereka akan datang. Tetapi dengan nyawaku, aku tidak peduli harus mengeluarkan uang sebanyakpun, asalkan aku bisa selamat. Semua tadi memang hanyalah sebuah mimpi, tetapi tidak menutup kemungkinan si manusia kucing itu akan datang malam ini.
Tidak butuh waktu yang lama, mereka akhirnya datang, semoga mereka tidak memberi kejutan aneh yang akan membawaku ke sebuah mimpi buruk lagi. It is insane!
Ada Yoga, Ade, Shelo, Jefri, Nicholas, Mike, Dilla, Indah, Rama, dan si kembar konyol, Tata dan Surya. Mereka datang tepat waktu ketika aku sedang sangat dan sangat takut-takutnya. Aku melihat mobil mereka dari kejauhan, ada 3-4 mobil kalau saya tidak salah lihat. Aku segera turun ke bawah—sambil memegang tongkat bisbol, kalian tahu, aku melewati lorong dan tangga menyeramkan itu lagi, untungnya, tidak ada yang menggangguku—lalu membuka pintu rumahku, dan terjadi lagi hal yang paling gila. Tidak ada orang disana. Tidak ada orang yang menunggu di depan situ.
Knock...Knock...
Siapa itu ?
"Hei, kamu, atau siapapun disitu, mohon jangan menggangguku, aku tidak suka ini, pergi dari sini !" kakiku mulai bergetar, begitupula dengan tanganku. Jika saja dia muncul, maka selesai sudah dinasti dari keluargaku, aku adalah anak satu-satunya, tidak ada lagi. Aku melangkahkan kakiku keluar dari rumah, berjalan sejenak, aku mulai berpikir jikalau mobil-mobil yang kulihat tadi itu hanyalah sebuah khayalan, tidak asli. Sheet. Angin yang menamparku begitu dingin, tanganku terasa membeku, semburat cahaya lampu dari kamarku terlempar menuju depan rumahku, hanya itu cahaya yang ada—semua ruangan listriknya dipadamkan. Aku melangkahkan kaki lagi, hingga aku terkejut dengan menemukan mobil-mobil temanku di luar sana, cahaya lampu tiba-tiba menghilang, aku segera menuju ke arah mobil itu, memastikan tidak ada yang salah di dalam sana. Aku berlari dengan cepat, tiba, dan nihil. Aku tidak menemukan siapa-siapa di sana.
...
...
Tunggu dulu ?
Lampu di kamarku tadi nyala, kan ? sekarang, siapa yang mematikannya ?
Pikiranku sudah penuh dengan manusia kucing itu, tetapi aku mencoba memberanikan tubuhku untuk berbalik ke belakang, dan seketika lampu kamarku menyala lagi. Huft... mungkin itu hanyalah khayalan, lagi. Aku mencoba melihat kamarku selama beberapa detik dari luar sini, aku sudah lega. Tetapi tidak lama, setelah aku melihat bayangan yang berjalan disana. Mataku terbelalak, aku tersandar di mobil temanku, menggenggam spion mobil itu. Terasa basah. Aku melihat tanganku, penuh dengan darah, seketika pula aku berteriak, mencari pertolongan, menuju keluar, dan di belakang mobil itu, aku menemukan tubuh Rama sudah tergelatak di tanah, berlumuran darah. Ahh...!!
SURPRISE!!!
HAPPY BIRTHDAY TO YOU!!
HAPPY BIRTHDAY TO YOU!!
KATYA!!
Sial. Itu hanyalah sebuah kejutan.
Bersambung...
