Suasana malam di kota LA yang cukup dingin membuatku harus meraptkan jaket tipis berwarna putih yang kukenakan,hembusan anginnya di sekitar wajah dan leherku membuatku harus mengusap tengkuk beberapa kali.
Aku berjalan tak tentu arah di sepanjang jalan kota LA yang-jujur aku tidak tahu sama sekali.Fikiranku sekarang masih benar-benar kacau,sudah seminggu setelah kepulanganku dari rumah sakit aku tidak dapat mengingat apapun,semuanya masih asing bagiku.
Virlie,Rachel,Louis dan Dad mereka orang yang dekat denganku,tapi aku masih terlalu canggung ketika berada di dekat mereka,seperti ada tembok besar yang menghalang di sana dan aku terlalu lemah untuk menembus tembok itu,aku terlalu rapuh.Terdengar berlebihan tapi itulah yang kurasakan.
Niall Horan dan Edward Horan dua nama itu masih setia berputar-putar di fikiranku,membuatku merasa semakin tidak mampu untuk melepas kepergian mereka berdua,aku ingin melihat Edward,bagaimana rupanya bagaimana tingkah lakunya apakah mirip denganku?
Biarpun aku amnesia-atau hilang ingatan,aku tetap seorang Ibu.Entah ikatan batin antara aku dan Edward aku masih bisa merasakannya,aku merasa dia masih hidup dan entah di mana atau hanya aku yang terlalu berlebihan dan berhalusinasi ya?
Kali ini hembusan angin pelan membuatku agak merinding sedikit,fikiranku tiba-tiba tertuju pada lelaki keriting dan bermata hijau indah yang beberapa hari ini sering menghampiriku.Dia sangat asing untukku tapi entah kenapa aku merasa sangat nyaman jika berada di dekatnya.
Aku tidak tahu ada rahasia apalagi yang masih belum kuketahui semuanya terasa seperti puzzle yang masih tersusun acak tak beraturan,masih belum tau bentuknya bagaimana dan itulah yang kurasakan sekarang,aku benar-benar buta akan petunjuk.
Tiba-tiba sosok Harry membuatku rindu,sudah dua hari dia tidak menghampiriku.Kemana ya dia?apakah dia sedang ada urusan atau bagaimana?Sebuah alunan musik di sebuah restauran tak jauh aku berdiri mengusik perhatianku.
Nadanya indah suara sang penyanyi juga sangat enak di dengar,langkah kakiku dengan sendirinya membawaku ke restoran itu dan duduk di meja agak pojok.Perempuan berambut pirang dengan senyum kecil tengah bernyanyi.
Seakan ada yang menyapu bersih otakku dengan sesuatu,lirik yang dinyanyikanya serasa aku pernah mendengarnya,dari alunan musiknya seperti aku sering mendengarnya,petikan gitarnya,aku terdiam beberapa saat.
'Cause this love is only getting stronger
So I don’t wanna wait any longer
I just wanna tell the world that you're mine, girl
Oh
Ku pejamkan mataku beberapa saat,aku merasa begitu familiar dengan lagu ini.Seperti ada yang pernah memberi tahuku,lagu ini seakan mempunyai arti besar untukku.
They don’t know about the things we do
They don’t know about the "I love you"’s
But I bet you if they only knew (they don't know)
They would just be jealous of us,
Semakin berusaha aku mengingat tentang aku dan lagu ini semakin pula susah aku menemukan jawabannya,malah rasa sakit kepala yang kudapatkan.
They don’t know how special you are
They don’t know what you’ve done to my heart
They can say anything they want
'Cause they don’t know us
Rasa sakit pada kepala itu semakin menjadi-menjadi,kepalaku serasa dipukul-pukulkan ke tembok berulang kali membuatku menjerit-mungkin agak keras membuat beberapa pelanggan mengeremuniku,aku menghiraukannya dan berjalan tertatih-tatih ke arah keluar restoran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Say 'Hello'; completed
Fanfiction[ book 2 of 3 ] Jika kalian mengira kisah Jocelyn dan Harry sudah berakhir. Kalian salah besar. Copryight americanlt
