Chapter Eight : The Turtles

1.2K 178 24
                                        

SECOND UPDATE GUYSSSSSSSSSS

BENERAN DEH TERAKHIR

TAKUT GANTUNG YANG KEMAREN YEKAN JADI INI GUE POSSTTTT KITA KETEMU MALAM MINGGU LAGI DAHHH

xx

--

Satu bulan setelah kejadian aku bertengkar dengan Harry di taman,tepatnya malam natal membuatku tidak lagi bertemu dengan lelaki aneh yang tiba-tiba datang kekehidupanku,entah kenapa dengan tidak hadirnya dia di sisiku malah membuat hari-hariku semakin hampa dan yah seperti ada yang hilang dari hidupku.

Aku masih bekerja di toko roti milik Mrs.Cade.Sebenarnya kalau aku mau aku tidak lagi perlu bekerja di toko rotinya,aku sudah mendapatkan pekerjaan yang lebih baik tapi karena aku sayang sekali kepada Mrs.Cade aku masih bekerja di toko roti tersebut.

Hari sudah menunjukkan waktu sore,matahari hampir terbenam ke pelupuk bumi.Kukenakan jaket tebalku sebelum keluar dari toko roti ini dan berpamit pulang.Kulangkahkan kakiku menyusuri jalan kota London yang tampak sangat asri pada sore hari di musim gugur.

Mataku menangkap seorang bocah lelaki tengah menatap bingung ke penjuru arah,kalau tidak salah dan seingatku dia yang menolongku pada saat itu.Dengan langkah cepat aku menghampirinya,matanya yang hijau tertangkap oleh mataku.Yah aku tidak salah,dia yang menolongku sebulan lalu.

"Hey?" aku menepuk pundaknya pelan."Sedang apa kau di sini?"

"Aunty?" aku mengangguk."sedang mencari Dad tapi sepertinya Dad meninggalkanku"

"bagaimana kalau kau aku bantu mencari Dadmu?" tanyaku."oh ya namamu siapa?"

"Edward," dia tersenyum."baiklah aunty ayo kita cari Dad,ini sudah sangat sore.Aku khawatir kalau Dad mencariku"

Aku terdiam sejenak,Edward-Edward-dan Edward.Nama itu tiba-tiba melayang-layang di fikiranku.Seperti sangat familiar dengan nama anak bocah lelaki ini.Apakah dia Edward anakku?tapi bagaimana mungkin?dia saja tidak mengenaliku.

"Aunty?" Edward menyenggol lenganku pelan."Apakah aunty baik-baik saja?"

"Uh-oh?" aku tersentak dari lamunanku."te-tentu saja.Ayo kita cari Dad-mu"

Aku dan Edward menyusuri jalan sekitar kota London,beberapa kali Edward terbatuk dan hidungnya menjadi merah.Lucu sekali,aku sangat suka melihat matanya yang berwarna emerald green,sangat cantik.Bagaimana rupa Dad dari anak ini ya?

"Ah!" tiba-tiba Edward berseru girang."itu dia mobil Dad"

"syukurlah," aku tersenyum dan melepaskan gandengan tanganku pada Edward."sana lekas hampiri Dadmu pasti dia sudah pusing mencarimu kemana-mana"

"bagiamana kalau aunty ikut saja denganku,"ucap Edward dengan senyum mengembang lebar,memamerkan kedua lesung pipi yang tak pernah kulihat."Dad pasti senang bertemu dengan orang sebaik aunty"

Aku menggeleng pelan,"tidak usah.Aunty masih ada urusan di sekitar sini"

"Ugh," kulihat Edward memberengut,kenapa aku jadi teringat Harry."baiklah.Aku harap kita akan bertemu lagi aunty.Terimakasih banyak"

"Ya," aku mengangguk dan mengusap rambut coklatnya pelan."hati-hati"

Edward mengangkat ibu jarinya dan berlari memasuki sebuah rumah makan yang tepat di depannya terparkir sebuah mobil mewah milik Dad Edward.Entah kenapa senyumku mengembang simpul,aku jadi sangat rindu dengan lelaki keriting itu.Sedang apa dan di mana Harry sekarang?

--

Secangkir teh hangat dan sepiring roti tawar dengan selai coklat ku hidangkan di depan televisi,tentu saja makanan ini untukku,memang ada orang lain selain aku di apartement ini?Berulang kali aku mengganti acara siaran televisi tetapi tidak ada yang pas.

Say 'Hello'; completedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang