Chapter Five : L o n d o n

1.8K 191 6
                                        

Ilustrasi Rachel,Virlie ,Edward,Alexa dan Rossie semuanya ada di multmed maaf ya hehe

part ini gajelas sumpah,maaf mengecewakan xx

--

Aku beberapa kali mengulas senyum tipis ketika melihat orang yang berlalu lalang,sebagian menoleh dan menatapku dengan pandangan aneh dan sebagian lagi hanya mengacuhkanku dan menganggapku tidak ada.

Pandangan mataku menangkap sebuah keluarga kecil yang terdiri dari satu orang anak beserta Mum dan Dadnya,aku menatap sendu ke arah anak yang di gandeng oleh kedua orang tuanya,mungkin jika aku di masih bisa di beri kesempatan Edward pasti sudah besar seperti itu.

Aku sudah tinggal di London kurang lebih tiga hari belakangan ini,Rachel dan Virlie yang tinggal bersamaku di sini bukan Dad,awalnya Dad memaksa akan tetapi yah aku merasa terlalu merepotkan Dad jika aku memintanya untuk tinggal bersamaku di sini.

London dalam naungan musim salju.Salju mulai turun dari tadi pagi yang langsung ku sambut dengan semangat tinggi,kedengarannya aneh tapi aku suka sekali musim dingin,merasakan butiran-butiran putih kecil itu mengenai telapak tanganku atau juga rambutku.

Ingatanku kembali melayang ke tiga hari lalu,aku tersenyum kecut mengingat Harry yang pada malam itu menangis di depanku,memintaku untuk tinggal dan jangan pergi meninggalkannya,tapi dengan bodohnya aku meninggalkannya pada malam itu,dan menolak untuk tetap tinggal.

Perasaan hampa apa yang menjalari hatiku sekarang,bukan-bukan bukan karena Niall dan Edward sudah tidak ada di dunia ini,aku berusaha mengikhlaskan mereka walau sebenarnya berat.Perasaan hampa ini kusadari adalah tidak adanya Harry di dekatku,kedengarannya aneh tapi ini kenyataannya.

"Jo?" aku menoleh dan tersenyum ke arah Rachel yang berseru memanggilku."kau dari mana saja?aku dan Virlie mencarimu kemana-mana tahu"

"aku hanya duduk di sini Rachel," jawabku."kau tidak perlu khawatir.Lagipula aku tau kok jalan pulang ke rumahmu"

Ku dengar Rachel mendesis putus asa,aku hanya diam mendengarnya.

"kau tidak pulang?" tanyaku heran."apakah Amberllie tidak mencarimu?"

"tidak," Rachel menggeleng."mungkin dia sedang berjalan-jalan bersama Asa.Lagipula akukan memang bertugas menjagamu Jo,kau jangan selalu membuatku serba salah dong"

"aku akan mencari pekerjaan dan menyewa apartement," ucapku tiba-tiba."aku tidak mau menyusahkanmu terus menerus Rachel,kau ada keluarga yang harus kau urus.Kau punya Asa dan Amberllie kan?lagipula dengan hadirnya itu malah membuatmu semakin susah"

"jangan lagi," kudengar Rachel menggerutu pelan."aku tidak pernah merasa disusah-"

"-aku yang merasa menyusahkanmu," potongku cepat."biarkan seperti ini Rachel,biarkan aku yang menjalani hidupku sendiri,biarkan aku sendiir yang berusaha mencari memoriku yang hilang.Kau dan Virlie hanya perlu membantuku sedikit"

"Kau sudah dewasa Jo," Rachel menggenggam tangaku erat."tapi biarkan aku dan Virlie yang mencarikanmu pekerjana yang cocok dan kali ini tolong jangan menolak kumohon"

Aku mengangguk dan tersenyum,"baiklah kalau itu maumu"

--

Aku terbangun ketika mendengar suara ketukan pada pintu apartementku,yah sudah seminggu aku tinggal di sini dan lucunya Dad langsung mengirimiku uang untuk menyewa apartement padahal aku tidak pernah memberi tahunya,pasti ini pekerjaan Virlie dan Rachel.

Kulirik jam dinding berwarna biru muda yang tergantung tepat di dinding di hadapanku,baru menunjukkan pukul delapan pagi.Suasana pagi yang begitu dingin dan menusuk tulang membuatku malas beranjak dari kasur dan selimut tebal ini.

Say 'Hello'; completedTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang